RSS

Situs Warisan Dunia, Shirakawa-go

22 Feb

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (22)Mengakhiri musim dingin, PPI Kyoto Shiga mengadakan piknik bersama ke Desa Shirakawa. Kegiatan ini berawal dari diskusi ringan di group “Line” di mana banyak teman-teman yang menginginkan liburan bersama menikmati salju. Maklum, tahun ini salju di Kyoto dan sekitarnya memang tidak terlalu lebat dibanding tahun lalu. Kegiatan yang berlangsung pada 20 Februari 2016 diikuti lebih dari 90 peserta dengan 2 bus.

Desa yang unik dan terpelosok ini masuk dalam situs warisan dunia UNESCO. Untuk sampai wilayah ini, kita harus melewati beberapa terowongan yang lumayan panjang. Kelebihan jalan disini walau berbukit-bukit, orang Jepang lebih memilih membuat terowongan menembus bukit daripada mengikuti alur bukit yang bergelombang. Desa Shirakawa yang lebih dikenal dengan sebutan Shirakawa-go ini terletak d lembah sungai Shokawa di Prefektur Gifu dan perbatasan dengan Prefektur Toyama. Wilayah ini berada di utara Kyoto dan masih di Pulau utama Jepang yaitu Honshu, sekitar 4 jam perjalanan.

Desa ini dikelilingi oleh gunung dan hutan. Hanya sebagian kecil saja wilayah yang digunakan untuk budidaya pertanian, 96% masih berupa hutan. Daya tarik utama Shirakawa-go ini adalah pemandangan dan bangunan rumahnya. Rumah tradisional yang dikenal dengan gasshō-zukuri (合掌造り) ini dicirikan dengan bentuk atap rumah yang miring dan melambangkan orang yang sedang berdoa, “Kontruksi tangan berdoa”. Atapnya terbuat dari jerami.

Kelebihan jerami yaitu lebih bisa menahan panas pada musim dingin dan sebaliknya pada musim panas, udara di dalam juga sejuk. Mereka juga tidak perlu mengeluarkan uang karena jerami mudah didapat, sisa dari panen padi di musim panas. Kekurangannya yaitu mudah terbakar. Maka wajar di beberapa titik ada lokasi khusus yang ditandai untuk pemantauan api. Jarak antar rumah juga relatif longgar. Bangunan rumah ini tidak menggunakan paku sama sekali, namun menggunakan tali dari jerami yang dijalin atau neso yaitu istilah untuk pohon kayu yang dilunakkan.

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (21)

Jembatan penyebarangan menuju kompleks rumah gasshō-zukuri (合掌造り)

Salju sudah tidak begitu lebat, biasaya semua memutih termasuk atap-atap rumah

Salju sudah tidak begitu lebat, biasaya semua memutih termasuk atap-atap rumah

atap jerami tebalnya hampir 0,5 meter, kuat untuk diinjak puluhan orang. Karena untuk memasang atap ini diikat.

atap jerami tebalnya hampir 0,5 meter, kuat untuk diinjak puluhan orang. Karena untuk memasang atap ini diikat.

Sebenarnya waktu yang sangat ideal untuk datang ke wilayah ini yaitu pada saat salju tebal, di mana atap dan lokasi desa ini memutih semua yaitu pada akhir Desember sampai awal Februari. Atau saat musim panas dimana padi menghijau. Pemandangan yang sangat kontras ini mengingatkan pada film Oshin di tempat yang bersalju lebat. Hebat memang orang-orang yang bisa bertahan di iklim ekstrim seperti ini. Pantas saja masuk dalam situs warisan dunia UNESCO.

Bagi anda yang hobby fotografi, waktu 3 jam tidaklah cukup. Banyak objek menarik yang bisa diabadikan. Sayangnya saya sendiri baru memakai kamera handphone. Walaupun begitu, kualitasnya tidak terlalu jauh dari kamera teman-teman. Hehe 😀

Sebelum menuju ke kawasan Desa Shirakawa ini, kita harus menyeberang sungai melalui jembatan. Sungai Shokawa mengalir dengan sangat jernih, agak kehijauan. Sekitar desa ini dikelilingi gunung dan saat kami datang kebetulan diselimuti kabut yang lumayan tebal. Walau objek disini sangat menarik, tentunya tidak boleh berlama-lama apalagi photo shelfie disaat orang antri menyeberang, apalagi jembatannya bergoyang ketika dilewati.

Air mengalir dimana-mana dengan begitu jernihnya. Ada juga kolam ikan, bahkan di selokan pun terdapat ikan besar yang berenang kesana-kemari. Rumah-rumah bisa dimasuki dengan gratis dan ada yang berbayar. Sekilas kita tahu bagaimana struktur bangunan kayu dan susunan kamarnya. Di lantai bawah ada perapian untuk memasak dan kita pun bisa duduk-duduk menghangatkan badan. Rumah ini tersusun 3 sampai 4 lantai.

Yang menarik adalah toko souvenir terdapat di puncak bukit dan berbagai lokasi di desa ini. Souvenir di sini lebih beragam dan cantik seperti gantungan kunci, magnet, pernak-pernik dengan harga yang standar. Souvenir ini memang khas wilayah ini yang jarang kita jumpai di toko souvenir yang lain, misal jika kita mencari di Teramachi Kyoto tentunya sulit mendapatkan yang serupa.

Asesoris Sirakawa-go (3) Asesoris Sirakawa-go (1)

Situs Warisan Dunia UNESCO

Sebagaimana yang sudah dibahas sekilas, Desa ini, bersama Desa lainnya di wilayah ini ditetapkan sebagai warisan budaya UNESCO sejak 1995. Rumah dan bangunan yang ada di desa ini sangat tua, ada yang mencapai 250 tahun dan tetap terawat dengan baik.

Menurut wikipedia, Situs Warisan Dunia UNESCO (bahasa Inggris: UNESCO’s World Heritage Sites) adalah sebuah tempat khusus (misalnya, Taman Nasional, Hutan, Pegunungan, Danau, Pulau, Gurun Pasir, Bangunan, Kompleks, Wilayah, Pedesaan, dan Kota) yang telah dinominasikan untuk program Warisan Dunia internasional yang dikelola UNESCO World Heritage Committee, terdiri dari 21 kelompok (21 state parties) yang dipilih oleh Majelis Umum (General Assembly) dalam kontrak 4 tahun. Sebuah Situs Warisan Dunia adalah suatu tempat Budaya dan Alam, serta benda yang berarti bagi umat manusia dan menjadi sebuah Warisan bagi generasi berikutnya.

Program ini bertujuan untuk mengkatalog, menamakan, dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia. Tempat-tempat yang didaftarkan dapat memperoleh dana dari Dana Warisan Dunia di bawah syarat-syarat tertentu. Program ini diciptakan melalui Pertemuani Mengenai Pemeliharaan Warisan Kebudayaan dan Alamiah Dunia yang diikuti di oleh Konferensi Umum UNESCO pada 16 November 1972.

Karena masuk dalam katalog situs warisan dunia UNESCO, pengelolaan Shirakawa-go selalu dievaluasi dan berlangsung dengan baik. Desa ini adalah contoh luar biasa dari sebuah pemukiman manusia tradisional yang mampu bertahan dengan lingkungan dan tantangan sosial ekonomi. Meskipun sejak tahun 1950 Jepang mengalami perubahan struktur sosial ekonomi yang signifikan, wilayah ini tetap eksis dengan melestarikan budaya dengan bukti-bukti material yang masih lestari.

Meskipun sejak perang dunia ke-2 rumah unik yang dinamakan Gassho mulai berkurang, beberapa masih bisa bertahan di wilayah Ogimachi, Ainokura dan Suganuma. Selain itu, belum ada perubahan yang signifikan terhadap sistem jalan dan kanal-kanal dan pola penggunaan lahan tradisional termasuk pohon-pohon dan hutan, dan lahan pertanian.

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (6)

Ini spot yang jadi idola banyak fotografer. Cantik sekali pemandangan dari sini

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (8)

Rumah yang lebih modern juga ada, jelas lebih minimalis dan materialnya lebih praktis

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (11)

Saluran airnya terjaga dengan kualitas air yang sangat jernih, ikan pun mudah ditemui.

Mas Hendri, teman sepanjang perjalanan. Ilmunya banyak saya serap. Berkurang berarti kesaktiannya. hehe

Mas Hendri, teman sepanjang perjalanan. Ilmunya banyak saya serap. Berkurang berarti kesaktiannya. hehe

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (12)

Bersama Bambang Niko, I Made Mayun. Beberapa titik yang menarik untuk mengambil gambar.

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (4)

Dilarang mengambil gambar sebenarnya, tapi maaf… tahunya setelah jepret… jadi ndak papa ya? 🙂

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (10)

Mainan anak, mobil-mobilnya sudah sampai sini dan balapan… kata istri ada yang janggal? lha nggak ada jejak bannya? hehe… iya ya, detail terlewat. 😀

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (9)

Insya Allah tahun depan bisa berfoto lagi di sini (Jepang). Sementera diwakili dulu ya sama fotonya…

Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (24) Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (5)Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (19)

Saran Berkunjung ke Shirakawa-go

  1. Usahakan rombongan tentunya lebih murah, kami difasilitasi PPI Kyoto Shiga sehingga biaya semua yang sekitar 20.000 yen menjadi 5.700 yen (sudah termasuk bento dan asuransi). Banyak yang melalui travel namun waktu berkunjung hanya kurang dari 1 jam, Alhamdulillah kami 3,5 jam bisa berkeliling wilayah ini.
  2. Jika ingin waktu lebih, siapkan anggaran khusus dan menginap. Tentunya lebih banyak hal yang bisa kita dapatkan baik pengalaman maupun foto yang menarik.
  3. Perhatikan waktu berkunjung, menurut saya paling menarik adalah ketika salju sangat tebal yaitu akhir Desember – awal Februari

 

Zainuri Hanif
Kyoto, 22 Februari 2016

Terima kasih PPI Kyoto Shiga by Hendra Adhi Pratama

Terima kasih PPI Kyoto Shiga by Hendra Adhi Pratama

PPI Kyoto Shiga by Hendra Adhi Pratama

PPI Kyoto Shiga by Hendra Adhi Pratama

Rehat otw Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (2)

Bus berjalan dengan kecepatan standar dan setiap 1,5 jam berhenti sejenak di rest area, memberi kesempatan bagi penumpang yang akan ke kamar mandi ataupun sekedar meluruskan kaki.

Rehat otw Sirakawa-go Situs Warisan Dunia (1)

Rest area sangat bersih, kamar mandi banyak dan ada juga fasilitas untuk ibu menyusui dan balita. Jika ingin beli minuman atau makanan ringan juga tersedia mini market.

Ayam Ya

Ayam ya, dekat Kyoto Eki, kami mengakhiri perjalanan dengan makan bersama ramen ini ketika bus tiba di Kyoto pukul 20.00 waktu setempat. Sampai rumah pun tinggal istirahat… Alhamdulillah

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 22, 2016 in Jepang, Perjalanan

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: