RSS

Mengenal IEAS TUAT

30 Aug

Bagi saya yang belum bisa bahasa Jepang tapi ingin belajar optimal di negeri sakura, tentunya program kelas internasional dengan bahasa pengantar bahasa Inggris menjadi incaran. Sudah banyak kampus terkemuka di Jepang yang mempunyai program kelas internasional ini. Beda universitas, beda nama dan spesifikasi, tergantung background supervisor (Sensei) yang masuk daftar staf pengajar. Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) mempunyai satu departemen dan divisi riset yang khusus membawahi mahasiswa internasional yaitu International Environmental and Agricultural Science (IEAS) di bawah naungan Graduate School of Agriculture. di departemen ini semua penyampaian materi di kelas, seminar dan berbagai kegiatan dilakukan dalam bahasa Inggris.

Setiap semester IEAS hanya menerima sekitar 15-18 mahasiswa master dan 3-5 mahasiswa doktoral. Meskipun begitu, banyak juga di departemen lain yang menerapkan bahasa Inggris dalam seminar pekanan maupun kelas, baik di TUAT kampus Fuchu maupun TUAT kampus Koganei. Khusus IEAS karena mahasiswanya asingnya 70% dan mahasiswa Jepang 30%, bahasa keseharian yang digunakan adalah bahasa Inggris, di departemen lainnya masih bercampur. Kebanyakan mahasiswa asing berasal dari Asia Tenggara (Indonesia, Kamboja, Myanmar, Vietnam, Malaysia, dll), Asia Tengah biasanya dari Uzbekistan, Asia Selatan (Bangladesh), Timur tengah (Iran) dan negara Afrika (Ghana, Kenya, Zimbabwe, Kamerun, dll). Mahasiswa dari negara Eropa dan Amerika memang masih jarang yang ke kampus Jepang, kalaupun ada lebih banyak mengambil jurusan yang spesifik seperti bahasa, anime, seni dan arsitektur.

IEAS mempunyai tiga bidang studi yaitu International Environmental Rehabilitation and Conservation, International Biological Production and Resource Science, dan International Development on Rural Areas. Masing-masing bidang studi tersebut staf pengajarnya diampu oleh profesor dan asisten profesor yang mempunyai keahlian yang spesifik, bisa dilihat disini. Berbeda dengan laboratorium lainnya, di IEAS seminar progress report pekanan dilakukan per laboratorium yang diampu Sensei tersebut, atau gabungan dari dua Sensei (laboratorium). Umumnya memang satu bidang studi, misal International Development on Rural Areas menjadi satu karena risetnya berdekatan sehingga bisa saling tukar-menukar informasi dan perkembangan penelitian. Namun di IEAS kebijakannya spesifik per laboratorium.

Berapa kredit yang harus diambil?

Kuliah di Jepang lebih ke riset. Disini mata kuliah untuk master hanya diambil di tahun pertama saja. Tahun kedua, atau mulai semester ke-3 lebih intensif ke riset, meskipun sejak semester pertama juga sudah jalan tapi baru sekedar proposal atau rencana penelitian. Setidaknya untuk syarat kelulusan, diwajibkan mengambil 32 kredit. Dengan rincian sebagai berikut, general study 6 kredit, special field 6 kredit, theses research 14 kredit, sub-course 4 kredit dan sub-field 2 kredit,

Pendaftaran dilakukan di sistem SPICA, yang hanya bisa kita masuki dengan email dari kampus. Sistem ini agak rumit, sebaiknya memang selain mencoba, bertanya ke senior akan lebih memudahkan. Karena jika kita salah, misal merasa sudah mengisi padahal belum, dalam semester tersebut nilai kita kosong atau mendapatkan nilai terendah D atau E.

General Study Lectures, 6 kredit

Dari 6 judul mata kuliah yang ditawarkan, kita harus mengambil 3 diantaranya. Selama mengambil 6 kredit ini, biasanya satu angkatan bisa mengambil bersamaan. Karena mata kuliah yang diajarkan sifatnya umum. Ada juga profesor dari universitas lain yang diundang untuk mengajar mata kuliah ini. Kelas bisa dilakukan setiap pekan selama satu semester maupun intensif dalam 3 hari penuh sejak pagi sampai sore dari Kamis, Jum’at dan Sabtu. Mata kuliah yang ditawarkan diantaranya (tiap tahun bisa berganti judul):

  • General Aspect for Regional Development
  • Inter-Cultural Communication
  • Advanced Lecture on International Environmental and Agricultural Science I
  • Advanced Lecture on International Environmental and Agricultural Science II (Rice planting and harvesting, GIS & SWAT, Charcoal making
  • Global Environment
  • International Comparative Agricultural Technology

Special Field Studies, 6 kredit

Setiap bidang studi akan menawarkan 4 judul mata kuliah, kita wajib mengambil 3 diantaranya. Saya sendiri mengambil semuanya (4 judul) karena menganggap ilmunya bermanfaat. Jika kita mengambil 3 saja sudah cukup karena syarat lulus harus mengambil 6 kredit. Berikut nama-nama judul mata kuliah wajib tiap bidang studi.

International Environmental Rehabilitation and Conservation

  • Environmental Rehabilitation and Conservation
  • Aquatic Environmental Assessment
  • Environmental Water Use and Conservation
  • Regional Environmental Conservation Planning

International Biological Production and Resource Science

  • Utilization of Regional Biological Function
  • Improvement of Biological Function
  • Regional Sustainable Bio-production Technology
  • Utilization of Sustainable Biological Resources

International Development on Rural Areas

  • International Development and Cooperation
  • International Coopertaion on Sustainable Agriculture
  • International Rural Development
  • Population Sociology

Salah satu tugas mata kuliah Communication Exercise for International Environmental and Agricultural Research, Field 3

Research Subject for Thesis, 14 kredit

Wajib diambil semua, dengan mata kuliah Practical Exercise for International Environmental and Agricultural Research, Subjective Exercise for International Environmental and Agricultural Research dan Coomunication Exercise for International Environmental and Agricultural Research. Sisanya adalah riset thesis kita di laboratorium. Salah satu bentuk dari mata kuliah wajib itu adalah semacam fieldtrip 2 hari. Angkatan kami kemarin ke Yamanashi, yaitu mempelajari tentang bendungan, kebun buah, koperasi petani dan mengetahu proses pengolahan anggur wine. Karena 14 kredit, 8 kredit adalah thesis, maka setiap semester diambil, sejak semester 1 sampai semester 4 harus kita masukkan dalam SPICA. Nilai akan keluar di semester terakhir seiring dengan selesainya thesis dan final presentasi.

Sub Course Subjects, 4 kredit

Di IEAS kita wajib mengambil sub-course 4 kredit dari luar departemen dalam bentuk pengajaran di kelas dan seminar. Artinya kita memang diminta untuk berkolaborasi dengan Sensei lainnya namun masih bersinggungan dengan keahlian Sensei utama kita. Dalam menentukan siapa Sensei yang dipilih, peran pembimbing utama sangat besar. Beliau akan membantu mencarikan dan mengkomunikasikan Sensei yang dipilih sebelum tertulis kita ajukan ke pihak kampus. Dan jangan meremehkan tahap ini, beberapa teman yang menganggap enteng harus mengulang di tahun berikutnya, atau semester ke-3 karena nilai tidak keluar, padahal harusnya semester ke-3 tidak perlu mengambil mata kuliah lagi. Biasanya karena tidak semua Sensei yang dipilih di sub-course ini pengantarnya bahasa Inggris, kemudian kelas wajib dan seminar diganti dengan tugas. Namun ada saja yang tetap meminta mengikuti kelas dan seminar walau tugas juga mengumpulkan. Saya sendiri sejak awal sudah ditegaskan tidak ada kelas dan diganti dengan mengumpulkan tugas-tugas khusus. Komunikasikan sejak awal bagaimana kelas ini berjalan di semester 1 dan semester 2 dengan masing-masing 2 kredit.

Sub-field Subjects, 2 kredit

Kelas sub-field yaitu kita wajib mengambil 2 kredit di luar spesialisasi bidang studi yang diambil. Misalkan, saya yang memilih bidang studi International Development on Rural Areas harus mengambil salah satu mata kuliah senilai 2 dari International Environmental Rehabilitation and Conservation atau International Biological Production and Resource Science. Karena penelitian lebih ke economic agriculture, maka jika mengambil International Biological Production and Resource Science terlalu jauh karena mata kuliahnya lebih ke biologi dasar, oleh karena itu saya kemarin memilih Aquatic Environmental Assessment dari bidang studi International Environmental Rehabilitation and Conservation. Teman saya yang berasal dari International Environmental Rehabilitation and Conservation harus memilih satu mata kuliah dari bidang studi lainnya.

Bahasa Jepang, perlukah?

Di sela-sela kuliah ini ada bahasa Jepang yang ditawarkan, bisa dimasukkan SKS sebagai pilihan, bisa juga tidak. Pengajarannya cukup intensif, yaitu 3 hari dalam sepekan. Sebagai penambah penguasaan tentunya sangat layak diikuti. Saya sendiri di semester 1 bisa optimal mengikutinya, namun tidak di semester 2. Masing-masing kita akan lebih paham dengan aktivitas laboratorium dan jadwal Sensei. Satu persatu teman-teman rontok karena jadwal yang sering bertabrakan. Tentunya riset di lanoratorium, seminar dan pertemuan dengan Sensei pembimbing harus lebih diutamakan. Selain bahasa Jepang banyak juga kegiatan lainnya yang bisa diikuti seperti ektrakulikuler. Biasanya sih, sudah cukup disibukkan dengan agenda riset. Teman-teman membuat groups sendiri yang tiap pekannya mengadakan pertandingan sepakbola atau olahraga lainnya karena TUAT mempunyai lapangan sepakbola dan gymnasium yang bisa untuk berbagai aktivitas olahraga.

Untuk nilai sulitkah?

Umumnya mahasiswa internasional yang rajin masuk kelas dan memperlihatkan usaha serius akan mendapatkan nilai A. Jika tugas atau presentasi memukau akan mendapatkan nilai S (di atas A). Namun beberapa Sensei memang terkenal sangat pelit memberikan nilai, terutama yang di sub-course subject. Silahkan tanyakan sendiri ke masing-masing senior. Hehe. Yang pasti nilai bukan menjadi persoalan, yang lebih penting adalah jalannya riset kita dan jaga hubungan yang baik dengan Sensei pembimbing kita.

Gambaran TUAT secara Umum

Mahasiswa internasional di TUAT lumayan banyak, jadi tidak perlu khawatir mengenai aktivitas dan pergaulan. Petugas akademik yang melayani juga bisa bahasa Inggris, meskipun jumlahnya perlu ditambah. Mahasiswa Indonesia sendiri jumlahnya sekitar 50 orang yang aktif di PPI Nokodai, sudah termasuk dengan teman-teman di AIMS dan STEP yang masuk kategori exchange student. Untuk guidence book tentang TUAT terbaru (2019) bisa dilihat disini.

Untuk makanan halal dan akses kebutuhan sehari-hari jangan khawatir. Alhamdulillah, sudah banyak supermarket atau toko yang menyediakan daging dan bahan makanan halal di sekitar Fuchu. Untuk restoran sendiri, belum ada yang berlabel halal namun bisa ditanyakan langsung ke penjualnya mengenai bahan yang dipakai. Teman-teman muslim bisa mentolerir masakan misalnya dari India-Pakistan yang memang menggunakan ayam dan daging halal (kambing). Muslim di TUAT juga sudah mulai mengkonsolidasikan diri sehingga agenda silaturrahim bersama seperti buka bersama Ramadhan nantinya semoga akan lebih sering terselenggara.

Fuchu maupun Koganei, lokasi dimana kampus TUAT berada cukup strategis dan harga kontrakan lebih terjangkau, dibanding Tokyo metropolitan tentunya. Akses kemana-mana juga sangat mudah, dengan bus maupun melalui dua jalur utama yaitu Keio Line maupun Chuo Line. Banyak juga taman menarik yang bisa dikunjungi bersama keluarga yang akan dibahas di artikel selanjutnya. .

 

Zainuri Hanif
Fuchu, Tokyo
8 Agustus 2018

 
Leave a comment

Posted by on August 30, 2018 in Jepang

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: