RSS

Category Archives: Artikel

Asal Tanaman Pangan

ngm.nationalgeographic.com

Sepertinya kita sudah mulai bergantung pada beberapa varietas komersial buah-buahan dan sayuran. Saat ini ribuan varietas asal telah menghilang. Sulit untuk tahu persis berapa banyak telah hilang selama satu abad terakhir, tetapi sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1983 oleh Rural Advancement Foundation International memberi petunjuk kunci untuk masalah ini. Penelitian ini membandingkan daftar varietas benih USDA yang dijual oleh rumah benih US komersial pada tahun 1903 di Amerika Serikat dan Laboratorium Penyimpanan Benih Nasional pada tahun 1983. Survei, yang dilakukan pada 66 tanaman, menemukan bahwa sekitar 93 persen dari varietas telah punah. Penelitian lebih up-to-date sangat diperlukan untuk memberikan data yang lebih akurat.

Buah dan sayuran masa kini merupakan hasil dari seribu tahun uji coba dalam budi daya dan seleksi. Varietas liar yang pertama dari tanaman pangan paling lazim di duna berkembang dalam isolasi geografis, kemudian menyebar lewat angin, banjir dan atau dalam kotoran binatang. Seiring dengan waktu manusia mengembangkan preferensi tertentu, menyimpan biji-bijian dan bereksperimen dengan kondisi pertumbuhan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Para ahli genetika menyebut proses itu sebagai domestikasi. Petani menyebutnya pertanian.

Kebanyakan tanaman pangan modern tidak menyerupai leluhur mereka. Stroberi awal tidak sebesar dan semanis varietas masa kini. Apel-apel supermarket, yang merupakan cloning, akan sulit untuk dihasilkan tanpa proses cangkok.

Menggunakan genom dan rekam budaya, para ilmuwan dapat menelusuri perjalanan tanaman pangan. “Evolusi tanaman biasanya bergerak begitu manusia menyentuhnya,” ungkap Paul Gepts dari Universitas California, Davis, ilmuwan tanaman yang mempelajari asal dan evolusi tanaman pamgan. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 15, 2015 in Artikel

 

Tags: , ,

Belajar Sambil Bermain di Lokasi Wisata Petik Jeruk

wisata petik jeruk HD

“Menuntut ilmu di waktu kecil sepeti ukiran di batu.” (HR. Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani)

 

(Prolog) 10 Agustus 2014, Sebelum Open House Balitjestro 2014

Seperti biasa, jam 20.00 WIB saat Fadhil belum tidur ia lincah-lincahnya main ke sana kemari. Baru beberapa menit membuka laptop dan selesai mentransfer foto dari SD Card Kamera ia segera naik pangkuan dan ikut memperhatikan layar laptop. Kucoba melihat foto hasil transfer persiapan Open House. Tepat saat gambar foto menunjukkan icon jeruk besar di tengah lapang yang sedang dikerjakan pak Kusnan dkk (KP Punten), Fadhil berteriak, “Jeyuknya besall, Fadhing mauu!….” Dan ketika kupindah ke foto berikutnya ia pun minta ditunjukkan lagi ke foto tadi. Dan begitu sampai beberapa kali. Okey deh nak! Besok Fadhil ayah ajak ke kantor lihat jeruk yang besar.

__

Wisata petik jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) kali ini berbeda dengan sebelumnya. Jika tahun-tahun kemarin dipusatkan di visitor plot bagian kanan-kiri pintu masuk, tahun ini dilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Tlekung bagian selatan, tepatnya dekat Guest House Balitjestro. Performance buah dan tanaman yang tidak optimal di visitor plot karena keterlambatan “asupan gizi” membuat jeruk yang biasanya rajin berbuah kali ini kompak demo, mereka ternyata malu-malu untuk berbuah lebat. Mau mogok berbuah tapi gak berani akhirnya ya buahnya nanggung dan gak mantap buat foto-foto. Ya udah, tinggalin aje. Hehehe..

Setelah Open House selesai, wisata petik jeruk masih dibuka untuk umum di akhir pekan. Dan tak lupa kuajak si kecil main lagi ke lokasi wisata petik jeruk. Fadhil dan juga anak-anak lain tampak senang bisa lari kesana-kemari karena lokasi tanam jeruk yang relatif datar dan rapi tiap 2 baris. Sesekali jatuh juga sih kena cekungan kecil, nangis sebentar tapi tetep semangat lari ke sana kemari. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2014 in Artikel

 

Tags: , , , , , , ,

Petik Stroberi Sebagai Wisata Ramah Lingkungan

1 keranjang hampir 2 kg @40 rb

1 keranjang hampir 2 kg @40 rb

Wisata bisa bermacam-macam cara. Selain pergi ke tempat wisata yang umum dilakukan banyak orang, bagiku jalan-jalan keliling ke berbagai tempat menarik itu juga wisata. Hehe… cari gratisan. Biasanya, diusahakan tiap akhir pekan sama keluarga jalan-jalan di sekitar Batu. Gak harus keluar banyak biaya, bahkan kadang semua bekal sudah siap dari rumah. Tempat yang sering dikunjungi di Batu adalah Alun-alun Batu, akhir-akhir ini sering ke Hutan Kota Batu di samping stadion Brantas. Kadang pula jalan-jalan di sekitar kantor (Balitjestro) yang hijau dan asri. Fadhil si sulung senang lari-lari mengejar burung yang banyak dijumpai di kantor.

Nah, pekan ini kami kedatangan adik ipar yang kerja di Surabaya yang ingin petik stroberi. Di kantor kami memang ada stroberi, tapi masih untuk penelitian dan memang belum dibuka untuk umum. Kalau jeruk, biasanya di tengah tahun sudah jelas regulasinya dan semua masuk PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak). Nah, mencari tempat petik stroberi di Batu sebetulnya tidak susah. Ada beberapa pilihan. yaitu Kusuma Agro atau di Petani. Kalau di Kusuma Agro belum pernah mencoba, kabarnya sih mahal (perlu dibuktikan, kapan-kapan mau mencoba), pilihan paling realistis ya ke Petani Stroberi di Pandan, tepatnya di Pandanrejo. Pernah bertemu dengan pak Nursaid yang punya kebun stroberi dan memang beliau menyiapkan buah untuk petik stroberi, selain dipanen rutin tiap 2 hari sekali.

Kebun pak Nursaid ini tidak terlalu luas, 600 m2. Dengan polybag ukuran 50×50, lahan itu bisa menampung sampai 1700 polybag dengan 5100 tananam stroberi. Menurut pengakuannya, dalam sekali panen bisa menghasilkan 20-30 kg dengan harga jual Rp 20.000,00/kg. Pegawainya 7 orang tapi digunakan untuk berbagai komoditas, tidak hanya stroberi. Kebun pak Nursaid ini pagi itu sudah dipanen, beruntung di sekitarnya masih ada kebun stroberi milik saudaranya yang bisa dipetik. Luasnya 3 kali lipat kebunnya karena ini adalah tanah warisan orang tua.

Jika dijual ke pengepul harganya Rp 20 ribu/kg, tapi jika petik sendiri bisa sampai Rp 40 ribu/kg. Jauh lebih mahal dengan keuntungan yang lebih besar. Tapi ada resiko juga, yaitu kemungkinan rusaknya tanaman karena salah petik.Terkadang disinilah si-pemilik itu perlu untuk mengajarkan cara memetik yang benar, yaitu tidak menariknya tapi memotong tangkai dengan kuku. Bahkan jika perlu menyediakan gunting agar potongan rapi. Bukan dengan ikut-ikutan memetik dan mengumpulkan stroberi agar buahnya laku banyak dan mengganggu keasyikan pengunjung. Jika pengunjung tidak puas, dia tidak akan kembali lagi dan menjadi promosi buruk bagi wisata petik stroberi di tempatnya.

 

Bersama Fadhil petik stroberi di Pandan. Wisata alam yang ternyata tidak kalah menghibur.

Bersama Fadhil petik stroberi di Pandan. Wisata alam yang ternyata tidak kalah menghibur.

Bagi orang yang selama ini beraktivitas di Kota, petik stroberi ini sangat mengasyikkan. Ada sensasi tersendiri. Buahnya sesekali saja dicicipi, tapi lebih banyak dibawa pulang untuk diolah jadi jus stroberi maupun olahan lainnya. Kebetulan ketika kami memetik stroberi ada rombongan om-tante (etnis China) yang datang dari Surabaya dan sudah langganan memetik stroberi. Mereka sangat ramah dan antusias berbagi pengalaman hidup.  Bahkan merintis usaha kuliner juga di Batu. Dan kebetulan dengan adik ipar rumahnya di Surabaya satu wilayah, jadilah semakin akrab.

Peluang mengembangkan petik stroberi di Pandan khususnya masih besar. Ikon sebagai Desa Wisata Petik Stroberi perlu lebih ditata lagi. Apalagi jika dikembangkan dengan tema besar “Ramah Lingkungan”, sebagaimana yang sudah diusung Pemkot dengan “Batu Go Organic”. Saat ini di Batu daerah tanam stroberi belum mencapai 5 hektar. Dan mayoritas memang ada di Pandan. Pemerintah daerah perlu turun tangan dan ikut menyelesaikan penataan kawasan ini.

Sayang sekali jika dengan potensi yang ada, warga masih saja belum mau untuk membentuk paguyuban, asosiasi atau koperasi dengan berbagai alasan yang sebetulnya masih bisa dicari titik temu. Dengan adanya organisasi yang terpadu, arus deras peminat petik stroberi akan lebih mudah didatangkan dan dikelola dengan baik. Selama ini masih banyak pengunjung yang bingung mencari lokasi untuk petik stroberi. Beberapa malah kecewa dengan kebun yang ada. Nah, disinilah peran organisasi tersebut dengan menjadi pintu masuk dan mengarahkan wisatawan untuk petik stroberi di kebun yang memang terkelola dengan baik dengan atribut mutu yang sesuai. Penggunaan pestisida yang berlebihan harus dilarang. Dengan memperhatikan kesehatan konsumen tentunya itu keuntungan  bagi semuanya.

@Spesical: Terima kasih atas pengalaman dari Om Widhi dan Tante Yana.

 

 

 
8 Comments

Posted by on March 4, 2014 in Activity, Artikel

 

Tags: , , ,

Diary Fadhil – 4 Bulan Gembira Bersamamu Nak…

Empat bulan sudah, Muhammad Zain Fadhil hadir di tengah kami. Melihat kembali dokumentasi foto keluarga sejak Bunda hamil, melahirkan, mulai memandikan Fadhil usia 1 pekan dan terus berlanjut sampai sekarang, ada rasa senang bercampur sedih. Usia yang sangat cepat berlalu dan tidak akan kembali. Benar-benar waktu yang sangat berharga. Perkembangan pada usia dini ini sangat cepat, berbeda mungkin jika nanti sudah menginjak usia remaja, waktu 4 bulan merantau misalnya tidak akan begitu terasa perbedaannya.

Saat ini Fadhil sudah mampu berguling dan tengkurap, meskipun kadang menangis karena tangan terjepit badan. Malam ini pun sudah bisa tertawa terpingkal-pingkal bercanda sama Ayah. Saat ini yang bisa kulakukan masih sedikit untuk membahagiakan istri dan anakku. Mayoritas kebersamaan bersama istri yang bergelut juga dengan segala tugas rumah tangga. Sampai saat ini istri memilih untuk berkonsentrasi membesarkan anak kami daripada merebut peluang ekonomi di luar sana yang lebih menjanjikan. Bukankah anak sholeh lebih berharga dari dunia dan seisinya?  Kelak, kitalah yang mempertanggungjawabkan amanah ini. Kitalah yang akan ditanya di hari kiamat nanti.

Berbagi Tanggung Jawab

Terkadang, di tengah malam, anak kami sering senyum di tengah tidur. Bahkan kadang menangis beberapa saat kemudian tidur lagi. Entah sedang bermimpi apa. Alangkah indahnya jika kemudian kita usap kepalanya, cium keningnya dan tak lupa wajahnya. Wajah teduh yang menentramkan. Mari sentuh dia dengan perasaan yang tulus.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 5, 2012 in Artikel, Kisah

 

Tags: , , ,

Pengalamanku dalam Menyikapi Info Anti Vaksinasi

salah satu majalah yang kubeli. benarkah tuduhan ini? mari cari kebenarannya!

Sudah lama ingin menulis ini. Tapi karena energi yang dibutuhkan cukup banyak untuk mencari link-link yang sudah pernah dibaca, akhirnya baru kesampaian hari ini. Semoga apa yang saya tulis, bisa disikapi dengan baik dengan pikiran jernih. Syukur-syukur jika pembaca menyempatkan waktu lebih luang untuk membuka semua link-link yang ada karena semua saling terkait. Insya Allah cukup lengkap.

Menjelang usia kehamilan istri 6 bulan kemarin, kami mendapatkan info yang mengejutkan yaitu bahwa vaksin dan imunisasi itu haram, Imunisasi itu siasat yahudi untuk melumpuhkan generasi. Bahkan kami dipinjami tabloid yang mengupas itu, beberapa artikel tambahannya yaitu pendapat Jerry D. Gray (Sejak Lahir, Bayi dilemahkan dengan Vaksin) dan dr.Zaidul Akbar (Perlu Percepatan Syiar Thibbun Nabawi).

Informasi seperti ini membingungkan dan membuat resah. Karena begitu banyaknya teman-teman yang terpengaruh bahkan menganjurkan tidak imunisasi, ditambah sikap beberapa orang yang kami kenal yang mengambil sikap anak kedua dan berikutnya tidak diimunisasi. Jujur, info ini cukup mempengaruhi kami saat itu.  Sempat akhirnya kami memutuskan anak kami yang lahir nanti tidak akan divaksin. Apalagi beberapa media online (internet) yang didapat banyak juga yang mempertanyakan kredibilitas program pemerintah ini. Saya sebagai orang yang tidak paham dan ahli di bidang ini pun sempat ikut oleh arus deras informasi ini.

Walau kami sudah memutuskan untuk tidak melakukan imunisasi, masih saja ada yang mengganjal. Apalagi mendapat respon dari orang tua yang mempertanyakan sikap kami. Mau tidak mau harus memperdalam lagi, maunya sih mencari pembenaran akan sikap kami :melet: . Tapi yang terjadi justru sebaliknya. :hmm:

Read the rest of this entry »

 
21 Comments

Posted by on August 4, 2012 in Artikel

 

Tags: , , , , , ,

Nasihat Seharusnya Membuat Kita Kuat

Nasihat seharusnya membuat kita kuat, bukan malah jatuh. Dengan nasihat itu harusnya kita saling menguatkan. Jika yang terjadi justru sebaliknya, bisa jadi ada yang salah dalam cara kita memberi nasihat ataupun dalam sikap kita menerima nasihat.

Sebuah tindakan yang tak dapat diterima adalah menasehati seseorang saat dia sedang marah, atau dalam kondisi dia tidak siap menerima, sehingga nasihat itu ditolaknya atau justru melakukan yang sebaliknya. Seorang sahabat yang mengirim SMS saat marah dengan banyak tanda seru dan ungkapan kecewa hanya membuat yang menerima sedih dan bahkan marah. Alasan jelas belum tahu, tapi sudah memvonis. Yang dicari simpati, tapi yang didapat caci maki. Sungguh, ukhuwah kita sedang diuji dengan harus banyak berlapang dada.

 

Utamakan Prasangka Baik

Saat sholat terawih, seorang jamaah masjid selalu berdiri di barisan paling depan. Namun sikapnya menjadi bahan kasak-kusuk jamaah yang lain karena ia sholat dengan memakai kaos dengan tulisan merk obat sakit kepala. Di tengah jamaah lain yang rapi, klimis dan wangi, ternyata ada seorang yang dianggap aneh dan tidak sopan karena ke masjid dengan memakai kaos. Apalagi dengan tulisan di punggung yang mengganggu kekhusukan ibadah sholat bagi jamaah di belakangnya.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 29, 2012 in Artikel

 

Tags: , , ,

Keluarga, Sumber Energi Luar Biasa

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik dari kalian terhadap keluargaku.” (HR Ibnu Majah)

 

Benar kata teman-teman, jika sudah punya anak, pengin setiap waktu dihabiskan bersamanya. Apalagi fase perkembangan awal dimana bayi kita masih perlu banyak perhatian, masih perlu kegotongroyongan orang tuanya dalam berbagi tugas dan saat anak sedang imut-imutnya.

Muhammad Zain Fadhil nama anakku. Panggilannya Fadhil. Saat ini usianya menginjak 2,5 bulan dengan berat 6 kg. Melonjak 2x lipat dari berat badan ketika lahir saat itu (3,1 kg). Dengan berat itu, diantara anak lain seusianya, ia nampak gagah, tambun dan imut. 🙂

Inilah bukti bahwa bundanya begitu perhatian padanya, Insya Allah. Apalagi memang, kami berusaha memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan. Sejak lahir, Fadhil langsung mendapatkan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) di RS Sardjito yang saat itu kelahirannya dibantu oleh dr Sinta dkk (terima kasih ya dok). Selama 1 jam langsung setelah lahir diberikan ke dada bundanya untuk mencari susu dan mengenal bundanya. Setalah itu baru ditahniq dengan sari kurma. Rencananya akan kuberikan sertifikat lulus ASI ekslusif jika target 6 bulan tercapai, yang ditandatangani oleh kami tentunya sebagai kenang-kenangan.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on June 15, 2012 in Activity, Artikel

 

Tags: , ,

Kekuatan Kehendak, Aku Bisa Memilih!

“Siapa yang ridha dengan apa yang diberikan Allah kepadanya ia akan kaya. Dan siapa yang memalingkan pandangannya kepada apa yang dimiliki orang lain, dia akan mati dalam keadaan miskin.” (imam Ja’far bin Muhammad Ash Shadiq ra)

Sejauh apapun kita hari ini mencapai, pada mulanya adalah pilihan. Sebagian pilihan kita langsung, sebagian lagi adalah pilihan pihak lain yang menjadi jalan penyambung bagi pilihan-pilihan kita. Sebagai orang dewasa yang sudah sedemikian jauh mengarungi perjalanan hidup, suasana lahir dan batin kita hari ini adalah refleksi atas pilihan-pilihan kita sebelumnya. Juga refleksi atas sikap kita terhadap apa-apa yang kita tidak bisa mengubahnya.

Bila perjalanan hidup kita sekarang ini seperti lembaran catatan, mungkin ketika kita mencermatinya bisa jadi kita tersenyum, geli maupun malu atas pilihan-pilihan kita. Begitupun kadang kecewa, atas sebuah pilihan yang telah membuat kita seperti ini sekarang ini. Kita seolah tersadar, betapa kita lalai akan sebuah momentum saat kita bisa memilih dan menentukan langkah. Kita telah menghilangkan kesempatan bersejarah itu.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 9, 2012 in Artikel

 

Tags: , , , , ,

Sepakat, Daulat Infrastruktur sebelum Daulat Pangan!

Seminar “Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan energi yang Berkelanjutan” yang terangkai  dalam Simposium dan Seminar Bersama PERAGI, PERHORTI, PERIPI dan HIGI at IPB International Convention Center 1-2 Mei 2012 kemarin memberi sebuah pengalaman menarik berjumpa dengan pemikir dan para professor terutama dari IPB.

Dari sekian sesi pembicara, saya paling suka sesi pak Gatot Irianto sebagai Dirjen Sarana Prasarana Kementerian Pertanian yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian. Gaya bicaranya masih lugas, materi ke inti persoalan namun masih saja ceplas-ceplos.

Gatot Irianto sebagai Dirjen memberi materi mengenai Ketersediaan Prasarana dan Sarana Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi dengan kata kuncinya adalah “Daulat pangan hanya bisa dicapai dengan daulat prasarana dan sarana” atau “Daulat infrastruktur dahulu sebelum daulat pangan”. Pada tahun 2011 saja alih fungsi lahan pertanian sebanyak 140.788 Ha (BPS) yang mayoritas jadi lahan beton alias bangunan.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 6, 2012 in Artikel

 

Tags: , , , , , , , , ,

Tiga Sungai untuk Orang Berdosa

Allah SWT telah membuat tiga sungai untuk membersihkan tubuh orang-orang yang berdosa. Jika ketiga sungai itu belum cukup, maka Allah akan membersihkannya di sungai Jahannam. Pertama, adalah sungai taubatan nasuha yaitu melepaskan segala perbuatan dosa dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Kedua, sungai hasanat yaitu kebaikan-kebaikan yang akan mengubur semua buntuk keburukan. Dan ketiga, sungai mushibah azhimah yaitu bencana atau ujian yang besar yang akan melebur setiap dosa. Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seorang hamba-Nya, Ia akan memasukkannya ke dalam salah satu sungai tersebut hingga ia akan datang kepada-Nya di hari kiamat dengan tubuh yang suci dan bersih (Ibnul Qayyim Al jauziah rahimahullah).

Tarbawi, April 2011

 
Leave a comment

Posted by on April 19, 2012 in Artikel, Renungan

 

Tags: , , , , ,

 
%d bloggers like this: