RSS

JRA Racing Museum

08 Aug

Balapan kuda populer di Jepang yang awalnya dikenalkan oleh negara Barat di Yokohama. Maka tak heran, di Fuchu Tokyo terdapat stadion balapan kuda yang dikenal dengan Tokyo Racecourse. Awalnya Fuchu pada era Musashi (prefectur jauh sebelum Tokyo terbentuk) populer dengan pasar kuda unggulan, maka secara historis pembangunan stadion balap kuda ini memang punya makna tersendiri. Pada pertandingan puncak balapan kuda “The Japanese Derby 2016,” lokasi ini mampu menampung lebih dari 190.000 penonton. Selain itu setiap summer ada festival hanabi di lokasi ini. Yang lebih menarik buat anak-anak, terdapat pula taman bermain di Hiyoshigaoka Park, tepan di depan JRA Racing Museum.

Awal Maret ketika cuaca menghangat kami berencana ke museum ini, namun ternyata masih direnovasi sejak November sampai akhir Mater 2018. Dibuka lagi per 1 April 2018. Jadilah hanya bermain di taman Hiyoshigaoka Park yang dibuka dari jam 10.00-16.00. Taman ini lengkap permainan anak-anaknya mulai dari replika kapal bajak laut, arena bermain air, dan perosotan. Datanglah waktu weekdays atau bukan di saat adanya pertandingan balap kuda, anak-anak akan lebih nyaman juga bermain kesana kemari.

Awal Agustus 2018 ini, kami ke JRA Racing Museum. Cuaca sangat panas, cocok untuk liburan sekolah, wisata di dalam ruangan. Masuknya gratis dan setelah renovasi, penataan lokasi memang jauh lebih menarik daripada sebelumnya. Museum ini terdiri dari dua lantai. Dibuka mulai 10.00-16.00, khusus saat ada pacuan kuda dibuka sampai 17.00 dan ada biaya masuk 200 yen yang termasuk melihat pacuan kuda di stadion utama. Museum yang didirikan sejak 1991 ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kuda balap dari aspek budaya. 

Bagian Museum

The Museum Hall (Uma no Manabiya). Di tempat ini terdapat 150 inchi proyektor yang menayangkan berbagai animasi kuda. Anak-anak saat itu sangat menikmati filmya. Kita dapat juga berfoto dengan 3 patung kudang, dimana salah satunya adalah kuda poni asli Jepang. Semua pembatas dihilangkan sehingga ruangan ini tampak luas.

Hall of Fame. Berbagai penghargaan, foto dan replika kuda dan piala perkembangan balapan kuda di Jepang tertata dengan rapi. Sayangnya kita tidak boleh berfoto disini. Agar mempermudah pengunjung internasional sebaiknya memang ada dua bahasa pengantar. Semuanya masih dalam bahasa Jepang.

Live Theater “Thoroughbred”. Dalam ruangan ini kita bisa menikmati 3 video dalam durasi 15 menit. Pengunjung hanya dibatasi 10 orang. kamipun harus mengantri saat itu. Video tersebut yaitu pengenalan dalam versi anak mengenai potensi kekuatan kuda dibanding manusia, bagaimana kuda dilatih dan menjadi kuda balap dan ringkasan “The Japanese Derby 2016” yang merupakan balapan kuda sangat seru.

Narikiri Jockey. Sambil menunggu antrian kita kemarin bermain simulasi menjadi joki kuda. Kamera memindai wajah dan kita bisa memilih seragam dan kuda yang kita tunggangi akan balapan di arena. Menang atau tidaknya bergantung keberuntungan. Tetapi dari 4 kali mencoba ternyata jika pindaian wajah kita tepat, peluang menang makin besar. Anak-anak pun heboh karena kudanya yang awalnya juara 2 dan 4 akhirnya bisa juara 1. Cukup menghibur.

Exhibition Room 1. Pengunjung dapat belajar secara komprehensif balapan kuda di UK, Perancis, Amerika Serikat, Jepang dan negara lainnya dalam bentuk foto dan penjelasan keterangan.

Starting Gate. Lokasi ini juga sangat menarik, anak-anak bisa praktek langsung mengibarkan bendera selayaknya wasit dan menunggangi kuda sambil merasakan sensasi dibukanya pintu tanda balapan dimulai.

Exhibition Room 2. Disini kita dapat mengetahui sejarah tentang balapan kuda di Jepang dengan slide presentasi yang dapat kita pilih. Dari sini pulalah jadi tahu ada lokasi di tengah kota Fuchu yang saat ini dikelilingi hanya berupa papan pengumuman berpagar, dulunya ternyata menjadi tempat pengumuman balapan kuda yang akan diselenggarakan di Tokyo Racecourse.

Exhibition Room 3. Merupakan ruangan pameran khusus. Saat kami kesana kemarin berisi kerajinan tentang kuda.

Hal positif tentang lokasi ini. Lokasi ini layak dikunjungi keluarga karena terintegrasi dengan kandang kuda yang masih dalam satu kawasan dan taman bermain. Seharian penuh bisa kita habiskan disini. Dan memang di musim gugur dan semi lebih ramai karena ada pameran khusus. Lokasi istirahat (lounge) dengan kolam yang jernih juga sangat nyaman. Apalagi bebeknya juga bersih dan aktif kesana-kemari. Pelayanannya juga ramah.

Masukan untuk perbaikan. Akan lebih baik jika semua keterangan dalam Bahasa Inggris juga. Selain itu, janganlah terlalu diawasi sampai kemana kami melangkah selalu dibuntuti, mungkin saja karena saat itu pengunjung sangat sedikit dan stafnya banyak. Kami sudah paham bahwa objek tertentu tidak boleh disentuh dan tidak boleh mengambil foto. Tapi tampaknya tulisan dan peringatan itu tidak cukup sehingga seringkali kami diingatkan terus-menerus.

Zainuri Hanif.
Fuchu, 8 Agustus 2018

 
Leave a comment

Posted by on August 8, 2018 in Jepang

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: