RSS

Category Archives: umum

108 Milyar dan Padang Mahsyar

Tak sengaja menemukan artikel di National Geographic dan mencoba mencocokkannya dengan PRB (Population Reference Bureau), angka yang ditampilkan sama. Artikel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1995 dan diperbarui pada tahun 2002 menampilkan angka 108 Milyar manusia yang pernah hidup di bumi ini. Dan yang sekarang ini hidup di bumi ini yaitu 7 Milyar dan diperkirakan akan bertambah menjadi 9 Milyar pada 2050. Jumlah yang pastinya akan memicu banyak permasalahan skala dunia jika tidak tertangani dengan baik: kelaparan, konflik sosial, pemerataan pembangunan, dll.

Pendekatan semi ilmiah ini menggunakan asumsi pertumbuhan populasi konstan pada periode tertentu. Periode 8000 SM ke 1 AD adalah kunci untuk menentukan besarnya jumlah manusia. Pada awal zaman bertani, sekitar tahun 8000 SM populasi dunia berada pada angka 5 juta, angka yang diberikan oleh PBB.
Read the rest of this entry »

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 1, 2017 in umum

 

Happy Ramadhan!

 

“O you who have believed, decreed upon you is fasting as it was decreed upon those before you that you may become righteous”
(Al-Quran 2:183)

Bagaikan bunga sakura, Ramadhan yang kedatangannya setahun sekali sangat dinanti. Namun, Ramadhan tentunya jauh lebih baik dari dunia dan seisinya. Aura bulan suci ini sungguh menggetarkan, peluang pahala berlimpah. Semoga kita bisa menjalani Ramadhan 1438 H ini lebih baik dari sebelumnya, tidak berlalu begitu saja. Mari raih keutamaannya. Marhaban ya Ramadhan.

 
Leave a comment

Posted by on May 26, 2017 in umum

 

Tags:

Belajar Antre


Ada banyak hak yang dijaga ketika kita mau antre. Siapa yang duluan, dia lebih berhak untuk memperoleh haknya, dalam membeli maupun duduk menggunakan fasilitas publik, dll. Namun begitu, prioritas tetep diberikan kepada orang tua, ibu hamil dan anak-anak ketika naik bus maupun kereta, sehingga yang di belakang dan membutuhkan tetap nyaman.

Fadhil dan Aisyah pun sedang belajar antre. Seringkali bertanya ngapain sih harus berbaris? Untuk hal ini kami pun mudah memberi pengertian. Namun ada fenomena yg unik yang kami juga sulit mengerti, dimana disini orang rela antre 1 jam sebelum toko buka maupun untuk makan rela berdiri lama mengular untuk menunggu gilirannya. Awal-awal memang sulit karena maunya duluan masuk bus, masuk kereta, masuk lift dan macam-macam aktifitas, mereka maunya serba pertama. Namun perlahan tapi pasti, anak-anak mulai mengerti.

Dengan antre semua lebih nyaman, selamat dan juga anak belajar untuk menghargai sebuah usaha; jika mau duluan ya datang dulu dengan persiapan lebih awal. Anakpun merasa bahwa orang lain juga penting. Rasa malu pun akan tumbuh jika merampas hak orang lain.

Ada banyak hal yang bisa dipelajari, dan pelajaran hidup antre sejak dini ini memang akan bermanfaat kelak, bahwa manfaat antre itu menjaga banyak hak dan agar semua hak tertunaikan dengan baik, kita wajib untuk ikut etika baik yg dijunjung masyarakat sekitar. Toh, kita juga ingin dihargai kan? 😊

Tokyo, 17 Maret 2017

 
Leave a comment

Posted by on March 17, 2017 in Activity, umum

 

“Andaikata”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta ‘ala daripada orang mukmin yang lemah. Pada masing-masing memang terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan; ‘Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu’. Tetapi katakanlah; ‘lni sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata ‘andaikata’ akan membukakan jalan bagi godaan syaitan. – with Yanuk

View on Path

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2017 in Renungan, umum

 

Memberi Pengertian Anak

fasya-fadhil-aisyah

Nggak jadi beli es cream, magnet kulkas pun jadi penghibur.  ^_^

Yang paling menantang ketika mengajak anak jalan-jalan yaitu ketika mereka ingin sesuatu, es krim dan snack misalnya, kita harus mengalihkan perhatian mereka. Berbagai makanan dan olahan di Jepang, benar-benar dikemas dengan penampilan cantik tersaji membuat siapapun ingin mencoba. Tampilannya lucu, unik dan menggemaskan! Jangankan anak-anak, orang dewasa pun menginginkannya. Tidak semua halal, pun begitu tidak semua haram. Ketika tidak ada logo halal, ingredient perlu diperhatikan. Jika tidak mengandung yang haram, misal emulsifier dari kedelai, Insya Allah aman dikonsumsi.

Kebanyakan makanan di Jepang tidak bisa dikonsumsi karena mengandung bahan yang terlarang. Bagi anak-anak memberi pengertian itu susah-susah gampang. Apalagi jika sudah begitu merengeknya. Belok kanan, eh ketemu foodcourt. Belok kiri, eh ada godaan lagi, toko mainan yang aduhai kerennya. Ya, untungnya anak-anak kami bisa diberi pengertian walau pengalihannya perlu waktu cukup lama. Caranya ya dibelikan magnet yang lucu ataupun dengan pengalihan lainnya.

Ya, kita tentunya tak ingin anak-anak yang selama ini kita jaga dari makan makanan haram, justru menjadi tidak terkendali makanannya di negeri perantauan dan akan semakin berat nantinya mengajari agama.

Dongeng dari buku cerita dan kartun Dodo Syamil sangat membantu memberi pengertian pemahaman yang mudah dimengerti oleh anak. Semoga yang membuat media tersebut dilimpahi banyak keberkahan, ilmu yang terus mengalir. Meski kami meihatnya dari upload seseorang si youtube.

Insya Allah, hidup ini ujian. Jalani saja sebaik-baiknya. Dan untuk kau Nak… Semoga terus tumbuh menjadi anak sholih dan menjadi pembela agama Islam. Kelak, kami sebagai ayah-bundamu butuh doa-doa dan pembelaanmu di akherat. – with Yanuk

View on Path

 
4 Comments

Posted by on February 1, 2017 in Perjalanan, umum

 

Tags: ,

Waktu

Dari bayang-bayang jendela itu, tampak berbagai aktivitas kesibukan warga Kota. Ada yang berlari, tapi lebih banyak yang berjalan terburu. Semuanya tampak mengejar waktu. Waktu adalah kehidupan. Sebagian waktu lebih berharga dari sebagian waktu lainnya.

Diantara gambaran terindah Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam mengenai nilai waktu adalah sabdanya, “Setiap kali fajar menyingsing, maka hari berseru, ‘ Wahai manusia, aku adalah makhluk yang baru, menjadi saksi atas amalmu, maka ambillah bekal dariku, karena aku tidak akan kembali hingga hari kiamat ”

“Kereta api tidak pernah keluar dari jalurnya. Ia selalu berpijak pada relnya.”

Kita pun selalu diingatkan akan tujuan utama kita di dunia, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jangan sampai dimanfaatkan untuk selain yang mampu mengantarkan kita pada tujuan utama kita, akherat. Teguran-teguran kecil senantiasa diberikan agar kita kembali ke jalurnya. Kecuali sudah keterlaluan, maka berbuatlah sesukamu, pandangan dan kesenangan dunia justru akan dibuka dan semakin melenakanmu.

Umar radhiyallahu ‘anhu berdoa kepada Allah agar diberikan keberkahan waktu dan kebaikannya. Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser di hari kiamat sehingga Allah bertanya kepadanya tentang umur yang ia habis kan, tentang harta darimana ia mendapatkannya dan untuk apa ia membelanjakannya? – with Yanuk

View on Path

 
Leave a comment

Posted by on January 29, 2017 in Perjalanan, Renungan, umum

 

Tags: ,

Guide Us to The Straight Path

img_6949

Guide us to the straight path. The path of those upon whom You have bestowed favor, not of those who have evoked [Your] anger or of those who are astray. (Al-Fatihah 6-7, Qur’an)

Path

 
1 Comment

Posted by on December 24, 2016 in Renungan, umum

 

Tags: , ,

Kelengkapan Membuat COE Jepang

img_6241

Certificate of Eligibility Japan, COE keluarga sudah jadi, Alhamdulillah

Bagi kita yang mencanangkan ambil studi ke Jepang, biasanya salah satu pertimbangannya memilih Jepang karena di negeri ini sangat ramah dengan keluarga dan pendidikannya bagus. Kebersamaan dengan keluarga bagi saya pribadi adalah sebuah hal yang harus diupayakan. Akan lebih bermakna jika beasiswa yang kita dapatkan manfaatnya tidak hanya untuk kita penerima saja, tapi bisa juga “dinikmati” untuk keluarga. Keluarga turut merasakan beasiswa dengan pengalaman di luar negeri dan juga pendidikan yang bisa didapatkan. Dan yang pasti perkembangan sang anak terus bisa kita bersamai bersama istri.

Tidak mudah untuk mengajak keluarga bersamman ketika kita berangkat pertama kali. Biasanya tantangannya adalah karena belum mendapatkan tempat tinggal yang layak untuk keluarga, karena apartemen yang fix di awal adalah single room dan yang paling penting adalah sulitnya mendapat COE karena itemnya banyak. Ada beberapa sensei yang mau menjamin dan menguruskan COE untuk si penerima beasiswa dan keluarganya, yang seperti ini patut dicoba dulu. Namun umumnya diminta berangkat dulu dan setelah itu (sekitar 3 bulan) keluarga bisa menyusul.

Jalan yang ditempuh untuk mengajak keluarga ada 3 yaitu;

Pertama, langsung berangkat dengan COE lengkap sebagaimana contoh kasus di atas. Sensei atau universitas membantu untuk menguruskan sehingga COE bisa terbit bersamaan dan amanlah berangkat ke Jepang. Begitu mendarat di Airport lansung bisa mendapatkan Residence Card sesuai waktu studi yang tertera. Kedua, langsung berangkat dengan visa kunjungan dan begitu datang langsung mengurus COE. Cara ini sangat riskan, namun ada teman yang sukses melakukannya. Syaratnya memang semua akomodasi di tempat tujuan sudah beres. Dan yang ketiga, mengurus COE keluarga setelah datang di Jepang. Cara ini yang sangat umum ditempuh oleh mahasiswa karena resiko bisa lebih diprediksi dan tentunya lebih nyaman untuk keluarga. Selisihnya paling cepat sekitar 2 bulan dari kedatangan kita.

Kali ini saya akan berbagi informasi mengenai bagaimana mendapatkan COE di Jepang, karena sudah saya lakukan dan buktikan sendiri, dan sukses tanpa revisi, oleh karena itu saya share ke temen-teman. Jalur yang saya tempuh adalah yang ketiga, dimana saya memilih datang duluan dan mempersiapkan segala sesuatu disini selama 1 bulan pertama dan kemudian mengurus COE di Tokyo Regional Immigration Bureau Tachikawa Branch Office. Saya masukkan berkas Senin tanggal 31 Oktober 2016 dan COE saya terima pada Selasa, 6 Desember 2016 atau proses berlangsung selama 5 pekan. Ada yang cukup 3 pekan saja dapat COE, tergantung memang dengan banyaknya aplikasi yang masuk saat itu.

Berikut persyaratan COE untuk mengundang keluarga ke Jepang;

  1. Application Form (masing-masing).
  2. Fotocopy dan terjemahan surat nikah (terjemahkan dalam bahasa Jepang, tidak perlu penerjemah bersertifikat).
  3. Fotocopy dan terjemahan akta lahir (masing-masing), untuk syarat ini juga terjemahkan dalam bahasa Jepang, tidak perlu penerjemah bersertifikat)
  4. Form Letter of Guarantee (masing-masing)
  5. Fotocopy Paspor (masing-masing termasuk paspor kita).
  6. Fotocopy dan asli Resident Card (zairyu).
  7. Amplop A5 dan perangko 392 Yen (jika berkas lebih dari 1, misal saya kemarin 3 bekas, cukup 1 aja amplop beserta perangkonya, perangko 392 yen ditempelkan di amplopnya, tuliskan alamat di Jepang). Perangko bisa dibeli di kantor pos atau kombini.
  8. Pasfoto 3×4 sebanyak 1 lembar (masing-masing), ditempel di berkas pengajuan.
  9. Surat Enrollment letter dari Kampus (tinggal print di mesin yang ada di kampus, bisa pilih bahasa Jepang atau Inggris, saya print yang bahasa Jepang).
  10. Sponsor letter atau keterangan bahwa mendapatkan beasiswa (dan besaran monthly allowance jika ada).
  11. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan terjemahkan dalam bahasa Inggris.
  12. Fotokopi saldo terakhir buku tabungan. Tidak ada harus sekian Yen. Saat itu di buku tabungan saya hanya ada 290 Yen karena kiriman belum masuk, dan ternyata tidak masalah (COE tetap keluar) karena mungkin lebih dilihat sponsor letter beasiswa itu.
  13. Fotokopi dan asli Surat Juminhyo dari Kuyakusho. (Difoto-kopi untuk masing-masing), aslinya bisa disimpan. Biayanya cetaknya 250 yen, ditunggu sebentar jadi. Beberapa teman malah sudah punya sejak pendaftaran alamat apato resident card.

Beberapa file syarat COE bisa di-download disini. Link web resmi Imigrasi Jepang disini.

Syarat di atas saya ikuti dan alhamdulillah lancar. Teman dari negara lain sampai memakai penerjemah yang bersertifikat, selain mahal, sebenarnya hal ini tidak perlu. Cukup kita saja yang menterjemahkan dan menandatanganinya. Berkas terjemahan selalu lampiri dengan fotokopian dari berkas asli. Karena pengajuan COE ini masing-masing, maka cek lagi untuk tiap anggota keluarga lengkap semua itemnya. Semoga sukses! Jika dalam 1 pekan tidak ada surat ke mailbox kita untuk melengkapi berkas, perlu bersyukur, berarti berkas yang dikumpulkan kemarin lengkap dan sudah diproses. COE akan jadi 3 pekan sampai 2 bulan.

Ada teman yang aplly COE namun lama ga jadi-jadi, dan karena kedatangan keluarga sudah tidak bisa ditunda lagi, ia langsung pulang ke Indonesia untuk menempuh jalan kedua. Jadi dari pilihan kedua seperti penjelasan sebelumnya, mau beralih ke yang pertama. Ternyata ketika pulang ke Indonesia, COE datang ke alamat rumahnya di Jepang. Ketika kembali ke Jepang dan ingin mengurus COE, prosedur menjadi rumit. Harusnya COE yang sudah diperoleh dipakai ketika hendak keluar airport di Jepang, namun kemarin masuk ke Jepang dengan visa kunjungan. Proses perpindahan status itu menjadi lebih berliku. Jadi COE memang diurus ketika yang bersangkutan belum masuk Jepang. Alhamdulillah, bisa diselesaikan dengan baik dan mendapat resident card, dan keluarga tidak perlu kembali ke Indonesia. Tentunya menguras energi juga meloby peraturan Jepang yang terkenal kaku, kadang tergantung kebijaksanaan petugas lapang. Hikmahnya untuk temen-temen semua, bersabarlah dengan proses yang sudah dipilih dan ditempuh.

Terima kasih kepada pak Ali dan mas Arie Wahyu yang memberikan detail syarat-syarat ini. Insya Allah keluarga kami segera berkumpul sebagaimana keluarga kalian yang sudah berkumpul.

Tokyo, 24 Desember 2016

 
Leave a comment

Posted by on December 24, 2016 in Jepang, umum

 

Tags: , , , , , ,

Pijakan Kaki yang Kokoh

originalKetika menerangkan tentang teori ekonomi dan diskusi mengenai perkembangan riset, Sensei tiba-tiba naik kursi dan memperagakan betapa riskannya jika pijakan kaki di atas kursi yang beroda, mudah tergelincir. Kemudian beliau turun dan berdiri tegap di lantai. Walau ada yang menggoyang, posisi bisa lebih stabil.

Begitu ekspresif menceritakan dan menjelaskan ke saya, walau sudah sama-sama mengerti. Namun sikap ekapresifnya itu memberi penekanan lebih. Be careful with your research! Pesan utamanya, semua riset dan penelitian harus berpijak dr penelitian lain yang kuat (stabil); menambahi, mengurangi, mengkritisi dan memberi solusi hal yang baru. Melanjutkan hal-hal yang sudah ada dengan menemukan sisi novelty.

Hal yang sebelumnya sering dicela di negeri kita dan meminta kita bener-bener menemukan hal yang baru yang belum pernah dilakukan orang lain. Kita mendadak diminta lebih hebat dari Einstein, Al Khawarismi, James Watt dan berbagai penemu lainnya. Bagi saya pesannya sangat masuk akal. Lakukan sesuatu dari pijakan yang kokoh.

Pijakan yang kokoh itu kita perlukan dalam bersikap. Jangan sampai mudah goyah, mudah dioombang-ambingkan isu-isu liar dan berita tidak jelas. Kita besok akan mempertanggungjawabkan amal kita sendiri-sendiri. Bukan dihisab secara jamaah atau tergantung teman, keluarga, orang tua dan faktor x lainnya. Be your self!

#odaiba #gundam #pijakan #kokoh #patlabor #tokyo #japan #teory – at Odaiba (お台場)

View on Path

 
Leave a comment

Posted by on December 17, 2016 in umum

 

Tags: , ,

Gas Metana

Lagi-lagi, penghasilnya terbanyak juga negara maju. Peternakannya sangat intensif. Apalagi wagyu (sapi Jepang), yang harga 1 kgnya lebih dari Rp 4.000.000,-

Sapi Kobe misalnya diberi makan dengan rumput yang masih fresh dilengkapi dengan buah-buahan dan sayur-sayuran. Pemberianny dengan cara dilumatkan yang bertujuan untuk melengkapi vitamin dan mineral si sapi. Sapi ini juga sering diajak ngobrol, dan didengerin musik biar ga stress. Misalnya dengerin lagu klasik sambil dikasih minum sake. Tujuannya biar ngantuk dan rileks. Selain itu juga dipijat agar mencegah kram otot, terutama peternakan yang tidak mempunyai cukup ruang untuk pergerakan sapi.

Ketimpangan dalam berbagai hal ini di kalangan akademisi mendapat perhatian. Sampai kapan kita akan terus begini? Di saat yang lain masih kekurangan, sebagian orang bermewah-mewahan dan menghabiskan sumberdaya alam.

Peneliti berusaha mengurangi gas metana pada sapi dengan mengatur bahan pakan. Pakan dari Jagung dinilai lebih sedikit emisi methan-nya. Jenis makanan berbasis jagung relatif kaya pati sehingga di perut besar diolah secara berbeda. Dibandingkan dengan silase rumput yang strukturnya kasar dan kaya serat, pakan dari padi jagung akan menghasilkan gas methana yang lebih sedikit. Kotoran dan limbah peternakan menghasilkan 20% emisi peternakan.

View on Path

 
Leave a comment

Posted by on December 11, 2016 in umum

 

Tags: ,

 
%d bloggers like this: