RSS

Tag Archives: cherry

Mengenal Stone Fruit

Apa kesan yang terlintas saat mendengar istilah “stone fruit”? Kebanyakan kita mungkin berpikir dan membayangkan buah batu yang bijinya keras dan besar. Ketika disodorkan di hadapan kita beberapa contoh buah jenis ini barulah kita kebingungan bagaimana membedakannya? Peach, nectarine, plum, aprikot, dan cherry adalah semua anggota dari genus prunus (family Rosaceae), oleh karena itu kekerabatannya dekat. Buah ini umumnya disebut sebagai stone fruits (buah batu) karena benihnya sangat besar dan keras. Mangga pun dimasukkan dalam kategori buah ini. Meskipun begitu pemahaman umum seperti ini berbeda dengan ahli botani karena tidak semua stone fruit harus berbuah besar dan tunggal karena Rasberries pun masuk kategori stone fruits.

Kita yang berada di wilayah tropis tentunya asing dengan nama-nama buah ini. Bentuknya pun bahkan tidak tahu. Berbeda dengan penduduk yang berada di daerah subtropis, aneka stone fruits justru menjadi buah unggulan. China menjadi negara produsen terbesar dimana 50% peach dan nectarine di negara ini. USA, Italy dan Spanyol menjadi negara produsen berikutnya dengan produksi lebih dari 1 juta ton per tahun. Rata-rata produktifitas lahan yang ada mencapai 20 ton/ha, namun petani yang mampu merawat dengan optimal mampu menghasilkan 40 ton/ha.

Prof. Daniele Bassi dan Prof. Antonio Ferrante, Dept. Agricultural and Environmental Science University of Milano dalam presentasinya di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) menyampaikan rencana dan apa yang sudah dicapai dalam penelitian buah peach dan apricort di Itali. Dalam uraiannya, ia telah mengoleksi ratusan plasma nutfah berbagai stone fruit di dunia. Dan ternyata selain dari China, peach dan apricort berkembang baik di Jepang. Jepang dianggap sebagai negara yang punya plasma nutfah buah dengan keragaman yang unggul. Dari penelusurannya, indukan tanaman yang didapat dari New Jersey, USA ternyata awalnya dari Jepang.

Maka kedatangannya ke Jepang termasuk dalam rangka kerjasama pertukaran material untuk breeding program. Dalam hal ini jujur saja, kita tertinggal jauh. Begitu rumitnya mekanisme untuk kerjasama dan disisi lain begitu mudahnya plasma nutdah kita keluar secara ilegal dan dimiliki peneliti lain. Kerjasama yang saling menguntungkan memang perlu digagas dan terus diupayakan, apalagi tantangan global seperti climate change, serangan hama dan penyakit yang mematikan sekarang ini tidak hanya dialami satu-dua negara saja.

Itali yang selama ini diuntungkan dengan kondisi geografis yang sangat mendukung pengembangan buah di wilayah utara negaranya saat ini perlu terus berinovasi karena kompetitor meraka di Eropa yaitu Spanyol sudah menggeser posisi Itali dalam jumlah tonase ekspor ke negara sekitarnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghasilkan buah yang sesuai preferensi konsumen di masa datang. Dan hal ini tentunya tidak mudah mengingat ketatnya standar Eropa, terutama dalam keamanan pangan. Usaha meningkatkan daya simpan agar buah bisa lebih lama sampai konsumen pun terus dilakukan.

Lalu bagaimana cara membedakan jenis stone fruits tersebut? Berikut secara ringkas beberapa jenis stone fruit:

Plum

Plum terkait erat dengan buah persik dan ceri dan secara luas dimakan segar sebagai buah pencuci mulut, dimasak sebagai kolak atau selai, atau sebagai bahan kue. Eropa plum (P. domestica) dan plum Jepang (P. salicina) yang ditanam secara komersial untuk buah-buahan, dan sejumlah spesies, termasuk plum ungu-daun (P. cerasifera), digunakan sebagai tanaman hias untuk karena mengasilkan bunga dan daun yang menarik.

Plum – Encyclopedia Britannica

 

Peach

Tanaman peach berdaun kecil dimana pohonya mampu tumbuh sampai dengan ketinggian 25 sampai 30 kaki, banyak ditanam di Amerika Serikat, Eropa, dan China dan umumnya diminum dalam bentuk jus. Ada beberapa kultivar peach tumbuh di seluruh dunia yang berbeda dalam warna, ukuran dan karakteristik tumbuh berdasarkan daerah asal. Bunga peach muncul di musim semi. Secara umum, masa panen buah hampir seragam antara Mei dan September. Buahnya seukuran apel kecil, dengan diameter dan berat sekitar 130-160 gram.

Peach

 

Aprikort

Aprikot dibudidayakan hampir di seluruh dunia, terutama di Mediterania. Mereka dimakan segar atau dimasak dan diawetkan dengan pengalengan atau pengeringan. Buah ini juga banyak dibuat menjadi selai dan sering digunakan untuk perasa minuman. Aprikot merupakan sumber yang baik untuk vitamin A dan kandungan gula alaminya tinggi.

Apricot – Pinterest

Nektarine

Nectarine disebut sebagai varian genetik peach umumnya, nektarin itu kemungkinan besar domestifikasi dari Cina lebih dari 4.000 tahun yang lalu, sepintas nectarine dan peach pohonnya hampir tidak bisa dibedakan. Ciri khas yang membedakannya dengan peach adalah tidak adanya bulu-bulu halus di permukaannya. Bulu-bulu halus pada permukaan buah ini merupakan ciri khas dari peach itu sendiri. Terkadang, saat bunga peach mengalami polinasi, maka akan dihasilkan dua jenis biji, satu jenis yang akan tumbuh menjadi pohon nektarin dan jenis yang lainnya akan tumbuh menjadi pohon peach itu sendiri

© alexlukin/Fotolia

 

Cherry

Kebanyakan buah cherry tumbuh di belahan bumi utara. Ceri tidak mencakup satu jenis saja, tetapi ada beberapa, seperti P. cerasus, P. avium, dan P. emarginata. Di Jepang, cherry disukai dan bunganya disebut Sakura. Buah ceri mengandung antosianin, yaitu pigmen warna merah yang baik untuk kesehatan karena merupakan antioksidan. Selain itu, rutin mengkonsumsi buah ceri setiap hari dapat menurunkan jumlah kadar asam urat dalam tubuh, bahkan dapat menyembuhkan pirai.

@pinterest

 

Jika hanya melihat penjelasan dan gambar di atas, sekilas memang mudah membedakan, namun ketika ditampilkan berbagai varietas tersebut bersamaan, tentunya sulit untuk membedakan mana itu peach, nectarine, plum, dan aprikot. Seperti yang saya alami kemarin ketika melihat tampilan berbagai varietas di slide presentasi. Apalagi masing-masing variannya juga banyak dengan warna buah matang yang berbeda pula. Semoga bisa merasakan satu per satu, sehingga nanti mudah untuk membedakannya. 🙂

 

Tokyo, 23 Maret 2017

 
Leave a comment

Posted by on March 23, 2017 in Activity, Jepang

 

Tags: , , , , ,

 
%d bloggers like this: