RSS

Pangkalan Angkatan Udara AS yang ditinggalkan di Fuchu

04 Aug

Selain penjara Fuchu yang dikenal penjara paling ketat di Jepang, tempat penjahat kelas kakap ditahan (Yakuza, dll), ada satu lokasi di Fuchu, satu areal dengan Fuchunomori park yang membuat penasaran. Selama hampir setahun tinggal di Sengencho, di pemukiman samping lokasi bangunan yang terlantar, selalu ingin tahu ada apa sih dalamnya? Kenapa juga ada antena besar parabola dan bangunan misterius yang tidak dipakai lagi di tengah pemukiman penduduk. Ternyata lokasi ini dulunya adalah pangkalan undara AS yang aktif digunakan pada tahun 1956-1973. Pangkalan dengan 2 parabola setinggi 13 meter ini merupakan pangkalan re-supply selama perang Vietnam (1957-1975). Komunikasi dibuat dengan memancarkan gelombang troposferik yang di terima di lapasian atmosfer troposfer dengan ketinggian rata-rata 11 km. Koomunikasi ini terjadi sepanjang Okinawa ke Tohoku, yang berpusat di Pangkalan Militer Misawa.

Saat ini lokasi ini tidak dipagari dan publik dilarang masuk dan banyak tulisan dilarang masuk dimana-mana. Meskipun begitu pernah terlihat ada petugas yang menjaga dan mobil keluar masuk lokasi ini melewati gerbang sebelah barat. Walau penasaran, saya tidak berani melanggar aturan masuk dan melongok isi bangunan. Gegabah kalau gara-gara rasa penasaran kemudian harus dideportasi dan DO kuliah. Soalnya warga sekitar ada yang turut mengamati juga dan beberapa sensor masih aktif untuk penerobos. Ternyata beberapa waktu lalu menemukan ada yang upload di Google maps dan ada juga postingan blogger Jordy Meow seorang fotografer Prancis yang lama tinggal di Jepang memposting berbagai tempat yang ditinggalkan, salah satunya pangkalan di Fuchu ini. Ia menyelinap dan mengambil berbagai foto lokasi pangkalan setelah ditelantarkan selama lebih dari 30 tahun.

photo source: https://offbeatjapan.org/fuchu-abandoned-us-air-force-base/

Di Google map bangunan asrama masih ada, sedangkan saat kami tinggal di sekitar daerah itu, sudah dibongkar. Mungkin demi keamanan penduduk sekitar juga yang cuma beberapa meter saja dibatasi pagar besi. Bisa jadi banyak hewan liar berkeliaran dan sewaktu-waktu rubuh bisa memakan korban. Mengubah lokasi terlantar menjadi lokasi yang bermanfaat tidak mudah memang. Selain berhubungan dengan peristiwa sejarah, aspek legalitas formalnya juga harus dikaji. Alangkah baiknya memang lokasi terlantar ini difungsikan sebagai taman perluasan dari Fuchunomori untuk aktifitas publik. Dibuat taman yang berkaitan dengan kedirgantaraan tampaknya lebih asyik. Hehe.

 

 
Leave a comment

Posted by on August 4, 2018 in Jepang

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: