RSS

Category Archives: Renungan

“Andaikata”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta ‘ala daripada orang mukmin yang lemah. Pada masing-masing memang terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan; ‘Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu’. Tetapi katakanlah; ‘lni sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata ‘andaikata’ akan membukakan jalan bagi godaan syaitan. – with Yanuk

View on Path

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2017 in Renungan, umum

 

Waktu

Dari bayang-bayang jendela itu, tampak berbagai aktivitas kesibukan warga Kota. Ada yang berlari, tapi lebih banyak yang berjalan terburu. Semuanya tampak mengejar waktu. Waktu adalah kehidupan. Sebagian waktu lebih berharga dari sebagian waktu lainnya.

Diantara gambaran terindah Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam mengenai nilai waktu adalah sabdanya, “Setiap kali fajar menyingsing, maka hari berseru, ‘ Wahai manusia, aku adalah makhluk yang baru, menjadi saksi atas amalmu, maka ambillah bekal dariku, karena aku tidak akan kembali hingga hari kiamat ”

“Kereta api tidak pernah keluar dari jalurnya. Ia selalu berpijak pada relnya.”

Kita pun selalu diingatkan akan tujuan utama kita di dunia, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jangan sampai dimanfaatkan untuk selain yang mampu mengantarkan kita pada tujuan utama kita, akherat. Teguran-teguran kecil senantiasa diberikan agar kita kembali ke jalurnya. Kecuali sudah keterlaluan, maka berbuatlah sesukamu, pandangan dan kesenangan dunia justru akan dibuka dan semakin melenakanmu.

Umar radhiyallahu ‘anhu berdoa kepada Allah agar diberikan keberkahan waktu dan kebaikannya. Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser di hari kiamat sehingga Allah bertanya kepadanya tentang umur yang ia habis kan, tentang harta darimana ia mendapatkannya dan untuk apa ia membelanjakannya? – with Yanuk

View on Path

 
Leave a comment

Posted by on January 29, 2017 in Perjalanan, Renungan, umum

 

Tags: ,

Guide Us to The Straight Path

img_6949

Guide us to the straight path. The path of those upon whom You have bestowed favor, not of those who have evoked [Your] anger or of those who are astray. (Al-Fatihah 6-7, Qur’an)

Path

 
1 Comment

Posted by on December 24, 2016 in Renungan, umum

 

Tags: , ,

The Magic of Seeing Something

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (20)

One destination is never a place, but a new way of seeing things. – Henry Miller

journey makes us know that we must learn and learn again. So many things that we did not understand. Interaction with nature, peoples, and animals, make us have a new different point of view. So, why we just stay at home? make a journey, it’s can make know more. Have a nice weekend!

 

weekly photo challenge

 
Leave a comment

Posted by on December 11, 2016 in Renungan, umum

 

Tags: , , ,

Doa dan Usaha

img_4333

Pada apa yang kita gagal meraihnya, tak perlu bebani diri, apalagi sampai mendikte Allah: Seolah-olah Allah tak mengetahui usaha keras yang telah kita lakukan. Seolah-olah Allah tak berlaku adil kepada kita. Seolah-olah kita lebih tau tentang yang terbaik untuk kehidupan kita. (Majalah Tarbawi, edisi 312)

“Kita tidak sholat, puasa, atau haji setiap saat, tapi kita bisa berdo’a setiap saat; berdo’a membuat kita bisa merasakan kebersamaan dengan Allah sepanjang waktu..” (Anis Matta)

 
2 Comments

Posted by on December 5, 2016 in Renungan

 

“Just Relax” and Learn How to Manage Again

img_4686

So, whatever your activity, when you feel stressful, the saturation of whack, just stop for a moment.

Stop for a moment different with silent.

Stop for a moment, learn to manage your activities again.

Then walk again …

 

Relax, Weekly Challenges

 
1 Comment

Posted by on December 3, 2016 in Renungan, umum

 

Tags: , ,

Keep Moving

Sometimes we need to look back and realize what we have achieved. Life is like a  wheel. Sometimes we are up, sometimes we are down. Life is like riding bicycle to keep balance we must keep moving.

Sometimes we need to look back and realize what we have achieved. Life is like a wheel. Sometimes we are up, sometimes we are down. Life is like riding bicycle to keep balance we must keep moving.

 

Weekly Photo Challenge ~ Mirror

 
Leave a comment

Posted by on September 5, 2016 in Renungan

 

Tags: , ,

Sekolah dan Pesantren

Fadhil Aisyah

aku siap sekolah… ^_^

Hari ini, Senin 18 Juli 2018 adalah hari pertama sekolah. Dibanding tahun sebelumnya, orang tua dan murid lebih antusias menyambut hari pertama sekolah. Hal ini terjadi setelah ada himbauan dan edaran yang menjadi viral di media sosial dari Kementerian Pendidikan untuk mengantar anak-anaknya berangkat sekolah.

Langkah positif yang ditempuh Anies Baswedan ini tentunya memberikan optimisme adanya perhatian pemerintah yang lebih, khususnya di sekolah dasar. Berpengalaman dengan gerakan “Indonesia Mengajar” tentunya tidak sulit bagi sang Menteri untuk mengkompilasi permasalahan yang ada, sekaligus mencari solusinya. Yang dibutuhkan adalah waktu dan menjalankan sebuah proses perbaikan terus-menerus.

Dibandingkan masa kecil dahulu, tentunya tantangan anak-anak zaman sekarang berlipat lebih berat. Sekarang ini bukan hanya orangtua yang semakin sibuk, tantangan datang dari maraknya game, pornografi, televisi dan pergaulan anak yang menjurus ke tidak sehat.

Bisakah sekarang ini anak-anak belajar dan bermain seceria kita dulu? Bersepeda kesana-kemari, renang di kolam renang hotel, makan mencuri tebu, memancing, sepak bola, main kasti, dll. Kelompok belajar yang saat SD yang kadang menjadi kelompok bermain sungguh menyenangkan. Teringat beberapa nama teman groups dolan dulu yaitu Timur, Danang Priambodo, Danang Purwanto, Danang Sukmana, Dwi, Fauzi Arif Lubis, Rizky, Apri, Ferry, Evan, Cipto, dst. Masa SD sangat berkesan.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on July 18, 2016 in Renungan

 

Tags: ,

Kawan Setia

Kawan Setia

Berapa banyak kawan setia yang kita miliki? Pernahkah berhitung?

Ah, jangan-jangan kita tidak punya seorang kawan yang benar-benar tahu dan mengerti kita. Yang mau dengan tegas meluruskan ketika kita berbelok, menjaga rahasia-rahasia kecil dan besar kita, dan bahkan siap sedia meringankan ketika kita dalam kondisi terperosok.

Yang paling menyenangkan masuk sebuah komunitas baru adalah peluang bagi kita menambah daftar kawan. Biasanya dari sekian banyak kawan itu, beberapa memiliki hubungan khusus dengan kita, dalam artian banyak waktu dihabiskan bersama sehingga banyak pula momen kebersamaan yang indah untuk diingat. Pengalaman terakhir, sekian bulan di negeri seberang, saya mendapat banyak sekali momen yang membekas, salah satunya kawan-kawan yang sangat baik.

Seorang muslim menjalani hidupnya di atas berbagai ujian, banyak benturan yang sulit dan berat. Aktivitas sehari-hari dengan berbagai tantangannya membuat iman kadang melemah. Karenanya, banyak di antara kita hari ini mengeluhkan hilangnya perkawanan yang baik, atau lemahnya ruh perkawanan hanya karena derasnya arus informasi di media sosial yang membuat kita banyak berprasangka atau secara tidak sadar karena kabar berita yang bersliweran membuat kita sendiri yang merasa kawan kita itu tidak bisa dipercaya. Beda sikap dan pendapat sedikit saja membuat perkawanan lepas.

Padahal sejatinya adalah kita sendirilah yang sedang bermasalah. Berusaha menghindari benturan dengan tidak berbuat apa-apa. Tidak mau memberi masukan kawan hanya karena takut menyinggungnya. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on June 22, 2016 in Renungan

 

Tags: ,

Selamat Datang (Lagi) Ramadhan

Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah kita diberi kesempatan berjumpa dengan Ramadhan. Semoga persiapan yang kita lakukan menjadikan Ramadhan yang akan kita lalui lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Sungguh merugi jika kualitas Ramadhan kali ini sama atau bahkan lebih buruk daripada tahun lalu.

Beberapa diantara kita mungkin melewati Ramadhan dengan tantangan lebih, misalnya berada jauh dari keluarga karena sedang tugas belajar ke luar negeri. Tantangan yang didapat menjadi lebih berat karena lingkungan sekitar yang berbeda dengan di negeri yang mayoritas muslim. Semoga dimudahkan menuntaskan ibadah di bulan Ramadhan dengan keluar sebagai pemenang.

Ya, Ramadhan memang bukan ajang latihan. Ialah “pertempuran” sesungguhnya. Justru latihan 11 bulan sebelum Ramadhan akan menentukan ketangguhan kita mengarungi 30 hari penuh berkah. Insya Allah kita lulus dan menjadi insan lebih baik lagi pasca Ramadhan.

Di sisi lain, kita yang mendapatkan berbagai kemudahan berkesempatan menuntaskan berbagai target pribadi. Sejauh manakah target itu? Ambisiuskah? Atau biasa saja? Asal tetap berpuasa 30 hari.

Beberapa pekan ini istri getol sekali menanyakan target Ramadhan yang akan saya lalui. Dan ketika tahu target A, B dan C, justru malah dituntut agar targetnya di-double kan. Masih saja dianggap kurang, walau bagi saya sudah luar biasa. Hehe.

Bagaimana dengan anda?

Batu, 5 Juni 2016

 
Leave a comment

Posted by on June 5, 2016 in Renungan

 

Tags:

 
%d bloggers like this: