RSS

Category Archives: Tingkah Polah Anak

Anak Hilang

Sore ini kami mendapatkan pengalaman yang berharga, dan semoga tidak terjadi lagi. Biasanya hanya melihat poster atau berpapasan dengan ortu yang bahagia dipertemukan lagi dengan anaknya yang terpisah, baik di tengah keramaian maupun di stasiun. Namun, kali ini kami mengalaminya. Ya, Fadhil sempat ilang hampir 1 jam.

Bermaksud menengok istri yang sedang pemulihan persalinan, sore sehabis kuliah anak-anak kuajak menuju rumah sakit yang total waktu tempuhnya 40 menit dengan bus dan kereta, atau maksimal 1 jam bila agak ramai. Di perjalanan seolah tampak lancar, sampai di stasiun Bubaigawara, pengalaman yang tidak diinginkan itu terjadi.

Karena persimpangan stasiun dan cukup ramai, Fadhil yang awalnya kugandeng untuk masuk kereta, gandengannya terlepas. Awalnya kukira pasti mengikuti, lha tinggal dua langkah saja dari pintu kereta. Ternyata tidak!…

Sadarnya ketika sedang cari lokasi berdiri yang nyaman di dalam kereta. Tengok sana, tengok sini. Nanya sana, nanya sini tidak ada yang tahu. Foto hpku pun tak perlihatkan saat nanya ke orang-orang. Bahkan gerbong demi gerbong kucek bersama Aisyah (adiknya), hasilnya nihil. Langsung saja perkiraanku, dia ketinggalan di stasiun transit tadi.

Akhirnya di stasiun berikutnya keluar dan langsung lapor petugas. Khawatir terjadi apa-apa. Bayangan buruk pun berusaha kuenyahkan, tapi sulit ilang. Misal, diculik orang. Maklum, lha Ayahnya saja deg-degan cemas, apalagi Fadhil sendirian. Pasti celingak-celinguk gak karuan. Gak kebayang, kasihan kau Nak! Semoga tidak terjadi apa-apa.

Petugas pun menanyakan ciri detail. Beruntung sebelum berangkat sempat memfoto Fadhil dan Aisyah. Dengan mudah pun sosoknya teridentifikasi. Sekitar 20 menit kemudian, petugas pun memberi tahu bahwa ditemukan anak dengan ciri yng dimaksud. Alhamdulillah…

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , ,

Muhammad Al Fatih

Alhamdulillah, Allahu Akbar, telah lahir anak ketiga kami, putra; “Muhammad Al Fatih” (Fatih) pada tanggal 9 Mei 2017 (12 Sya’ban 1438 H) pukul 13.33 JST dengan berat 2604gr dan panjang 50cm. Mohon doanya agar kelak anak kami dapat menjadi anak yang senantiasa cinta dan taat pada Allah dan RasulNya, berbakti kepada kedua orangtua, bermanfaat bagi sesama, soleh, sehat dan cerdas.

Zainuri Hanif & Yanuk Wulandari

Terima kasih tak terkira kepada semua teman-teman yang telah membantu menuju persalinan, terutama mba Atik Wiastiningsih, mba Atiqotun Fitriyah,Rubi Heryanto & Maya, Akebonosho crew, mas Indra Purnama Tanjung & mba Mima, temen-temen PPI Nokodai, Keluarga Muslim Fuchu Koganei dan semua pihak yang tidak bisa kami sebut satu per satu. Jazakumullah khairan Jaza’.

 
 

Aisyah

aisyah-zahira-mumtaza

Aisyah adinda kita tidak banyak berkata
Aisyah adinda kita dia memberi contoh saja

Ada sepuluh Aisyah berbusana muslimah
Ada seratus Aisyah berbusana muslimah
Ada sejuta Aisyah berbusana muslimah
Ada sejuta Aisyah, Aisyah adinda kita

(Bimbo – Aisyah Adinda Kita)

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2017 in Tingkah Polah Anak

 

Tags:

Bakpia

Bakpia enakBakpia, siapa yang tak kenal? Oleh-oleh khas Jogja yang menjamur dan mudah ditemui di pusat oleh-oleh. Dari sekian banyak merk bakpia, kami punya langganan sendiri. Bakpia punya Budhe dan salah satu merk popular yang selalu ramai tokonya. Lebaran kemarin, membeli beberapa kotak untuk oleh-oleh tetangga, ada 1 yang kami buka untuk dimakan keluarga.

Aisyah yang pekan ini maunya dipanggil Dek Cah (intonasi harus pas ya, kalau ga bakalan diprotes… haha), seneng juga bakpia.  “Dek Cah dah makan 2” katanya sambil menjulurkan tanda victory.

“Ohya, enak gak? Ayah ambilin 1 ya?” pintaku

Segera dia lari ke ruang tengah dan mengambil 1 butir. Kugigit sedikit dan ternyata dia minta disuapin. Dan disuapin lagi. Akhirnya akupun cuma bisa makan satu gigitan tadi.

“Wah Deh Cah suka ya? Coba ambilin kardusnya, ayah juga mau nih!”

Segera dia lari lagi ke ruang tengah dan kembali dengan kardus bakpia. Dan ketika kubuka, oalah… kok kosong? tinggal remah-remahnya. “Habis ya Bunda bakpianya?”

Istriku pun menyahut; “Kayaknya masih banyak, tadi Bunda cuma makan 2, anak-anak paling habis 3 saja. Mestinya masih 10 biji kan?”

“Deh Cah kok bakpianya habis ini? Ayah ga kebagian ya?”

Si kecil hanya mengangguk… “he.em”. Ohya udah… syukur kalau anak-anak suka.

Pas lewat ruang tengah lihat sekitar 10 bakpia tergelepar dengan acak-acakan, aku baru sadar… ternyata anak-anak polos banget ya? Diminta bawain kardusnya, bener-bener dibawain kardusnya doang. Bakpianya semua dikeluarkan. haha…

Oalah… maafkan ayahmu yang salah kasih perintah ya nak. T_T

 

Batu, 13 Juli 2016

 
Leave a comment

Posted by on July 13, 2016 in Tingkah Polah Anak

 

Tags: ,

 
%d bloggers like this: