RSS

Tag Archives: Tokyo

Jenguk Bayi, Membuat Kita Banyak Bersyukur

Alhamdulillah, Ramadhan terakhir kemarin di negeri sakura, kami isi dengan berbagai macam aktivitas bermanfaat. Pagi sampai sore saya di kampus, istri beraktivitas dengan teman-temannya ke pasar kota Fuchu. Sebelum malam kumpul-kumpul takbiran, mumpung cuaca cerah, agenda nengok bayi pun langsung kami eksekusi. Selama sepekan ini memang hujan terus. Di Jepang, bulan Juni memang bulannya hujan. Maka membaca puisi hujan bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono terasa sangat pas. hehe.

Jarum jam menunjuk angka 4 sore, dan kami bersepeda ke Tokyo Municipal Tama General Medical Care Center tempat di mana bayinya Rubi dan Maya dilahirkan beberapa hari yang lalu. Perjalanan sangat menyenangkan karena jalan untuk bersepeda sangat lebar, jadi cocok juga buat Fadhil yang masih perlu memperlancar gaya bersepedanya. Fadhil baru bisa bersepeda sekitar dua bulan yang lalu, pertengahan Ramadhan dengan mempersering belajar sendiri habis pulang sekolah.

Jika melahirkan normal, cukup menginap lima hari saja, jika harus dioperasi seperti kasus istri, harus menginap sampai sepuluh hari. Maka kedatangan teman dan keluarga terdekat yang mejenguk sangat berarti. Apalagi di negeri rantauan! Setidaknya, itu yang kami rasakan. Rasa kesepian yang istri rasakan saat itu sangat berkurang dengan kedatangan teman-teman yang menjenguk di rumah sakit dan mendukung penuh proses penyembuhan, dan tentunya kedatangan Fadhil Aisyah yang selalu kuajak setiap sore sekedar menyapa saat itu membuat Bundanya makin sering tersenyum. Sampai akhirnya kami punya pengalaman yang tidak akan terlupakan saat Fadhil hilang. Rasa capek, cuaca hujan selama perjalanan dan keinginan segera bertemu buah hati terkadang membuat kita hilang konsentrasi sekejap. Tantangan bagi mahasiswa adalah jadwal kesibukan kampus dan pertemuan dengan supervisor yang kadang bisa berubah sewaktu-waktu. Denga pernah mengalami memang kita akan merasa lebih berempati.

Kita foto gini di sebelah gerombolan anak SD yang sedang pulang sekolah melongo. Nih keluarga kok suka photo-photo ya? (pikirnya) apa asyiknya? 😀

Setelah bersepeda selama setengah jam, akhirnya kami sampai. Rumah sakitnya sangat bagus, lebih dekat jaraknya dari tempat tinggal kami di Fuchu daripada Inagi Hospital tempat anak ketiga kami lahir tahun lalu. Dan kesempatan ini kami gunakan pula untuk mengajak anak-anak bersilaturrahim, bersyukur pula atas berbagai kemudahan yang kami dapatkan tahun lalu ketika dengan segala keterbatasan, banyak yang menolong dan membantu. Anak-anak pun tak sabar pengin lihat dedek bayi, anaknya om Rubi dan Tante Maya. Dan ternyata di rumah sakit ini tidak seketat yang kami bayangkan. Justru lebih ketat di Inagi Hospital yang ketika anak masuk harus dicek temperatur dan diberi gelang di pergelangan tangan.

Yang menarik dari rumah sakit ini adalah adanya swalayan Lawson di lantai 1 sehingga berbagai kebutuhan bisa dibeli dengan mudah. Tempat duduk banyak tersedia dan ada juga meja makan tersendiri untuk pengunjung. Kami pun berbuka dengan membeli onigiri dan minuman ringan disini dan selepas sholat Maghrib bergegas pulang. Kalau mendatangi undangan walimah, kadang kita teringat akan peristiwa akad nikah yang dulu dilaksanakan. Nah, kalau nengok bayi, begitu juga. Mengingatkan kita akan semua memori perjuangan kala itu. Dan memang itulah salah satu fungsi silaturrahim, mempererat persaudaraan dan membuat kita banyak bersyukur dan bersyukur.

Tokyo, 17 Juni 2018
Zainuri Hanif

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 17, 2018 in Activity, Jepang

 

Tags: , , , ,

Lebaran ini Banyak yang Harus Kita Syukuri.


Apa yang diingat ketika lebaran? Setiap kita tentunya punya kenangan yang berbeda. Bagi kami yang paling berkesan yaitu perasaan haru, bahagia, rindu bisa berkumpul dengan keluarga besar yang jika tidak di hari lebaran, hampir mustahil bisa bertatap muka semuanya. Biasanya sehabis sholat Ied kemudian silaturrahim ke tetangga dan sanak kerabat. Bisa kumpul dengan trah keluarga besar, mengunjungi pesantren di Munthilan tempat keluarga mbah Kung, atau ke Lempuyangan tempat keluarga Mbah Ti. Sampai gara-gara ada keluarga simbah yang pelihara monyet dan kita sulit menghapal namanya, seringkali mudahnya kita sebut, “Ayo silaturrahim ke Mbah Munyuk!”.

Alhamdulillah, dua kali lebaran disini mendapatkan suasana yang ramah dari saudara seiman. Banyak hal yang patut disyukuri. Suasana terawih pun akan kami kangeni. Tidak terasa sebulan cepat berlalu. Tahun ini Fadhil mulai belajar tertib shalat terawih yang biasanya berakhir sampai jam 22.00 dan membuatnya sering tidur larut malam. Tantangannya ya  bangun pagi untuk sekolah penuh perjuangan. Semoga kelak kau ingat ya Nak dan membuatmu lebih rajin lagi ibadah.

Jamaah ikhwan. Saudara muslim se-Fuchu dan sekitarnya banyak juga yang lebih memilih sholat disini.

Kalau tahun lalu kami sholat Ied di SRIT-Masjid Indonesia Tokyo dan mendatangi KBRI Tokyo, kali ini kami memilih di dekat kontrakan, yaitu di Lumiere atau Fuchu Library yang masih di Fuchu, sebuah kabupaten di Propinsi Tokyo kalo di Indonesia. Bedanya disini kami tidak bisa leluasa silaturrahim seperti biasanya di Indonesia karena memang tidak liburan. Meskipun hanya sebentar, karena setelah sholat Ied kita tidak harus ngampus lagi dan meeting dengan supervisor. Toh begitu, Ramadhan dan lebaran kali ini lebih berarti. Penyebabnya? ya, banyak hal 😉.

Terima kasih kepada “Keluarga Sengencho” yang bermurah hati menjamu kita semua.

 

 

 
Leave a comment

Posted by on June 16, 2018 in Activity, Jepang

 

Tags: , , , ,

Aktivitas Ramadhan di Jepang

Wallpaper di Fuchu Library (Lumiere)

Bagi kami sekeluarga, tahun ini Ramadhan ke-2 di Tokyo, Jepang. Rasanya memang bulan Ramadhan selalu spesial, bukan hanya karena sahur dan berbukanya saja, tapi bayangan mengenai aktivitas Ramadhan masa kecil yang sangat menyenangkan selalu berbekas: mulai dari TPA dan ta’jilan, sholat tarawih dan jaburan, lomba-lomba Islami, takbiran dan suasana lebarannya. Tahun ini, berbeda dari tahun kemarin, dengan usia Fatih sudah 1 tahun, tentunya akan lebih memudahkan kami untuk lebih aktif lagi mengikuti berbagai agenda Ramadhan di Tokyo dan sekitarnya. Bagaimanapun, dengan kondisi yang terbatas, kami ingin memberikan pengalaman Ramadhan berkesan bagi anak-anak.

Selama bulan Ramadhan ini, banyak agenda yang sudah disiapkan oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII). Ustadz terbaik dari Indonesia yang sudah disyurokan sejak bulan-bulan sebelumnya, bergantian sepekan penuh mengisi kajian di Masjid Indonesia Tokyo (MIT). Agenda besar yaitu tablig akbar diselenggarakan setiap Ahad. Dan ada juga ikhtikaf di sepuluh hari terakhir.

KMII merupakan organisasi dakwah Islam di Jepang yang dimotori oleh masyarakat islam Indonesia yang tinggal di Jepang. Kepengurusan KMII bersifat terbuka bagi setiap masyarakat Islam Indonesia mulai dari staf KBRI, masyarakat Islam yang bekerja di Jepang, pelajar, sampai dengan Ibu rumah tangga. Banyak organisasi yang mendukung kegiatan KMII mulai dari Muhammadiyah, NU, Trainee (IPTIJ), Perawat (IPMI), Todai Muslim, Muslim Fuchu Koganei, Midori, FKMIT, KAMMI, Fahima, FGA, PMIJ, Forkita, Promia, Mudai, dll.

Dalam keseharian, tentunya aktivitas Ramadhan seperti sholat tarawih bisa saja dilakukan di MIT atau mencari lokasi yang lebih dekat dengan lokasi tinggal. Di sekitar tempat tinggal kami, Alhamdulillah ada komunitas muslim yang menyelenggarakan sholat terawih di Fuchu Library yang dikoordinir oleh Fuchu Muslim Community. Sholat terawih diselenggarakan mulai pukul 20.30 – 22.00 sebanyak 23 rakaat tanpa ceramah. Kami hanya perlu bersepeda 10 menit dari kontrakan ke Fuchu Library. Lokasinya juga sangat bersih dan nyaman.

Untuk buka bersama, komunitas muslim Indonesia disini, Muslim Fuchu Koganei juga menyelenggarakan setiap Sabtu. Dan tentunya ini menjadi ajang silaturrahim yang dikangeni teman-teman. Dan berita baiknya, per 1 Ramadhan kemarin (17 Mei 2018), kampus kami di Nokodai (TUAT) memfasilitasi multipurpose room yang bisa kami gunakan untuk sholat berjamaah. Alhamdulillah. Semoga aktivitas selama Ramadhan 1439 H ini lebih berarti dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Hanif
Tokyo, 19 Mei 2018.

 
Leave a comment

Posted by on May 18, 2018 in Jepang, Kisah

 

Tags: , , , ,

“The Path”

Cherry blossom (Koganei Park, Tokyo)

Swing across the seven skies
They say a pure heart never lies
The words you learned were never heard
It’s time to think and wonder why

The stars above will always be
A shining guide for us to see
And when I doubt, I’ll have no doubt
But still I wonder why

Digging through our pages past
Wondering how the truth will last
God’s in control is what I found
I think I’ll try this time around!

And no one really feels the path I seek, and
No one’s going to care as much as me, and
No one seems to know our history, and
Stories are told for the world to see!

And maybe I’ll find the path I seek tonight
Let it be! Only God really knows what’s right!
Maybe, I’ll find the path I seek tonight
Let it be! Only God really knows I tried!

Reaf: https://www.youtube.com/watch?v=BKhSicFDNws

Song

 
1 Comment

Posted by on April 16, 2018 in Picture

 

Tags: , , , , , , , ,

Tama Zoo

 

Setelah sempat tertunda hampir sebulan, akhirnya sekolahan Fadhil memutuskan pergi juga ke Tama Zoo, Kebun Binatang terbesar di Tokyo. Luasnya 52 ha atau 4x lipat Ueno Zoo yang terkenal dengan koleksi pandannya itu. Kalau dibandingkan, Tama Zoo lebih mirip gembiraloka kebun binatang di Yogyakarta. Saking luasnya, ada areal yang belum dimanfaatkan untuk koleksi satwa.

Harus ada di lokasi jam 9.00 membuat kami lumayan gedubrakan di paginya. Apalagi kepastian saya ikut baru jam 7.00 pagi setelah memberanikan diri email izin ke Sensei untuk tidak mengikuti seminar pekanan. Untunglah diijinkan. Lega rasanya pergi dengan hati riang gembira. Sampai lokasi ternyata tidak sendirian, Keluarga pak Alim juga hadir lengkap. Namun, orang Jepang sendiri (orang tua temannya Fadhil) banyak yang hanya berangkat sendiri. Kalau kami ya memanfaatkan momentum. Kapan lagi bisa kesini bareng-bareng. Hehe.

Setiap bulan selalu ada program keluar, entah itu ke museum, taman maupun tempat wisata seperti kebun binatang ini. Anak-anak diajak berjalan dan mengenal hewan selama 3 jam, atau dari jam 9-12. Isitrahat makan bekal sekitar satu jam. Selepas itu acara ditutup dan bebas. Orang tua dipersilahkan menemani anak-anaknya berkeliling di lokasi favorit.

Sebenarnya pengin segera pulang, pikiran sudah ke tugas yang menumpuk. Namun saat anak-anak beli minuman, tidak sengaja melihat peta Tama Zoo. Lha kok ada insectarium yang hanya 200 meter saja dari lokasi kami berdiri di depan gerbang pintu keluar. Ya kita sempatkan saja menengok. Ternyata memang lokasi ini asyik, banyak kupu-kupu berterbangan.

Secara umum, kebun binatang ini sama dengan kebun binatang yang ada di Indonesia. Yang membedakan hanya disini banyak lokasi tempat duduk untuk makan bekal. Kalau tidak sehari penuh berasa rugi. Kami pun tanpa terasa menghabiskan waktu sampai Kebun Binatang ini tutup yaitu jam 16.30 (Bulan Nopember).

Tokyo, 18 November 2017

 

 
Leave a comment

Posted by on November 18, 2017 in umum

 

Tags: , , ,

Laporan Kelahiran Anak di Jepang

Pasca kelahiran anak di Jepang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait administrasinya. Jauh hari sebelum anak ke-3 kami Fatih lahir, beberapa teman telah memberi masukan untuk segera lapor kelahiran anak ke kantor pemerintah kota setempat (shiyakusho). Batasnya 14 hari setelah melahirkan dan kemudian dilanjutkan dengan ke imigrasi Jepang untuk mendapatkan residence card (visa) sehingga secara legal sudah sah tinggal di Jepang mengikuti batas visa orang tuanya. Sedangkan laporan ke KBRI bisa dilakukan setelah laporan ke pemerintah kota setempat selesai dan residence card didapatkan.

Laporan ke Shiyakusho (maksimal H+14 kelahiran)

Karena istri melahirkan secara caesar, dokter meminta untuk istirahat 10 hari di rumah sakit. Walaupun beberapa hari setelah melahirkan sudah bisa berjalan dan merasa sehat, istirahat selama 10 hari ini memberikan kesempatan Bunda untuk pulih benar. Di Malang, saat kelahiran anak ke-2 dengan caesar, pada hari ke-3 sudah boleh pulang ke rumah. Namun ternyata untuk melakukan aktivitas sehari-hari (memasak, beres-beres rumah, dll), perut masih terasa nyeri. Ya, kita ambil sisi positifnya, pertimbangan dokter ada benarnya.

Karena 10 hari di rumah sakit, maka surat keterangan lahir dari rumah sakit dikeluarkan ketika pulang. Otomatis waktu yang tersisa tinggal 4 hari. Alhamdulillah, urusan di shiyakusho beres. Sayangnya saya lupa tidak memfotokopi surat dari rumah sakit tersebut karena ternyata surat itu tidak dikembalikan alias disimpan mereka. Jangan lupa bawa boshitecho (buku panduan ibu dan anak) dan kartu asuransi orangtua. Setelah beres langsung urus juga asuransi kesehatan dan tunjangan anak. Kalau di Fuchu city Tokyo, bisa diurus di lantai 5. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on July 20, 2017 in Jepang

 

Tags: , , , , , , , ,

Surga Bunga di Jindai Botanical Garden

Horee…akhirnya bisa jalan-jalan ke taman lagi. Sudah sebulan lebih sejak lahiran kemarin, kami memang sudah berencana mengunjungi taman-taman sekitar tempat tinggal. Ya anggap aja ini liburan mudik, hehe. Walau cuaca panas dan gerah karena jarangnya angin bertiup, aktivitas luar ruangan seperti ini perlu untuk anak-anak dan tentunya kami juga.

Tempat liburan kesukaanku lebih ke alam, maka kali ini kami putuskan main ke taman bunga. Sudah lama pengin ke lokasi ini. Dengan naik bus dan kereta dan sedikit jalan kaki tentunya, akhirnya sampai juga ke “Jindai Botanical Garden”, lokasinya masih di Tokyo, tepatnya di Chofu, kalau dengan kereta semi express arah Shinjuku cukup 1 stasiun saja dari Fuchu, kota kami tinggal. Biaya masuknya 500 yen per orang. Kami datang berlima, namun hanya dihitung berdua, anak-anak free.

Ada dua taman yang seperti ini yang sudah kukunjungi dan semuanya menarik yaitu Kyoto Botanical Garden dan Shinjuku Park. Semuanya memiliki koleksi tanaman tropis dalam rumah kaca yang luar biasa besar. Selain koleksinya cukup lengkap, terawat dengan sangat baik. Jindai Botanical Garden luasnya 42 hektar yang terbagi menjadi 30 blok berdasarkan spesies tanaman. Terdapat 100.000 pohon dan semak yang terdiri dari 4500 spesies. Taman mawarnya terbesar di Tokyo dan terkenal juga dengan pohon plum dan cherry yang mekar di musim semi. Nah, kalau datang di bulan apapun pasti ada kok bunga yang mekar, karena ada kalender bunganya. Jadi jangan khawatir ga ada objek menarik.

Namun bunga unggulan yaitu mawar hanya mekar di bulan Mei – Juli, puncaknya pada 9-31 Mei. Bunga di Greenhouse yaitu orchid, tuberous begonia dan water lily bisa dijumpai hampir sepanjang tahun. Di musim panas ini, lokasi greenhouse menjadi tempat favorit kami karena sangat sejuk. Lumayan bisa ngadem. Fadhil yang awalnya uring-uringan karena kepanasan dan minta plosotan akhirnya sumringah juga. Layaknya menemukan “harta karun”, ia sangat enjoy di area ini. Ternyata di luar ia gerah, kepanasan. Areal seperti ini di Indonesia bisa ditemui di Kebun LIPI yang ada di Bogor, Bali dan Purwodadi. Yang terakhir ini sebenarnya dekat Malang, moga kelak bisa mengunjungi dan menikmati keindahannya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 8, 2017 in Jepang, Perjalanan

 

Tags: , , , , ,

Pengalaman Melahirkan Anak di Jepang

“Jepang. Negeri Sakura yang indah dan romantis. Itu yang aku tahu.”

Akhir bulan Januari yang lalu, akhirnya aku dan anak anak bisa menyusul suami ke Jepang. Dengan kondisi waktu itu hamil 5 bulan. Awal kedatangan ke sini, kami masih beradaptasi, apalagi dinginnya yang menusuk tulang, pernah lihat suhu di HP sampai minus empat derajat celcius di pagi hari. Pertengahan bulan Februari kami baru melakukan pendaftaran ke kuyakusho untuk mendapatkan buku boshitecho (semacam buku KIA untuk ibu hamil) dan mendapat beberapa kupon diskon periksa ke Rumah Sakit. Setiap periksa memang harus membayar, kupon diskon itu sangat membantu meringankan biaya. Biaya melahirkan disini dicover oleh Asuransi, meskipun terhadap perlakukan tambahan bisa saja ada tambahannya.

Saat itu kami merasa kesulitan mencari rumah sakit yang bisa menerima kondisiku yang hamil hampir 6 bulan dengan riwayat operasi caesar di kelahiran anak kedua kemarin. Waktu itu kami dibantu teman-teman yang sudah tinggal di Jepang lama dan fasih berbahasa Jepang untuk mencari informasi teknis lebih detail tentang pilihan rumah sakit. Maklum kemampuan bahasa jepang kami (aku dan suamiku) masih nihil, masih harus banyak belajar. Sudah 3 rumah sakit menolak kami dengan alasan full dan memang hanya mau menerima sejak usia kehamilan dini. Disini memang ketika melahirkan ya harus di tempat periksa selama ini. Sejak awal dokter harus tahu riwayat pasien sehingga berbagai resiko tidak diprediksi bisa dihindari. Pengalaman periksa di tempat A, konsultasi di tempat B, melahirkan di tempat C seperti yang dulu pernah kami lakukan di Indonesia tidak bisa diterapkan.

Sampai kemudian kami mendapat kemudahan dengan dicarikan rumah sakit oleh pihak Kuyakusho. Petugas dengan ramah menelpon berbagai rumah sakit di Fuchu, Tokyo dan memang jawabannya sama seperti sebelumnya. Akhirnya petugas menawarkan rumah sakit lainnya yang agak jauh dari tempat tinggal kami namun masih di Tokyo. Pilihan itu jatuh pada Rumah Sakit Inagi, dengan syarat harus ada pendamping translater karena rumah sakit ini hanya penerima pasien yang berbahasa Jepang saja. Alhamdulillah, Mba Atik bersedia membantu mengatasi kesulitan kami saat itu. Bahkan menemani pemeriksaan rutin, hingga proses persalinan kemarin. Di negeri perantauan dan ribetnya proses komunikasi, tentunya bantuan seperti ini sangat melegakan. Apalagi sharing pengalaman beliau melahirkan disini membuatku lebih tenang. Alhamdulillah, terima kasih pula kepada semua teman-teman yang sudah banyak menolong kami, juga Gita, mba Atiqotun, Maya, dll.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 14, 2017 in Activity, Jepang

 

Tags: , , , ,

Fuchunomori Park (Tokyo)

Pertama kali melewati taman Fuchunomori ini dari sisi selatan sudah takjub. Waow, taman ini lengkap fasilitasnya. Fuchunomori Seni Teater bangunannya indah dan sekitarnya hijau. Jika berjalan ke utara, maka akan nampak berbagai fasilitas seperti area olahraga, joging, baseball, tenis, sepak bola, taman bermain,area barbeque, area terbuka dan ada pula Museum Seni Fuchu. Detail ada disini.

Taman ini awalnya merupakan bekas pangkalan militer AS setelah perang dunia kedua. Daerah sekitarnya memang terdapat bekas pangkalan udara dan saat ini beberapa pesawat jet dipajang di dekat gerbang bekas pangkalan di sisi kanan taman ini. Mengingat kebutuhan akan perbaikan lingkungan warga, maka bekas pangkalan ini dikembangkan menjadi taman, fasilitas olahraga, dan pusat evakuasi ketika terjadi bencana.

Sepanjang 300 meter, di taman terdapat pohon sakura yang tentunya akan indah saat awal musim semi. Di sekitar Fuchunomori park juga terdapat 8 patung seniman terkemuka. Salah satunya adalah patung Anne & Michele yang sama Fasya dikira mbak-mbak sedang ngobrol karena keduanya berambut panjang. Japanese Garden tampaknya menarik, namun biasanya bagus saat musim gugur dan musim semi. Kami pun belum terlalu mengeksplor Japanese Garden ini.

Pada saat kami ke sini bersama anak-anak, yaitu di akhir musim gugur, yang nampak adalah pohon kering. Pun begitu, taman ini tetaplah indah. Taman bermain dan hamparan rumput menjadi area menarik untuk bermain. Saat wekdays, taman ini pun sering dipakai rombongan anak-anak TK bermain. Jangan sampai lupa membawa cemilan dan bento ketika main disini. Waktu 4 jam pun bagi anak-anak terasa begitu cepat.

Pada saat akhir pekan, taman ini lebih ramai. Ada yang bermain layang-layang, lempar bola, bulu tangkis dan berlatih sepak bola. Fadhil dan Aisyah lebih memilih bermain di playground anak dan bermain gelembung. Karena musim gugur, air yang mengalir hanyalah di air mancur dan air terjun pojok perempatan.

Tokyo, 25 Maret 2017

 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2017 in Activity, Jepang

 

Tags: , , , , , ,

Koganei Park (Tokyo)

Akhir pekan adalah waktu yang cocok buat refreshing sekeluarga. Setelah “ndekem” di ruangan selama 1 pekan tentunya anak-anak merasa bosan dan ingin refreshing. Nah. tempat termurah dan nyaman untuk melewatkan waktu bersama disini yaitu di taman yang banyak tersedia di Tokyo. Kali ini kami mengunjungi Koganei Park. Taman ini letaknya di utara Stasiun Musashi atau Higashi Koganei, sekitar 30 menit dari lokasi kontrakan kami menggunakan bus.

Koganei Park ini luasnya 79 hektar atau 1,5 kali luas Ueno Park. Taman ini lengkap fasilitasnya. Selain hamparan rumput, terdapat pula playground anak-anak, areal sepatu roda dan skiteboard, lapangan baseball, lapangan anjing, areal seluncur, gedung panahan, lapangan tenis, area barbeque, area sepeda, dll.

Lokasi yang paling disukai Fadhil dan Aisyah yaitu playground, dimana terdapat perosotan aneka macam, termasuk yang besar yang bisa digunakan pula oleh orang tua. Sayangnya ketika kemarin kami kesana, debunya sangat mengganggu. Area ini tampaknya menjadi favorit banyak keluarga, apalagi akhir pekan, peminatnya sangat banyak.

Taman ini memang sangat komplit, ada fasilitas meluncur dari rumput sintetis, sayangnya kami tidak mempunyai alat seluncur itu sehingga anak-anak pun hanya bisa melongo dan beberapa kali merengek minta untuk meluncur. “Kapan-kapan ya Nak, kalau sudah punya papan seluncurnya kita main bareng-bareng.” Untungnya dari atas nampak gundukan putih, dimana antriannya lumayan panjang. Kayaknya menarik tuh. Anak-anak pun bisa jot-jotan di arena itu.

Ketika kami mendekat, ternyata dibatasi setiap anak maksimal 10 menit. Alas kaki termasuk kaos kaki harus dilepas agar anak tidak tergelincir. Petugas pun menghitung banyaknya anak yang masuk, kurang lebih 30-50 anak. Memang sih kalau tidak dibatasi permainan ini menjadi tidak nyaman dan anak-anak pun akan saling bertabrakan.

Taman yang terbuka dan gratis seperti ini sangat bagus untuk tempat refreshing. Tidak perlu jauh-jauh memang, Setiap kota biasanya punya 1 taman besar dan banyak lagi taman ukuran sedang. Karena kali ini hanya survei, ke depan akan berkunjung lagi sejak pagi tentunya. Sasaran yang dituju adalah playground anak.

This slideshow requires JavaScript.

 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2017 in Activity, Jepang

 

Tags: , , , , , , ,

 
%d bloggers like this: