RSS

Anak Hilang

11 May

Sore ini kami mendapatkan pengalaman yang berharga, dan semoga tidak terjadi lagi. Biasanya hanya melihat poster atau berpapasan dengan ortu yang bahagia dipertemukan lagi dengan anaknya yang terpisah, baik di tengah keramaian maupun di stasiun. Namun, kali ini kami mengalaminya. Ya, Fadhil sempat ilang hampir 1 jam.

Bermaksud menengok istri yang sedang pemulihan persalinan, sore sehabis kuliah anak-anak kuajak menuju rumah sakit yang total waktu tempuhnya 40 menit dengan bus dan kereta, atau maksimal 1 jam bila agak ramai. Di perjalanan seolah tampak lancar, sampai di stasiun Bubaigawara, pengalaman yang tidak diinginkan itu terjadi.

Karena persimpangan stasiun dan cukup ramai, Fadhil yang awalnya kugandeng untuk masuk kereta, gandengannya terlepas. Awalnya kukira pasti mengikuti, lha tinggal dua langkah saja dari pintu kereta. Ternyata tidak!…

Sadarnya ketika sedang cari lokasi berdiri yang nyaman di dalam kereta. Tengok sana, tengok sini. Nanya sana, nanya sini tidak ada yang tahu. Foto hpku pun tak perlihatkan saat nanya ke orang-orang. Bahkan gerbong demi gerbong kucek bersama Aisyah (adiknya), hasilnya nihil. Langsung saja perkiraanku, dia ketinggalan di stasiun transit tadi.

Akhirnya di stasiun berikutnya keluar dan langsung lapor petugas. Khawatir terjadi apa-apa. Bayangan buruk pun berusaha kuenyahkan, tapi sulit ilang. Misal, diculik orang. Maklum, lha Ayahnya saja deg-degan cemas, apalagi Fadhil sendirian. Pasti celingak-celinguk gak karuan. Gak kebayang, kasihan kau Nak! Semoga tidak terjadi apa-apa.

Petugas pun menanyakan ciri detail. Beruntung sebelum berangkat sempat memfoto Fadhil dan Aisyah. Dengan mudah pun sosoknya teridentifikasi. Sekitar 20 menit kemudian, petugas pun memberi tahu bahwa ditemukan anak dengan ciri yng dimaksud. Alhamdulillah…

Tapi petugas tidak bisa mengantar, saya disuruh menjemput di lokasi dan line yang dimaksud. Langsung saja bergegas bersama sang adik menuju naik kereta sebaliknya ke lokasi sang anak. Begitu ditemukan, ternyata Fadhil sedang meringkuk di pojokan papan dan menangis. Astaqfirullahaladzim, kasihan kau nak. Maafkan Ayahmu ini ya…

Petugas ternyata ga bisa membujuk Fadhil. Dan saya sendiri perlu 5 menit untuk membujuknya dan mau dipeluk. Alhamdulillah, ini pengalaman berharga. Semoga tidak terjadi lagi ya, dan juga kepada teman-teman lainnya.

Setelah agak tenang, Fadhil cerita bahwa dia tadi tertarik lihat orang yang agak mabuk, trus ngikuti orang yang kayak Ayah, eh ternyata bukan. Kereta pun dah jalan. Teriak-teriak Ayah, ternyata gak ada. Akhirnya pergi ke pojokan sambil nangis-nangis…

Sebetulnya stasiun yang paling dikhawatirkan kalau tersesat itu Shinjuku yang menjadi stasiun terpadat di dunia yang melayani 4 juta penumpang. Karena terkoneksi dengan gedung-gedung sekitarnya, terdapat 200 pintu masuk dan keluar di sekelilingnya dan total 53 peron kereta. Ini di stasiun Bubaigawara yang ga terlalu besar, namun memang agak ruwet transfer keretanya, anak pun bisa tersesat. Yang dewasa pun sering salah jalur. Ternyata yang namanya tersesat dimanapun sangat menyesakkan. Nggak kita yang gedhe, apalagi yang anak-anak. Allah punya cara sendiri dalam mengingatkan kesalahan kita.

Pelajaran;

  1. Awasi selalu anak-anak. Gandeng tangan dengan erat terutama ketika masuk kereta. Pintu terbuka dan tertutup sekian detik saja.
  2. Segera lapor petugas jika terjadi permasalahan. Mereka sigap kok dan bergerak cepat.
  3. Berikan deskripsi yang jelas, foto berbicara lebih banyak.
  4. Ajari anak untuk melakukan tindakan darurat. Misal jika terpisah, datangi aja kantor petugas atau pos polisi.
  5. Bekali alamat atau kontak di pakaian anak atau gelang maupun kalung identitas.
  6. Latih anak menguasai medan dan jalan pulang.
  7. Jangan terlalu banyak bawa barang bawaan. Konsen ke anak-anak.

Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat.

Zainuri Hanif
Tokyo, 11 Mei 2017

Advertisements
 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: