RSS

Tag Archives: Indonesia

Kebaikan yang tidak terduga

Fadhil di Sekolah

Prakiraan cuaca disini bisa diandalkan, per-jamnya akurat. Tapi sehari menjelang #TyphoonJebi kemarin cuaca tidak menentu. Pagi yang cerah, secerah penampakan pagi di jendela sekolah Fadhil di foto ini, membuat kami tidak membekali payung favoritnya. Siangnya seperti biasa, Fadhil pulang sekolah sendiri. Ternyata dari sekedar hujan rintik dalam waktu singkat berubah menjadi hujan deras. Sambil pulang dalam guyuran hujan, kata Fadhil, dia didatangi seorang kakek. Kakek itu memberikan payungnya ke Fadhil. Dan akhirnya Fadhil sampai rumah, walau bajunya sedikit basah, tas dan bukunya selamat. Kami pun hendak mengembalikan payung itu, tapi kata Fadhil, “Kakeknya bilang ga usah dikembalikan Yah.” Lagian nih anak ditanya rumahnya juga tidak tahu dimana?

Sebulan sebelumnya, saat hari terakhir sekolah sebelum liburan musim panas, ternyata orangtua diminta jemput ke sekolah untuk membantu membawa pulang semua barang yang ditinggal di sekolah. Mulai dari buku, box biru tempat pernak-pernik alat tulis, piano kecil, tas pelindung gempa dll. Kami tidak tahu info tersebut, dan tidak menjemput Fadhil kala itu. Mungkin sudah ada pemberitahuan lewat surat tapi terlewat terbaca, maklum “keriting” soalnya, dan kadang banyak sekali surat di tasnya Fadhil. Dengan tergopoh-gopoh, saat itu Fadhil membawa semua peralatannya, sambil membawa tas sekolahnya. Dan ternyata di jalan ada seorang yang baik hati membantu Fadhil membawakan barang-barang tersebut sampai rumah. Padahal lumayan jaraknya, ia harus menyempatkan (waktunya tersita) berjalan menemani selama 20-30 menit. Urusannya ia kesampingkan untuk membantu anak kami sampai rumah.

Terima kasih atas kebaikannya kepada anak kami. Alhamdulillah, banyak orang baik di sekitar kita. 🙂

 
Leave a comment

Posted by on September 5, 2018 in Jepang, umum

 

Tags: , , , , , ,

Action to Defend Islam III – Indonesia Biggest Friday Prayer

15203130_10207535885107647_6527359100293473021_n

source; WG/FB

Million people of Muslim of Indonesia held friday prayer, a biggest friday prayer in Indonesia history. The National Movement to Guard the Indonesian Council of Ulama’s Fatwa (GNPF MUI) was still carrying the same aspiration, which is law enforcement against Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) as the suspect of alleged religious blasphemy. “The blasphemer should be arrested, detained, and brought to the court,” advisor of GNPF Habib M Rizieq Syihab said during a sermon before Friday prayer centered at National Monument (Monas), Jakarta on Friday (12/2).

In the morning, they doing the Subuh prayer together. So many people came from another province at different Island. They are not willing, our Islamic holy Qur’an abused and disrespected. Efforts to halt these activities since one week earlier failed, wave period can not be prevented. This incident is a good momentum for Muslims to promote unity after all this time to move on their own.

In this event also Indonesian Muslim make a do’a for all Muslims in the world who are oppressed from Palestine, Syria, Afghanistan, Iraq, Libya, the Rohingya in Myanmar and others.

When Friday prayer time came, the rain started to pour. It did not trigger the mass to dissolved. The sat on a prayer mat and listen attentively to the sermon delivered by Habib Rizieq. The peak of a rally is Friday prayer. “Alhamdulillah, Masya Allah (Thank God, My God)…Apparently, this is the most massive Friday prayer ever in world’s history,” ustad Abdullah Gymnastiar remarked via his Instagram account.

“Monas feels like Makkah. I’m so touched. I saw it on TV,” owner of mynameis_anin account said.

Aqwin Polosoro said that: “I was there… I have never seen a huge number of people pray and demonstrate. Moreover, It is peaceful”

Sagalushka Ahmed D said; “Masha Allah what a great Friday may Allah help all the Muslim where ever they are”

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2016 in info

 

Tags: ,

Membangun Indonesia Melalui Kepemimpinan Entrepreneur Agribisnis

Rachmat Pambudy*

Membangun, intinya adalah mengembangkan peradaban. Tantangan dalam  peradaban Indonesia ke depan adalah merancang dan merekayasa  masyarakat yang beragam dan ber-Bhineka Tunggal Ika supaya bisa mencapai adil dan makmur secara bersamaan. Bukan kemakmuran segelintir orang apalagi kemakmuran orang atas beban penderitaan rakyat kebanyakan. Membangun adalah membuat bangsa dan negara Indonesia dapat sederajat dengan bangsa-bangsa lain melalui kompetisi antar bangsa yang adil. Tulisan ini mencoba mengajak berpikir bersama untuk ikut andil memberi sumbangan lahirnya model rancangan peradaban dalam rangka menuju suatu tatanan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Mengutip pendapat Covey (2005), bahwa dalam konteks sejarah ada lima tahap zaman peradaban manusia: pertama, zaman berburu dan mengumpulkan pangan; kedua, zaman pertanian; ketiga, zaman industri; keempat, zaman informasi- pengetahuan; dan kelima zaman kebijaksanaan. Peradaban manusia mulai dari zaman berburu dengan peralatan sederhana, karena hal itulah yang baru mereka ketahui tentang peradaban pada saat itu. Peradaban mulai berubah sejak ada “orang” disebut “petani” yang membawa metode untuk menghasilkan makanan dengan bercocok tanam, mulai dari mengolah tanah, menebar benih dan akhirnya panen bahan pangan.  Sebagai petani, mereka bisa menghasilkan limapuluh kali lebih banyak dari para pemburu.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2011 in Makalah

 

Tags: , , ,

Capital of Realization Strength

by : Zainuri Hanif

Many of political parties in Indonesia has caused the community have many options to channel their aspirations. To attract public attention, the concept of idealistic and promising changes are the coloring the media and public opinion. At least there were three elections (1999, 2004 and 2009) post-reform era that were always popping up dozens of political parties following the election, making people confused to elect. At the end, only a few that could enter parliament because of the electoral provisions tresshold. A concept that makes the political map in Indonesia is systemically simplified. The number is not significant for parliament, making the aspirations and the promises can not be materialized. Moreover, many legislators promise too much, something that is impossible to be materialized. The society is disappointed and become apolitical.

Party election winner did not have enough power to realize its program. Thus, within three times of election, different result come from the people who are getting mature and aware of politics. Election-winning party will inevitably have to make a coalition in order to run the program. And consequently the government becomes a rainbow cabinet. Many interests must be accommodated.

Promise and Realization
Every future leader of this country promises changes in his campaign, and agricultural sector is always mentioned. According to data from Statistics Center Agency (BPS 2010), the number of Indonesian farmers reached 40 percent, or approximately 42.83 million of the total labor force in Indonesia which is 107.41 million. A voting base which is very significant.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 21, 2010 in umum

 

Tags: , , , , ,

Menyemai Benih Optimisme

Apa yang kita tanam hari ini, akan kita tuai nanti. Layaknya berkebun, di awal kita butuh banyak modal untuk lahan, bibit unggul, pupuk, dan selama beberapa waktu harus merawatnya. Bahkan organisme pengganggu seperti ulat dan penyakit lain harus dijauhkan. Dan ketika fase tumbuh itu telah lewat, masa panen dengan penuh keuntungan akan didapatkan.

Menjadi Pemeran Utama

Dalam peran kebaikan, sebanyak-banyaknya kita harus mengambil bagian saham yang paling banyak. Investasi kebaikan jangan sampai dilewatkan. Kadang yang pertama, ia menjadi utama. Jadilah pelopor jangan hanya pengekor. Setiap zaman ada orang terbaiknya, setiap ruang amal ada pemain utamanya. Dalam setiap pekerjaan ada orang nomor satunya. Di setiap lingkaran dari seluruh wilayah perjuangan, ada orang-orang yang layak dan bisa menjadi pemeran utama.

Bangsa ini butuh sosok pemimpin yang kuat. Yang mau tampil menjadi pemeran utama, yang siap juga dengan resiko dan tantangan yang akan menghadangnya. Pemeran utama itu harus mampu menginspirasi banyak pemuda dan juga menggerakkan potensi bangsa. Sosok pemersatu, yang mampu menguatkan simpul-simpul yang sudah longgar akibat kecurigaan, perselisihan dan dendam di masa lalu. Siapa pemeran utama itu? Bisa jadi saya, anda, dan siapapun! Dalam setiap lingkaran perjuangan, pasti ada pemeran utamanya.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 8, 2010 in umum

 

Tags: , , ,

Tidak Sekadar “Tidak”

  1. Berkata tidak, bukan berarti mengurangi kesenangan. Sesungguhnya, ia juga merupakan pintu menuju hamparan kebahagiaan yang jauh lebih luas.
  2. Keberanian berkata tidak harus kita mulai dari diri sendiri, karena kepedulian orang lain, punya banyak keterbatasan.
  3. Berkata tidak, memang tidak boleh asal berkata. Dua hal mendasar yang harus diperhatikan, pertama sesuatu yang kita tolak, harus jelas dasarnya. Kedua, cara menolaknya harus dengan baik.
  4. Ketegasan dalam menolak, konotasinya tidak selalu bersikap kasar
  5. Kata-kata ‘tidak’ bukan berarti hubungan baik dengan orang lain terputus
  6. Sebuah penolakan harus diiringi dengan sejumlah sikap lain, agar kita tetap bisa menciptakan suasana kondusif bagi kebenaran yang kita perjuangkan.
  7. Menolak itu memang tidak sekadar berkata tidak. Harus ada pengetahuan, ketrampilan, kedewasaan, dibalik keneranian yang harus muncul secara tegas.
  8. Dalam Islam perintah dan larangan adalah dua mata yang berdampingan.
  9. Kita rindu sosok-sosok Muslim, yang tegas tanpa harus menghancurkan, yang berani tanpa harus mendzolimi.
  10. Belajar menjadi penolak yang bijak, argumentatif, dan tetap dalam bingkai iman dan etika keshalihan
 
Leave a comment

Posted by on July 31, 2007 in Artikel

 

Tags: , , , , , , ,

 
%d bloggers like this: