RSS

Category Archives: Riset

Isu Hangat Pangan Dunia

Nobel Prize Dialogue 2018_Balitbangtan Kanto Area
“The Future of Food” tema yang diangkat dalam Nobel Prize Dialogue Tokyo 2018 menjadi acara yang menarik bagi kami, selain karena background kami di pertanian, tentunya kesempatan yang sangat berharga mendengar dan belajar dengan pakarnya langsung; penerima nobel prize dan para ahli di bidangnya mengenai isu paling hangat pangan dunia.

Sesi yang berjalan tidak ada pembicara yang merasa bahwa bidangnya paling penting atau paling perlu mendapat perhatian lebih. Level mereka sudah sampai kolaborasi dan lebih menjelasakan isu terhangat secara akademis. Misalnya permasalahan mengenai akses pangan (supply-value chain), kesehatan, air dan sistem irigasi, inovasi dalam varietas baru, climate change dan sustainability.

Dalam penerapan solusinya memang pemerintah secara politik nantinya pasti ada prioritas penyelesain masalah. Dan itu bisa diukur sejauh mana sebuah masalah diselesaikan paling besar dampaknya terhadap sektor lain. Seringkali memang solusi secara scientific sangat berbeda dengan keputusan politik yang diambil. Namun masalah politik tidak dibahas kali ini.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 13, 2018 in Activity, Jepang, Riset

 

Tags: ,

Dapatkah Rekayasa Genetika Menyelamatkan Jeruk Florida?

percobaan CVPD

Picture: Tenda ini berisi tanaman inang kutu loncat jeruk Asia yang dibesarkan untuk penelitian sampai dewasa. (Foto oleh Craig Cutler National Geographic)

Citrus greening (huanglongbing) wabah yang bisa menghapus $9 Milyar industri jeruk di Florida

Dimulai dengan sentuhan kutu loncat yang menyerang kuncup, tunas, daun-daun muda dan tangkai daun. Dari sinilah kemudian bakteri menginkubasi akar tanaman dalam pohon kemudian bergerak kembali ke batang, hal ini menyebabkan jalur nutrisi terhambat. Daun kemudian menguning, banyak buah jatuh sebelum masa panen, batang menjadi coklat.

Dalam 1 dekade terakhir, Jeruk di Florida sangat merana. Sejak muncul pada 2005, citrus greening yang dalam bahasa China dikenal dengan nama Huanglongbing telah menyebar di Florida layaknya banjir bandang. Tanpa hambatan, penyakit ini secara intensif menyebar melalui kutu loncat dan menginfeksi hampir setiap kebun di negara bagian tersebut. Diperkirakan 80% kebun jeruk di Florida terinfeksi dan terus mengalami penurunan produksi.

Penyakit ini menyebar melebihi batas teritorial negara bagian Florida ke setiap kebun jeruk yang ada di Amerika Serikat. Meskipun banyak perkembangan generasi ilmu pemuliaan yang dilakukan manusia, tanaman jeruk belum bisa tahan serangan huanglongbing. Jeruk yang diserang adalah jeruk lemons, jeruk pamelo dan berbagai spesies jeruk lainnya. Sekali tanaman jeruk terkena infeksi penyakit ini, tanaman ini akan mati. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on April 4, 2015 in Riset

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

[Data] Analisis Teknis Pengusahaan Buah Skala Orchard (5, 50 dan 500 ha)

usaha tani jeruk

NO URAIAN KOMODITAS JERUK (5 Ha) KOMODITAS JERUK (50 Ha) KOMODITAS JERUK (500 Ha)
1 Teknis dan Manajemen
Varietas Keprok Keprok Keprok
Iklim
   Curah Hujan (mm/bulan) 110-160 110-160 110-160
   Suhu ˚C 20 20 20
Ketinggian (mdpl) 700-1200 700-1200 700-1200
Tanah (pH) 5.5-6.5 5.5 – 5.6 5.5 – 5.6
Jarak Tanam (m x m) 4 x 5 4 x 5 4 x 5
Populasi (tanaman/ha) 500 500 500
Umur Panen 4 tahun 4 tahun 4 tahun
Produktivitas (kg/pohon) 15-70 15 – 70 15 – 70
Produktivitas (ton/ha) 7,5-35 7,5 – 35 7,5 – 35
Pola Tanam Monokultur Monokultur Monokultur
Provinsi Wilayah Pengembangan Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, NTT Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, NTT Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, NTT
2 Panen dan Pasca Panen
Jenis Produk Olahan Jus dan Powder Jus dan Powder Jus dan Powder
Packaging House Mini packaging House Packaging house sedang Packaging house besar
3 Target Pemasaran
Domestik (%) 70 70 70
Ekspor (%) 30 30 30
Negara Tujuan Ekspor China, Jepang, Eropa, Amerika, Timur Tengah China, Jepang, Eropa, Amerika, Timur Tengah China, Jepang, Eropa, Amerika, Timur Tengah
4 Kebutuhan Tanaga Kerja
Manajerial (orang) 0 1 1
Profesional (orang) 1 12 105
Sub-Profesional 1 1 1
Teknisi (orang) 0 1 2
Buruh (orang) Okt-15 105 – 160 1050-1600

 

Sumber : Brief Summary Profil Investasi dan Bisnis (Tim IPB 2013)
Data lainnya >> [Data] Analisis Finansial Pengusahaan Buah Jeruk

 
Leave a comment

Posted by on February 13, 2015 in Riset

 

Tags: , ,

[Data] Analisis Finansial Pengusahaan Buah Jeruk

Grading Jeruk Keprok Batu 55

Pola pengembangan buah tropis (dan subtropis) berdasarkan luasan dan sistem pengelolaannya dapat dikategorikan menjadi skala kebun/orchard (<100 ha), skala Perkebunan Menengah (100 – 1.000 ha) dan skala Perkebunan Besar terintegrasi ( >1.000 ha). Skala kebun/orchard banyak dilakukan oleh petani buah Thailand, kompetitor utama buah Indonesia, sehingga lebih memungkinkan mereka untuk menerapkan teknologi yang lebih maju dan manajemen yang lebih profesional. Skala perkebunan banyak dilakukan oleh perusahaan besar seperti Great Giant Pineapple Corporation Indonesia dan perusahaan multinasional seperti di Dole Asia di Filipina. Buah tropis Thailand dan Filipina banyak menguasai pasar Asia dan pasar internasional.

Data usaha tani jeruk yang bersumber dari Brief Summary Profil Investasi dan Bisnis (Tim IPB 2013) di bawah ini semoga dapat dijadikan rujukan bagi peneliti, mahasiswa, petani atau siapapun yang ingin mengembangkan jeruk dan kepentingan lainnya. Untuk luas lahan kurang dari 5 Ha data belum tersedia.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on January 29, 2015 in Riset

 

Tags: , ,

Berburu Jeruk Keprok Tuban

Value Chain Jeruk Keprok Tuban

Sepekan ini saya dan tim melakukan survei “value chain” jeruk keprok di Tuban. Tim terdiri dr mba Lia dan mba Devi dari IPB dan pak Haris dr Unpad. Setelah sebelumnya menggali informasi di Dau dan sekitarnya, saat ini kami di Tuban untuk wawancara dan mencari data tentang jeruk keprok Tuban. Jeruk yang berkembang di wilayah ini yaitu varietas Keprok Tejakula dan Keprok Madura.

Sebagai orang yang awam di bidang rantai pasok, saya banyak belajar dari pak Haris yang sudah malang-melintang belasan tahun dalam mapping value chain berbagai rantai pasok komoditas utama yaitu daging sapi, padi, bawang merah dan berbagai project kerjasama dengan dalam dan luar negeri.

Survei kali ini dilakukan dengan pertanyaan terbuka. Dimana daftar point pertanyaan sebanyak 6 lembar sudah kami siapkan namun ketika wawancara kami tidak terpaku pada pertanyaan yang ada. Pertanyaan mengalir seperti snow ball. pertanyaan berkembang dan terus berkembang untuk menggali informasi. Karena keterbatasan waktu, satu informant kami wawancara sekitar 3 jam. Pengalaman pak Haris sendiri kadang bisa 1 hari dari pagi sampai sore mewawancarai 1 orang bahkan pernah sampai 3 hari penuh menggali informasi dari 1 orang. Pernah 1 bulan di lapang khusus menggali infomasi mengenai komoditas yang dijadikan survei.

Survei tertutup membutuhkan jumlah responden dalam jumlah tertentu. Namun dengan metode masuk melalui “key information” yang dikejar bukan jumlah responden tapi kualitas informasi yang didapat.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 11, 2014 in Riset

 

Tags: , ,

Riset-riset Minus Penerapan

Riset menyuguhkan keunggulan, daya saing, dan kesejahteraan sosial. Sayangnya, riset di Indonesia masih miskin penerapan. Dari tahun ke tahun, perhatian pemerintah justru kian menyusut dengan indikasi dana riset yang kian minim.

Laporan Pembangunan Manusia (Human Development Report) 2010 Program Pembangunan PBB (UNDP) mendudukkan Indonesia pada peringkat ke-110. Dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, Indonesia kalah unggul. Singapura peringkat ke-27, Malaysia (57), Thailand (92), dan Filipina (99).

Survei Indeks Pertumbuhan Daya Saing Global (Global Growth Competitiveness Index) 2011 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-46, Singapura (2), Malaysia (21), dan Brunei (28). Survei mencakup inovasi, telematika, dan transfer teknologi.

Kedua hasil itu mengindikasikan Indonesia kalah unggul, daya saing, dan kesejahteraan sosial. Penerapan hasil-hasil riset sangat rendah.

Situasi terkini

Nani Grace Berliana, peneliti pada Pusat Penelitian dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menggambarkan situasi terkini seiring terus menyusutnya dana riset di Indonesia.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2011 in Riset

 

Tags: , , ,

Keamanan Buah-Buahan Impor

Dewasa ini, hortikultura banyak diberi perhatian pemerintah untuk digalakkan  dan dikembangkan secara luas. Hal ini mengingat tingginya impor buah-buahan. Produk buah – buahan dan sayuran tropis di negara di Indonesia sebenarnya memiliki pangsa pasar yang cukup besar di dalam negeri dan peluang ekspor yang baik yang memungkinkan sebagai devisa negara non migas (Siswadi, 2007).

Dalam kenyataannya, pangsa pasar buah Indonesia masih dikuasai oleh buah-buah impor dari luar. Menurut data BPS (2008) yang telah diolah oleh Dirjen Hortikultura, terlihat bahwa hampir pada semua komoditi terjadi peningkatan impor buah. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa, untuk komoditi jeruk, apel, lengkeng, anggur dan stroberi yang merupakan komoditi mandat penelitian Balitjestro mengalami peningkatan impor dari luar yang cukup tajam / signifikan.

Meluasnya pasar buah impor di Indonesia, karena kualitas produk buah lokal Indonesia belum bisa menunjukkan keunggulannya dibandingkan dengan buah impor dari luar. Berlakunya sistem perdagangan bebas membuat pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk menanggulangi terjadinya peningkatan impor buah. Hal tersebut tidak perlu terjadi jika kita bisa membuktikan bahwa produk buah Indonesia pada dasarnya sanggup bersaing dengan buah impor baik dalam kualitas maupun harga.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 1, 2010 in Riset

 

Tags: , ,

Geliat Pengembangan Stroberi Indonesia

buah stroberi indonesia

stroberi petik pertama

Stroberi Indonesia sedang menggeliat, setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir ini sudah dikembangkan lebih luas. Tanaman stroberi merupakan buah daerah sub tropika, oleh karena itu stroberi yang dibudidayakan di Indonesia merupakan buah introduksi. Kesan dan image stroberi sebagai buah kelas tinggi, eksklusif dan sulit didapat secara perlahan mulai luntur. Sebelum ini kita hanya mendapatkan stroberi dalam berbagai olahannya. Misalnya rasa stroberi di wafer, ice cream, susu, roti, sirup, selai dan lain sebagainya. Sekarang, buah sroberi segar mudah didapat di tempat wisata, di toko, bahkan ditawarkan di terminal, angkutan, kereta api atau pinggir jalan. Mudah didapat!

Beberapa sentra stroberi di Indonesia adalah Desa Sawangan di Magelang, Desa Serang di Purbalingga Jawa Tengah, di Kalisoro Tawangmangu Jawa Tengah, PTPN XII Desa Jampit dan Desa Kampungbaru di Bondowoso Jawa Timur, Desa Pancasari dan Candikuning di Bedugul Bali, Agrokusuma dan Desa Pandan di Batu Jawa Timur, Desa Tongkoh di Brastagi Karo Sumatera Utara, dan di Lembang, Cianjur, Cipanas, Sukabumi serta Ciwidey di Jawa Barat.
Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on May 19, 2010 in Riset

 

Tags: ,

Kecenderungan Harga Pangan yang Menggelisahkan

Lebih dari 50 tahun pertanian dunia dibuat gelisah dengan tren harga pangan dan komoditas pertanian dunia pada umumnya yang terus menurun. Mungkin sudah banyak yang lupa bahwa pada 1960 harga minyak sawit mentah masih 1.102 dollar AS per ton, harga karet alam 3.77 dollar AS per kg, dan harga beras 519 dollar AS per ton. Pada 2000 harga sawit turun menjadi 307 dollar AS per ton, harga karet 68 sen dollar AS per kg, dan harga beras menjadi 201 dollar AS per ton.

Penurunan harga tersebut terjadi dalam situasi penduduk dunia yang terus meningkat dari sekitar 2 miliar penduduk pada 1950 menjadi lebih dari 6 miliar penduduk dunia pada awal 2000-an.

Artinya, dalam tempo lebih dari 50 tahun produksi pangan dunia melampaui kebutuhan yang meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan tingkat kesejahteraan dunia sehingga tren harga riil pangan di pasar dunia menurun terus.

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on February 22, 2010 in Riset

 

Tags: , , , , ,

Solusi Praktis Membangkitkan Buah Nusantara di Pasar Domestik dan Ekspor

Latar Belakang

Merangkum dari para pembicara sebelumnya, kendala-kendala yang dihadapi buah nusantara dalam usahanya untuk ‘bangkit’ dan lebih eksis di pasar domestik dan ekspor dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Kenyataan bahwa keanekaragamanhayati buah-buahan nusantara merupakan salah satu yang terbesar di dunia, tetapi produksi dan pemasarannya masih terkesan ‘seadanya’.
  2. Sentra produksi buah-buahan tertentu menurut kecocokan agroklimatnya mulai berkembang dalam 15 tahun terakhir, tetapi belum dapat mencukupi jumlah permintaan dan kontinuitas pasokan buah ke pasar.
  3. Penanganan pascapanen, pengemasan, transportasi dan distribusi buah-buahan yang sangat mudah rusak (perishable) pada umumnya belum dilaksanakan dengan baik.
  4. Sangat sedikit varietas ‘mapan’ buah nusantara yang dikenal luas oleh masyarakat, kebanyakan adalah varietas ‘tak bernama’, sehingga mutu buah di pasar tidak bisa konsisten. Sebaliknya buah-buahan impor datang lengkap dengan segala atribut dan merek dagangnya.
  5. Informasi dan publikasi mengenai buah-buahan nusantara unggulan masih sulit didapat dan kurang gencar dipromosikan, sehingga baru sebagian kecil masyarakat awam yang mengetahuinya.

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on January 29, 2010 in Riset

 

Tags: , , , , , , ,

 
%d bloggers like this: