RSS

The Kyoto University Museum

07 Dec

Kyoto University Museum - zainuri.wordpress (5)

Dekat, sering dilewati, namun tak jarang pula diabaikan. Itulah kondisi museum pada umumnya. Padahal museum sarana yang baik untuk memberikan sebuah pembelajaran bagi anak-anak dan remaja, demikian pula masyarakat umum. Di beberapa negara, tampak bahwa museum menjadi sarana edukatif yang menarik. Sampai ada filmnya juga kan?

Kyoto University Museum letaknya di dekat perempatan Hyakumanben dan masih di Yoshida campuss. Beberapa langkah dari bus stop atau di seberang Cafetaria Renais. Museum ini memiliki koleksi bahan-bahan sejarah yang berkaitan dengan sejarah alam, budaya dan teknologi. Museum ini buka setiap hari kecuali Senin dan Selasa dari jam 9.30 pagi sampai 16.30 sore. Tiket masuknya adalah 200 yen untuk pelajar SD-SMP, 300 yen untuk SMA dan mahasiswa, 400 yen untuk umum dan gratis bagi yang bisa menunjukkan kartu mahasiswa Kyoto University.

Kyoto University Museum mengelola dan mengembangkan berbagai koleksi yang merupakan penelitian dan arsip universitas. Awalnya saya kira isinya tentang sejarah Universitas Kyoto saja, seperti bangunan dan perkembangannya, ternyata isinya lebih lengkap dari sekedar itu. Yang paling menarik adalah di lantai paling atas yaitu suasana hutan tropis, salah satunya di Pulau Kalimantan. Ada layar besar yang kemudian memberikan suasana layaknya hutan hujan tropis disertai suara hujan dan kilat yang menyambar. Beberapa koleksi serangga juga ada disini.

Koleksi museum saat ini terdiri dari 2,6 juta spesimen yang terdiri dari bidang humaniora, ilmu alam, dan rekayasa. Mungkin tidak semuanya ditampilkan, namun saat kami datang sedang ada pameran foto sementara (event tertentu) mengenai Perang Dunia II, dimana Jepang menjadi salah satu aktornya. Even kali ini adalah “The Daily Life of Prisoners during World War II” (25 November 2015 – 10 January 2016). Sayangnya untuk Perang di Indonesia saat itu tidak saya temukan. Siang itu ketika kami keuar, banyak veteran atau simbah-simbah yang juga datang secara rombongan ke museum ini. Rombongan pelajar juga berkeliling sambil membawa buku catatan.

Sumber: museum.kyoto-u.ac.jp

Sumber: museum.kyoto-u.ac.jp

Museum ini begitu terawat, dan di beberapa sudut ada petugas yang menunggu, silahkan tanya-tanya bila bisa berbahasa Jepang. Bagian yang paling menarik buat saya saat itu adalah di ruangan yang ada peta Imperial Palace jaman dulu dan beberapa dokumen kuno. Sayangnya di ruangan ini dilarang mengambil gambar. Beberapa tempat dilarang mengambil gambar dan video, di lokasi yang tidak ada larangan, tentunya boleh saja berfoto. Bahkan kami meminta petugas mengambilkan foto, maklum ga bakat selfie. Hehe.

Desain peta Kyoto Imperial Palace di zaman kejayaan dulu sangat menarik. Sekeliling bangunan utama adalah bangunan rumah bangsawan yang dimana ada serangan, tentunya musuh tidak langsung ke jantung pertahanan. Bangunan ini telah direnovasi selama 8 kali dan akhirnya dalam bentuk yang sekarang ini, menyisakan bangunan utama di pojok kanan atas peta di atas (sebelah kiri sungai – Kamogawa).  Ketika ibukota dipindahkan ke Tokyo, tempat tinggal para bangsawan pengadilan dihancurkan dan sebagian Kyoto Gyoen sekarang menjadi taman terbuka untuk umum.

Referensi;

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2015 in Activity, Jepang, Perjalanan

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: