RSS

Category Archives: Hikmah

Peribahasa Jawa

Dapet broadcast WA. Sebuah nasehat jawa yg sejak SD kita pelajari dan banyak mengandung hikmah.

1. URIP IKU URUP
Hidup itu nyala, 
Hidup hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita

2. MEMAYU HAYUNING BAWONO, AMBRASTA DUR HANGKORO
Harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak

3. SURA DIRA JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar

4. NGLURUK TANPO BOLO, MENANG TANPA NGASORAKE, SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BONDHO
Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan/ mempermalukan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/ kekuatan/ kekayaan/ keturunan, kaya tanpa didasari hal-hal yang bersifat materi

5. DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, 
jangan sedih/ susah manakala kehilangan sesuatu

6. OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN LAN OJO GELEMAN
Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut dengan sesuatu, jangan kolokan/manja dan jangan mau yang bukan hak nya

7. OJO KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN
Janganlah terobsesi atau terkungkung dengan kedudukan, materi dan kepuasan duniawi

8. OJO KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAK CILAKA
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, 
jangan suka berbuat curang agar tidak celaka

9. OJO MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAK KENDHO
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah, 
dan jangan berfikir gamang/ plin-plan agar  jangan lemah niat dan patah semangat

10. OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNO, 
Jangan merasa paling berkuasa, paling  besar/ kaya, paling sakti/ pintar
(Jangan sombong dan bangga dengan apa yang dimiliki)

11. ALANG-ALANG DUDU ALING ALING, MARGINING KAUTAMAN
Persoalan-persoalan dalam kehidupan bukanlah penghambat, jalannya kesempurnaan

 
Leave a comment

Posted by on January 6, 2015 in Hikmah

 

Sering Bohong? Jangan-jangan Salah Didik!

pelangi indah_rzs

image:digitalrevolutions.biz

Mendidik anak dengan karakter memang menjadi tuntutan saat ini. Apalagi tantangannya semakin berbeda. Ali bin Abi Tholib ra berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya”. Banyak teori parenting yang bisa kita adopsi. Yang penting kita bisa memilih dan memilah mana yang cocok.

Dalam keseharian kita masih sering menyaksikan kekerasan anak menjadi momok yang menakutkan bagi pendidikannya. Entah itu di rumah, di sekolah maupun di lingkungan sekitar dengan mudah ditemui hal itu. Kekerasan itu membuat beberapa pihak seperti KPAI (Komite Perlindungan Anak Indonesia) bereaksi keras. Disisi lain, didikan keras dan tegas itu perlu asal terukur. Zaman dulu sering ketika nakal, pukulan yang tidak terlalu menyakitkan mendarat di pantat. Menurut saya, untuk kasus-kasus tertentu itu boleh. Ada kalanya lunak, ada kalanya tegas. Anak perlu diperingatkan, apalagi jika sudah melampaui batas. Yang penting anak merasa nyaman dan tahu mana yang benar dan salah, mana yang boleh dan dilarang.

Nah, khusus dalam artikel ini, saya tertarik mengenai pendidikan anak yang konsepnya bisa kita praktekkan dalam berbagai situasi. Dalam Majalah Hidayatullah edisi April 2013, Ida S Widayanti memberikan contoh yang maknyus tentang pendidikan anak yang berkarakter. Memberi contoh tanpa melukai, memberi keteladanan yang membekas. Berikut petikannya;

Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by on May 24, 2013 in Hikmah

 

Tags: , ,

Orang Tua Pintu Surga Kita

Ketika berada di belakang rumah mertua tanpa sengaja melihat setumpuk buku istri semasa kuliah. Kulihat satu demi satu buku berdebu itu. Manajemen kesehatan, administrasi rumah sakit, bagaimana mengenali emosi orang, dan banyak buku kuliah lainnya. Namun, ada satu majalah yang menarik hati 😉 , yaitu “Tarbawi” edisi Kenanglah Saat-saat Indah Bersama Orang Tua. Majalah 10 tahun yang lalu yang masih baik penampilannya. Pas banget temanya saat liburan dan silaturrahim ke orang tua dan membaca majalah ini kembali. Berikut beberapa artikel menarik itu;

Orang Tua Pintu Surga Kita

Orang tua, ayah ibu, adalah orang yang paling berkorban dan dekat dalam hidup kita. Keduanya mempunyai kedudukan tersendiri yang sangat mulia. Bukan saja dalam hati kita masing-masing, tetapi di sisi Allah keduanya adalah pintu surga kita.

Berikut cara untuk meraih surga melalui pintu bakti pada ayah ibu kita.

1.  Lembutkan dan Rendahkan Hati 

Dari sisi inilah bakti itu dimulai. Dari kelembutan hati di hadapan keduanya. Kerendahan hati dan tidak meninggikan ketika bersama beliau.

Karena dari sini akan memancar segala bentuk bakti yang lainnya. Tidak mungkin ditutupi, jika hati ini ikhlas, ridha, sayang sepenuhnya, tidak merasa terpaksa ketika melaksanakan perintahnya, tidak marah-marah sendiri ketika membimbing tangan beliau yang sedang sakit, tidak merasa lelah hati ketika sudah sekian lama harus meladeni beliau yang tergolek di atas tempat tidur.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 15, 2013 in Hikmah

 

Tags: , ,

Halalkah Cara Kita Memperoleh?

Dengan gundah, seorang wanita menghadap kepada Imam Hambali, minta fatwa dari beliau. “Wahai Imam Hambali, dengarkanlah kisahku ini. Semoga dirimu dan diriku mendapat keampunan Allah,”

Kemudian dia terdiam. “Sesungguhnya saya ini perempuan yang miskin. Saya tidak mempunyai apa-apa kecuali tiga orang anak yang masih kecil. Hidup saya sungguh melarat, hingga kami tidak mempunyai lampu untuk menerangi rumah,” sambungnya.

“Untuk membiayai hidup kami anak beranak, saya bekerja sebagai pemintal benang. Saya akan memintal pada waktu malam dan akan menjualnya pada siang hari,”sambungnya lagi.

“Di manakah suamimu, Bu?” tanya Imam Hanbali. “Ia ada di antara mereka yang menentang Khalifah Al-Mu’tasim yang zalim itu. Dia gugur syahid dalam satu pertempuran dengan pasukan tentara yang hendak menangkap mereka. Sejak itu, hidup kami melarat,” jawab wanita itu.

“Teruskan ceritamu,” pinta Imam Hambali. “Karena rumah kami tidak ada lampu, maka saya terpaksa menunggu sampai bulan purnama, barulah saya dapat memintal benang,” kata wanita itu.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2012 in Hikmah

 

Tags: , ,

Sabar Tanda Kuat Iman

Menghadapi musibah, masalah, ketakutan, kekurangan, tekanan dan cobaan dengan sikap sabar lazim dilakukan semua orang.

Mereka yang kuat bersabar dalam semua keadaan tersebut sambil terus berikhtiar mencari solusi, perbaikan dan konsisten mendekati Allah SWT akan mendapatkan berkah dan rahmat-Nya. (QS. Al Baqarah: 155-157). Hal itu karena sabar merupakan modal yang senantiasa harus diperkuat secara terus menerus oleh orang yang beriman di sepanjang jalan kehidupan.

Sabar juga berkaitan dengan ketaatan dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Mereka yang konsisten sabar dalam beribadah dan menjauhi larangan-Nya, akan mendapatkan ketentraman hati, tambahan petunjuk dan keyakinan serta kegembiraan atas janji Allah SWT. (QS. Fushilat: 30-32).

Hal tersebut karena sabar dalam ketaatan dan menjauhi larangan tidak lepas dari banyaknya tantangan, baik yang berasal dari nafsunya sendiri, orang lain maupun bisikan busuk setan.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 10, 2012 in Hikmah

 

Tags: , , ,

Saleh Individu dan Sosial

Menurut surah al-Hajj [22] ayat 77, seseorang yang dikatakan mendapat kemenangan ada dua, yakni mereka yang memiliki kesalehan individu seperti melakukan aktivitas shalat (rukuk dan sujud) dan saleh sosial, yakni berbuat kebaikan (amar makruf).

Kita sering lebih asyik dan merasa cukup dengan ibadah mahdhah (ibadah ritual), seperti zikir, shalat, puasa, zakat, dan haji. Dengan ibadah mahdhah itu kita berharap mendapat ketenangan, kedamaian, dan kedekatan dengan Allah SWT. Ibadah mahdhah ini harus mengantarkan kita pada dua kesalehan, yakni saleh secara individu dan saleh sosial.

Keyakinan (akidah) kita kepada Allah SWT harusnya tidak hanya mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT saja (teosentris) yang seolah-olah tak ada hubungannya dengan kehidupan manu sia (antrophosentris) di muka bumi ini. Sehingga wajar bila banyak kaum Muslimin yang hanya memprioritaskan ibadah ritual, dan mengabaikan ibadah-ibadah sosial (ibadah ghaira mahdhah/muamalah).

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 8, 2012 in Hikmah

 

Tags: , ,

 
%d bloggers like this: