RSS

Lompatlah atau Tetap Tinggal di Kapal

27 Dec

Change - Make Decision - Arasiyama - zainuri.wordpress

“Do nothing, and nothing happens. Life is about decisions.
You either make them or they’re made for you, but you can’t avoid them.”
― Mhairi McFarlane ―

Pernahkah di posisi terjepit dan harus mengambil keputusan? Saya kira setiap kita pasti pernah dalam keadaan harus mengambil sebuah keputusan sulit. Akan sangat mudah mengambil keputusan jika instrumen pendukung itu lengkap; data yang akurat, opsi-opsi yang jelas dan kemungkinan keberhasilan pada sebuah pilihan tertentu. Namun, seringkali yang terjadi sebaliknya. Kita diminta memilih dua atau lebih pilihan yang di luar nalar, tidak bisa diprediksi, mengawang-awang. Kebanyakan akhirnya memilih tidak memilih atau tetap pada pilihan awal, takut keluar dari zona nyaman.

Saya pernah mengalami salah satu peristiwa yang membuat galau, keluar dari perusahaan lama saat itu, Medco Agro tahun 2008. Sebelumnya dalam proses rekruitmen pernah sampai wawancara akhir di Indofood (Tanjung Priok) dan Astra Agro (Kelapa Gading). Dalam posisi fresh graduate, idealisme masih tinggi, akhirnya wawancara di perusahaan itu tidak mencapai titik temu. Ketika wawancara terakhir di Medco Agro, dengan penempatan di Kalimantan tepatnya di Kotawaringin Barat, Kalteng saya memutuskan untuk menyanggupi tantangan yang ada.

Namun hanya sekitar 3-4 bulan saya disitu. Saya memilih keluar dari perusahaan ini, walau berat rasanya. Pekerjaan pengganti belum ada, ditambah ada rasa bersalah kepada orang tua, malu sekali tidak bisa survive. Tapi keputusan sudah bulat, ini bukan masa depan saya! Akhirnya keluar dengan baik-baik sebagaimana masuk dengan baik-baik juga. Tepat beberapa hari kemudian ada email masuk dari mailing list alumni yang memberikan info rekruitmen Kementan. Sebenarnya PNS bukan impian saya, tapi Ibu meminta untuk dicoba, akhirnya saya coba ikut test dan diterimalah, saya tekuni pekerjaan ini sampai sekarang. Mungkin ini jalannya dari Allah yang harus saya lalui, walau saat itu tidak tahu, tidak terbayang sama sekal, bahkan terasa gelap.

Pilihan dan ujian setiap orang berbeda, jadi jangan menyamakan posisi kita dengan mereka. Beruntungnya kita atau lebih parah lagi betapa sialnya kita tidak tergantung oleh orang lain, semua tergantung pada diri kita sendiri. Kita tidak tahu ujian apa yang orang lain terima, bisa jadi masalah pribadinya lebih besar. Tidak perlu iri pada rezeki orang lain. Kita tidak tahu apa yang telah diambil darinya. Tidak perlu juga sedih akan cobaan yang kita terima. Kita tidak tahu apa yang akan diberikan kepada Kita. Boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kita dan boleh jadi pula kita menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kita, Allah mengetahui, sedang kita tidak mengetahui.

Kalau kita tidak menyukai sesuatu, maka rubahlah. Jika tidak bisa merubah, maka kita yang harus menyesuaikan diri. Rubahlah sikap (attitude) kita. Jangan senantiasa menyalahkan orang lain. Beberapa waktu lalu, istri mengirim nasehat yang baik, tentang kisah katak, saya cari sumbernya aslinya di google, ternyata sudah lama dan begitu banyak, tidak diketahui sumber awalnya, berikut kisahnya;

Coba kita taruh katak hidup kedalam panci berisi air dan panaskan.

Pada saat suhu air mulai meningkat, si katak menyesuaikan suhu tubuhnya, tanpa melakukan apapun, walau dia sebenarnya mampu melompat keluar panci.

Katak terus menyesuaikan suhu tubuh dengan peningkatan suhu air.

Pada saat air mencapai titik didih, katak tidak dapat menyesuaikan lagi, dan pada titik didih air ini katak memutuskan untuk melompat keluar.

Katak mencoba untuk melompat tetapi tidak mampu melakukannya karena ia telah kehilangan semua kekuatannya dalam menyesuaikan dengan suhu air naik, singkat cerita tentunya katak akan mati.

Keputusan terlambat saya bilang, karena menunggu dan menunggu, sap tau ada perubahan tanpa harus berusaha, padahal sang katak mampu melompat tinggi pada saat air belum mencapai titik didih.

***

Berpikir tentang hal ini..

Saya tahu banyak dari kita akan mengatakan katak akan mati karena air mendidih.

Tetapi kebenaran tentang apa membunuh katak sendiri adalah ketidakmampuannya untuk memutuskan kapan untuk melompat keluar.

Kita semua dalam hidup ini perlu untuk menyesuaikan dengan orang & situasi, tetapi kita harus yakin ketika kita perlu menyesuaikan & ketika kita perlu untuk melanjutkan.

Ada saat-saat ketika kita perlu menghadapi situasi dan mengambil tindakan yang tepat.

Jika kita membiarkan orang lain mengeksploitasi kita secara fisik, emosional, finansial, rohani atau mental, dan kita diam membiarkan dengan penyesuaian penyesuaian yang kita buat, padahal kita mampu keluar….itu konyol namanya…belum dicoba sudah ber-asumsi.

Mari kita memutuskan kapan untuk melompat keluar, yakin bahwa anda bisa sebelum terlambat..

Kita sendirilah yang tahu sejauh mana kadar kemampuan kita, kita sendiri juga yang paling pantas untuk menikmati atau justru menderita terhadap keputusan-keputusan kita. Jadi, marilah berani ambil resiko. Lompatlah atau tetap tingal di kapal yang mulai merapat. Jelajahi dunia baru, dengan berbagai tantangan yang baru. Insya Allah selama kita mau berusaha, berdoa dan tawaqal, selalu ada jalan. Kita hanya diperintahkan untuk berusaha, selanjutnya, serahkan pada Yang Maha Pengatur.

“Allaahumma rahmataka arju, fala takilnii ilaa nafsii tarfata ‘ainin wa aslih li sya ‘nii kullahu laa ilaaha illa anta”. “Ya Allah, aku sangat mengharapkan curahan rahmat-Mu, maka janganlah Engkau menyerahkan urusanku pada diriku sekejap mata pun, dan baguskanlah segala keadaan bagiku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. (H.R. Abu Daud)”

Kyoto, 27 Desember 2015

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2015 in Opini

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: