RSS

Kawan Setia

22 Jun

Kawan Setia

Berapa banyak kawan setia yang kita miliki? Pernahkah berhitung?

Ah, jangan-jangan kita tidak punya seorang kawan yang benar-benar tahu dan mengerti kita. Yang mau dengan tegas meluruskan ketika kita berbelok, menjaga rahasia-rahasia kecil dan besar kita, dan bahkan siap sedia meringankan ketika kita dalam kondisi terperosok.

Yang paling menyenangkan masuk sebuah komunitas baru adalah peluang bagi kita menambah daftar kawan. Biasanya dari sekian banyak kawan itu, beberapa memiliki hubungan khusus dengan kita, dalam artian banyak waktu dihabiskan bersama sehingga banyak pula momen kebersamaan yang indah untuk diingat. Pengalaman terakhir, sekian bulan di negeri seberang, saya mendapat banyak sekali momen yang membekas, salah satunya kawan-kawan yang sangat baik.

Seorang muslim menjalani hidupnya di atas berbagai ujian, banyak benturan yang sulit dan berat. Aktivitas sehari-hari dengan berbagai tantangannya membuat iman kadang melemah. Karenanya, banyak di antara kita hari ini mengeluhkan hilangnya perkawanan yang baik, atau lemahnya ruh perkawanan hanya karena derasnya arus informasi di media sosial yang membuat kita banyak berprasangka atau secara tidak sadar karena kabar berita yang bersliweran membuat kita sendiri yang merasa kawan kita itu tidak bisa dipercaya. Beda sikap dan pendapat sedikit saja membuat perkawanan lepas.

Padahal sejatinya adalah kita sendirilah yang sedang bermasalah. Berusaha menghindari benturan dengan tidak berbuat apa-apa. Tidak mau memberi masukan kawan hanya karena takut menyinggungnya.

Watak Seseorang

Umar bin Khattab memberikan rambu-rambu dalam mengenal watak seseorang. Setidaknya ada 3 hal yang bisa kita pertimbangkan ketika mengukur seorang kawan, apakah ia seorang kawan setia atau sebaliknya. Pertama, yaitu apakah kita punya hubungan dagang atau pernah berhutang piutang dengannya? Jika ia amanah dalam masalah keuangan, ia termasuk kawan yang baik. Kedua, jika berbeda pendapat, lihatlah bagaimana tanggapannya. Ada kalanya muncul keadaaan yang menyebabkan adu argumentasi, saling berbantahan. Apakah ketika ia marah kemurkaannya mengerikan dan berlebihan? Dan ketiga, pernah bepergian dan menginap bersamanya.

“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam pergaulan, kita bisa menilai mana kawan yang bisa menjadi kawan setia dan sebaliknya, justru menjerumuskan. Beberapa kawan yang saya pandang dulu mereka sangat akrab, bahkan sekarang menjadi musuh karena ketika terjadi perseteruan, semua aib dan rahasia pribadi diceritakan kemana-mana oleh kawannya tadi. Kita yang sebelumnya tidak tahu menahu pun menjadi melongo. Hikmahnya, justru pembongkar aib itu kita ketahui tidak bisa dijadikan seorang kawan yang baik.

Disisi lain, pernahkah kita sangat kepepet butuh uang? Kepada siapakah kita akan meminjamnya? Tentu prioritas keluarga dan berikutnya kawan akrab. Dan jika dengan mudah kawan kita itu memberikan bantuannya, kita pun bisa menilai seberapa besar kepeduliannya. Jangan lupa, segerakan melunasi ketika tiba tenggat waktunya.

Semoga kita mempunyai banyak kawan setia yang rela menolong dunia-akherat. Tidak hanya berkawan kala bahagia saja, namun mampu menolong kita di kala terpuruk dan ujian itu datang.

 

Renungan
Batu, 22 Juni 2016

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on June 22, 2016 in Renungan

 

Tags: ,

One response to “Kawan Setia

  1. Sandi Iswahyudi

    June 22, 2016 at 08:14

    Makasih telah share tulisan ini pak. Kawan salah satu hal yang menjadikan hidup makin nikmat

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: