RSS

Laporan Kelahiran Anak di Jepang

20 Jul

Pasca kelahiran anak di Jepang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait administrasinya. Jauh hari sebelum anak ke-3 kami Fatih lahir, beberapa teman telah memberi masukan untuk segera lapor kelahiran anak ke kantor pemerintah kota setempat (shiyakusho). Batasnya 14 hari setelah melahirkan dan kemudian dilanjutkan dengan ke imigrasi Jepang untuk mendapatkan residence card (visa) sehingga secara legal sudah sah tinggal di Jepang mengikuti batas visa orang tuanya. Sedangkan laporan ke KBRI bisa dilakukan setelah laporan ke pemerintah kota setempat selesai dan residence card didapatkan.

Laporan ke Shiyakusho (maksimal H+14 kelahiran)

Karena istri melahirkan secara caesar, dokter meminta untuk istirahat 10 hari di rumah sakit. Walaupun beberapa hari setelah melahirkan sudah bisa berjalan dan merasa sehat, istirahat selama 10 hari ini memberikan kesempatan Bunda untuk pulih benar. Di Malang, saat kelahiran anak ke-2 dengan caesar, pada hari ke-3 sudah boleh pulang ke rumah. Namun ternyata untuk melakukan aktivitas sehari-hari (memasak, beres-beres rumah, dll), perut masih terasa nyeri. Ya, kita ambil sisi positifnya, pertimbangan dokter ada benarnya.

Karena 10 hari di rumah sakit, maka surat keterangan lahir dari rumah sakit dikeluarkan ketika pulang. Otomatis waktu yang tersisa tinggal 4 hari. Alhamdulillah, urusan di shiyakusho beres. Sayangnya saya lupa tidak memfotokopi surat dari rumah sakit tersebut karena ternyata surat itu tidak dikembalikan alias disimpan mereka. Jangan lupa bawa boshitecho (buku panduan ibu dan anak) dan kartu asuransi orangtua. Setelah beres langsung urus juga asuransi kesehatan dan tunjangan anak. Kalau di Fuchu city Tokyo, bisa diurus di lantai 5.

Visa Anak di Kantor Imigrasi (maksimal H+30 kelahiran)

Syarat untuk mengurus visa adalah mangisi formulir, dan berkas yang sudah beres di shiyakusho. Saat itu lupa untuk meminta print out kartu keluarga yang berisi nama daftar keluarga dimana dari situlah petugas akan tahu nama anak yang baru didaftarkan. Saya hanya bawa juminhyo. Petugas imigrasi (saya mengurusnya di Tachikawa) meminta urus saja sekarang saja, ditunggu katanya. Nanti kalau datang tidak perlu antri lagi langsung maju dan urus kembali. Karena masih pagi, nggenjot sepeda ke Fuchu city dan mbalik lagi. Alhamdulillah semua beres. Ditunggu sebentar, residence card anak langsung jadi. Tidak ada fotonya dan tidak perlu lapor alamat karena sudah tertera di bagian depan kartu. Alhamdulillah urusan dengan Imigrasi Jepang beres.

Laporan Kelahiran Anak dan Pembuatan Paspor di KBRI 

Karena padatnya jadwal kuliah dan berbagai tugas lainnya, urusan ini saya tunda beberapa saat. Namun, begitu ada waktu longgar sebaiknya memang segera diselesaikan. Banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari berbagai tulisan teman-teman di internet. Beberapa menulis syarat sangat detail, bahkan tidak diperlukan. Ada baiknya merujuk langsung ke situs KBRI Tokyo, (disini dan disini). Kebetulan ketika hendak mengakses, beberapa kali mengalami error (mungkin pas maintenance). Merujuk situs KJRI Osaka ternyata berkas dokumennya lebih banyak. Karena wilayah teritorial di Tokyo, maka kemarin menunggu web bisa diakses lagi. Dan berikut saya salin disini.

Surat Keterangan Kelahiran

Sesuai dengan Pasal 29 Undang-Undang No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan jo Pasal 59 Peraturan Presiden No. 25 tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Perwakilan RI di Tokyo tidak menerbitkan Akte Kelahiran. Warga negara Indonesia yang melahirkan di Jepang dapat mengurus surat keterangan kelahiran anak dengan persyaratan sbb :

  • Mengisi formulir Laporan Kelahiran Anak; bisa download disini
  • Fotokopi paspor orang tua (ayah dan ibu);
  • Fotokopi surat nikah/ buku akta nikah;
  • Fotokopi Surat Kelahiran dari Rumah Sakit (Syussei Syomeisho)/ Syussei Todoke;
  • Surat Kelahiran dari Pemerintah Setempat (Syussei Juri Todoke Syomeisho) Asli;
  • Fotokopi halaman dalam Boshi-Techo: (Halaman yang tercatat nama Ayah + Ibu, jam lahir dan lain-lain);
  • Letter Pack 500 beralamat lengkap untuk pengiriman Surat Keterangan Lahir. (saya pilih yang 360 yen sudah mencukupi)

Waktu penyelesaian : 1 (satu) hari kerja apabila persyaratan lengkap; (prakteknya lebih dari 1 hari_red)
Biaya : JPY 0

Pengalaman kemarin tidak membawa surat kelahiran dari rumah sakit karena lupa difotokopi sebelum diserahkan shiyakusho. Untunglah berkas diterima karena fotokopi halaman dalam boshi-techo bercap walikota dianggap mencukupi. Di saat yang bersamaan ingin mengurus paspor, ternyata tidak bisa. Harus jadi dulu surat keterangan lahir baru kemudian bisa mengajukan paspor. Dan bayi yang bersangkutan diminta datang diajak untuk difoto.

Persyaratan Paspor untuk Anak

Mengisi formulir permohonan s.p.r.i ( paspor ) dengan lengkap dan ditanda tangani oleh orang tua yang bersangkutan. Formulir akan diberikan di loket Imigrasi KBRI Tokyo atau bisa di download di link di bawah. Semua persyaratan sebagai berikut :

  • Bukti domisili. (KTP Jepang / residence card harus di copy depan dan belakang)
  • Akta lahir atau surat keterangan kelahiran (Asli/dan photo copy, untuk yang pertama kali membuat paspor)
  • KTP Jepang / residence card orang tua (ayah dan ibu) dan pemohon
  • Photo copy paspor orang tua ( ayah dan ibu )
  • Surat nikah orang tua
  • (Dua) lembar pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm dengan latar belakang putih dan mengenakan baju warna terang putih / terang. (clouse up – 70 % sampai dengan 80 % adalah muka atau wajah)
  • Membayar biaya (biaya paspor dan jasa IT SIMKIM) sebesar ¥.3.200,- ( tiga ribu dua ratus yen ) tunai / cash (pembayaran dilakukan via mesin dan dilakukan saat semua berkas diterima).

Catatan penting:

  1. Pemohon paspor harus didampingi oleh orang tuanya (Ibu atau Bapak) ke KBRI Tokyo untuk pengambilan foto biometrik dan sidik jari serta proses wawancara didepan petugas serta tidak bisa diwakilkan. Bayi harus dibawa untuk diambil foto langsung.
  2. Semua persyaratan diatas harus dicopy dan diperlihatkan kepada petugas.
  3. Pemohon s.p.r.i (paspor), hanya akan diproses bila semua persyaratan telah dipenuhi dengan lengkap maka dari itu pemohon harus datang ke KBRI Tokyo minimal 1 (satu) kali, bila pemohon tidak bisa datang kembali untuk mengambil paspor yang sudah selesai, mohon disediakan amplop balasan disertai perangko (letter pack 500 atau 360 yen) yang sudah ada nama, alamat lengkap dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Download berkas:

Waktu pelayanan
Senin s/d Kamis
09:30 – 11:30
13:30 – 14:30
Jumat
09:30 – 11:30
14:00 – 15:00

 

Tokyo, 21 Juli 2017
Zainuri Hanif

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 20, 2017 in Jepang

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: