RSS

Tag Archives: kelahiran anak

Jenguk Bayi, Membuat Kita Banyak Bersyukur

Alhamdulillah, Ramadhan terakhir kemarin di negeri sakura, kami isi dengan berbagai macam aktivitas bermanfaat. Pagi sampai sore saya di kampus, istri beraktivitas dengan teman-temannya ke pasar kota Fuchu. Sebelum malam kumpul-kumpul takbiran, mumpung cuaca cerah, agenda nengok bayi pun langsung kami eksekusi. Selama sepekan ini memang hujan terus. Di Jepang, bulan Juni memang bulannya hujan. Maka membaca puisi hujan bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono terasa sangat pas. hehe.

Jarum jam menunjuk angka 4 sore, dan kami bersepeda ke Tokyo Municipal Tama General Medical Care Center tempat di mana bayinya Rubi dan Maya dilahirkan beberapa hari yang lalu. Perjalanan sangat menyenangkan karena jalan untuk bersepeda sangat lebar, jadi cocok juga buat Fadhil yang masih perlu memperlancar gaya bersepedanya. Fadhil baru bisa bersepeda sekitar dua bulan yang lalu, pertengahan Ramadhan dengan mempersering belajar sendiri habis pulang sekolah.

Jika melahirkan normal, cukup menginap lima hari saja, jika harus dioperasi seperti kasus istri, harus menginap sampai sepuluh hari. Maka kedatangan teman dan keluarga terdekat yang mejenguk sangat berarti. Apalagi di negeri rantauan! Setidaknya, itu yang kami rasakan. Rasa kesepian yang istri rasakan saat itu sangat berkurang dengan kedatangan teman-teman yang menjenguk di rumah sakit dan mendukung penuh proses penyembuhan, dan tentunya kedatangan Fadhil Aisyah yang selalu kuajak setiap sore sekedar menyapa saat itu membuat Bundanya makin sering tersenyum. Sampai akhirnya kami punya pengalaman yang tidak akan terlupakan saat Fadhil hilang. Rasa capek, cuaca hujan selama perjalanan dan keinginan segera bertemu buah hati terkadang membuat kita hilang konsentrasi sekejap. Tantangan bagi mahasiswa adalah jadwal kesibukan kampus dan pertemuan dengan supervisor yang kadang bisa berubah sewaktu-waktu. Denga pernah mengalami memang kita akan merasa lebih berempati.

Kita foto gini di sebelah gerombolan anak SD yang sedang pulang sekolah melongo. Nih keluarga kok suka photo-photo ya? (pikirnya) apa asyiknya? 😀

Setelah bersepeda selama setengah jam, akhirnya kami sampai. Rumah sakitnya sangat bagus, lebih dekat jaraknya dari tempat tinggal kami di Fuchu daripada Inagi Hospital tempat anak ketiga kami lahir tahun lalu. Dan kesempatan ini kami gunakan pula untuk mengajak anak-anak bersilaturrahim, bersyukur pula atas berbagai kemudahan yang kami dapatkan tahun lalu ketika dengan segala keterbatasan, banyak yang menolong dan membantu. Anak-anak pun tak sabar pengin lihat dedek bayi, anaknya om Rubi dan Tante Maya. Dan ternyata di rumah sakit ini tidak seketat yang kami bayangkan. Justru lebih ketat di Inagi Hospital yang ketika anak masuk harus dicek temperatur dan diberi gelang di pergelangan tangan.

Yang menarik dari rumah sakit ini adalah adanya swalayan Lawson di lantai 1 sehingga berbagai kebutuhan bisa dibeli dengan mudah. Tempat duduk banyak tersedia dan ada juga meja makan tersendiri untuk pengunjung. Kami pun berbuka dengan membeli onigiri dan minuman ringan disini dan selepas sholat Maghrib bergegas pulang. Kalau mendatangi undangan walimah, kadang kita teringat akan peristiwa akad nikah yang dulu dilaksanakan. Nah, kalau nengok bayi, begitu juga. Mengingatkan kita akan semua memori perjuangan kala itu. Dan memang itulah salah satu fungsi silaturrahim, mempererat persaudaraan dan membuat kita banyak bersyukur dan bersyukur.

Tokyo, 17 Juni 2018
Zainuri Hanif

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 17, 2018 in Activity, Jepang

 

Tags: , , , ,

Laporan Kelahiran Anak di Jepang

Pasca kelahiran anak di Jepang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait administrasinya. Jauh hari sebelum anak ke-3 kami Fatih lahir, beberapa teman telah memberi masukan untuk segera lapor kelahiran anak ke kantor pemerintah kota setempat (shiyakusho). Batasnya 14 hari setelah melahirkan dan kemudian dilanjutkan dengan ke imigrasi Jepang untuk mendapatkan residence card (visa) sehingga secara legal sudah sah tinggal di Jepang mengikuti batas visa orang tuanya. Sedangkan laporan ke KBRI bisa dilakukan setelah laporan ke pemerintah kota setempat selesai dan residence card didapatkan.

Laporan ke Shiyakusho (maksimal H+14 kelahiran)

Karena istri melahirkan secara caesar, dokter meminta untuk istirahat 10 hari di rumah sakit. Walaupun beberapa hari setelah melahirkan sudah bisa berjalan dan merasa sehat, istirahat selama 10 hari ini memberikan kesempatan Bunda untuk pulih benar. Di Malang, saat kelahiran anak ke-2 dengan caesar, pada hari ke-3 sudah boleh pulang ke rumah. Namun ternyata untuk melakukan aktivitas sehari-hari (memasak, beres-beres rumah, dll), perut masih terasa nyeri. Ya, kita ambil sisi positifnya, pertimbangan dokter ada benarnya.

Karena 10 hari di rumah sakit, maka surat keterangan lahir dari rumah sakit dikeluarkan ketika pulang. Otomatis waktu yang tersisa tinggal 4 hari. Alhamdulillah, urusan di shiyakusho beres. Sayangnya saya lupa tidak memfotokopi surat dari rumah sakit tersebut karena ternyata surat itu tidak dikembalikan alias disimpan mereka. Jangan lupa bawa boshitecho (buku panduan ibu dan anak) dan kartu asuransi orangtua. Setelah beres langsung urus juga asuransi kesehatan dan tunjangan anak. Kalau di Fuchu city Tokyo, bisa diurus di lantai 5. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on July 20, 2017 in Jepang

 

Tags: , , , , , , , ,

Pengalaman Melahirkan Anak di Jepang

“Jepang. Negeri Sakura yang indah dan romantis. Itu yang aku tahu.”

Akhir bulan Januari yang lalu, akhirnya aku dan anak anak bisa menyusul suami ke Jepang. Dengan kondisi waktu itu hamil 5 bulan. Awal kedatangan ke sini, kami masih beradaptasi, apalagi dinginnya yang menusuk tulang, pernah lihat suhu di HP sampai minus empat derajat celcius di pagi hari. Pertengahan bulan Februari kami baru melakukan pendaftaran ke kuyakusho untuk mendapatkan buku boshitecho (semacam buku KIA untuk ibu hamil) dan mendapat beberapa kupon diskon periksa ke Rumah Sakit. Setiap periksa memang harus membayar, kupon diskon itu sangat membantu meringankan biaya. Biaya melahirkan disini dicover oleh Asuransi, meskipun terhadap perlakukan tambahan bisa saja ada tambahannya.

Saat itu kami merasa kesulitan mencari rumah sakit yang bisa menerima kondisiku yang hamil hampir 6 bulan dengan riwayat operasi caesar di kelahiran anak kedua kemarin. Waktu itu kami dibantu teman-teman yang sudah tinggal di Jepang lama dan fasih berbahasa Jepang untuk mencari informasi teknis lebih detail tentang pilihan rumah sakit. Maklum kemampuan bahasa jepang kami (aku dan suamiku) masih nihil, masih harus banyak belajar. Sudah 3 rumah sakit menolak kami dengan alasan full dan memang hanya mau menerima sejak usia kehamilan dini. Disini memang ketika melahirkan ya harus di tempat periksa selama ini. Sejak awal dokter harus tahu riwayat pasien sehingga berbagai resiko tidak diprediksi bisa dihindari. Pengalaman periksa di tempat A, konsultasi di tempat B, melahirkan di tempat C seperti yang dulu pernah kami lakukan di Indonesia tidak bisa diterapkan.

Sampai kemudian kami mendapat kemudahan dengan dicarikan rumah sakit oleh pihak Kuyakusho. Petugas dengan ramah menelpon berbagai rumah sakit di Fuchu, Tokyo dan memang jawabannya sama seperti sebelumnya. Akhirnya petugas menawarkan rumah sakit lainnya yang agak jauh dari tempat tinggal kami namun masih di Tokyo. Pilihan itu jatuh pada Rumah Sakit Inagi, dengan syarat harus ada pendamping translater karena rumah sakit ini hanya penerima pasien yang berbahasa Jepang saja. Alhamdulillah, Mba Atik bersedia membantu mengatasi kesulitan kami saat itu. Bahkan menemani pemeriksaan rutin, hingga proses persalinan kemarin. Di negeri perantauan dan ribetnya proses komunikasi, tentunya bantuan seperti ini sangat melegakan. Apalagi sharing pengalaman beliau melahirkan disini membuatku lebih tenang. Alhamdulillah, terima kasih pula kepada semua teman-teman yang sudah banyak menolong kami, juga Gita, mba Atiqotun, Maya, dll.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 14, 2017 in Activity, Jepang

 

Tags: , , , ,

 
%d bloggers like this: