RSS

108 Milyar dan Padang Mahsyar

01 Aug

Tak sengaja menemukan artikel di National Geographic dan mencoba mencocokkannya dengan PRB (Population Reference Bureau), angka yang ditampilkan sama. Artikel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1995 dan diperbarui pada tahun 2002 menampilkan angka 108 Milyar manusia yang pernah hidup di bumi ini. Dan yang sekarang ini hidup di bumi ini yaitu 7 Milyar dan diperkirakan akan bertambah menjadi 9 Milyar pada 2050. Jumlah yang pastinya akan memicu banyak permasalahan skala dunia jika tidak tertangani dengan baik: kelaparan, konflik sosial, pemerataan pembangunan, dll.

Pendekatan semi ilmiah ini menggunakan asumsi pertumbuhan populasi konstan pada periode tertentu. Periode 8000 SM ke 1 AD adalah kunci untuk menentukan besarnya jumlah manusia. Pada awal zaman bertani, sekitar tahun 8000 SM populasi dunia berada pada angka 5 juta, angka yang diberikan oleh PBB.

Pembaca boleh saja percaya dan tidak percaya, namanya juga asumsi. Perkiraan populasi ke depan (prediksi 9 Milyar) memang lebih akurat dengan menggunakan basis data yang aktual, namun angka 108 Milyar siapakah yang tahu kebenarannya?

Pun begitu, tentunya yang menjadi pikiran adalah bagaimana kelak ketika kita semua dikumpulkan di padang mahsyar? Semua manusia dikumpulkan dalam satu hamparan dan masing-masing Nabi membanggakan pengikutnya. Begitu berat permasalahan yang akan dihadapi oleh kita (pengadilan akherat) hingga diibaratkan setiap manusia akan lupa pada yang lainnya, bahkan keluarganya. Masing-masing akan berusaha menyelamatkan dirinya sendiri.

Semua manusia akan dikumpulkan menuju Allah dalam kedaaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan tidak dikhitan. Dan begitu hebatnya masalah yang akan dihadapi, laki-laki dan wanita tidak akan melihat satu sama lainnya.

Haji dan padang Arafah adalah lambang dimana kearifan dan ketundukan adalah puncak kesadaran akan ke-Mahakuasaan Allah. Lebih dari 2 juta manusia berkumpul di satu lokasi. Sekarang ini bisa jadi teman, kolega, saudara sedang menunaikan ibadah haji. Satu harapan, semoga menjadi haji mabrur. Sayang sekali jika doa-doa terbaik tertulus, tak disampaikan untuk ayah-bunda pasangan hidup, anak-anak tercinta, teman dan saudara seiman.

Dan bagi kita yang belum diberi kesempatan, semoga Allah berkenan memberi kesempatan di tahun berikutnya. Tentunya dengan doa semuanya dan usaha.

Catatan pagi,
Zainuri Hanif
Tokyo 2017.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 1, 2017 in umum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: