RSS

Berkebun Bukan Sekedar Hobi 

17 Feb
Rijanto Hutasoit, Zainuri Hanif, Yong Farmanta, Dadan Permana, Agustina E. BR. Marpaung, Yunimar.

Dari kiri -> Rijanto Hutasoit, Zainuri Hanif, Yong Farmanta, Dadan Permana, Agustina dan Yunimar.

Ada banyak tempat untuk berlibur atau sekedar refreshing. Kali ini kami bertujuh (peserta pelatihan IBT – LIA Balitbangtan) berkesempatan untuk mampir ke kebunnya pak Adi Setiyanto di Cijeruk, Kaki Gunung Salak Kabupaten Bogor. Kebun ini ternyata menjadi “kebun percoban” yang salah satu tujuannya dipersiapkan untuk masa pensiun. Kebun seluas 5 hektar yang dibeli sejak 10 tahun yang lalu ini dirawat oleh kakak ipar pak Adi, seorang pensiunan tentara.

Hanya orang yang gigih yang bisa mengolah lahan seperti ini. Beberapa lokasinya sangat curam. Kebun yang terpencil ini pun secara perlahan dirawat dan secara bertahap terus ditanami dengan berbagai tanaman produktif. Dari 5 hektar baru sekitar 2 hektar yang tergarap. Sisanya masih mencari tanaman yang cocok dan tentunya modal. Kami diajak ke tempat ini juga dalam rangka diminta masukan; tanaman dan ternak apa yang cocok untuk dikembangkan.

Sejak ada rumah yang didirikan dan ditinggali oleh kakak iparnya, kebun ini mulai terawat. “Mungkin hanya di Jawa, tempat terpelosok bisa mendapat aliran listrik”, begitu gumam bang Yong dari BPTP Bengkulu. Air pun melimpah ruah walau harus membeli (investasi) 500 lonjor pipa untuk meyalurkan air sejauh 1,6 km.

Setiap Kegagalan adalah Sebuah Pelajaran

Sebelumnya pak Adi pernah mempunyai kambing sampai 100 lebih dan akhirnya dijual untuk investasi lagi dan disisakan 7 ekor. Saat ini, sudah beranak dan bertambah lagi menjadi sekitar 30 ekor dan terus berkembang lagi. Tampaknya ternak kambing ini yang menjadi andalan untuk menutup biaya operasional dan mengembangkan tanaman lain. Mengelola kebun seluas ini butuh investasi besar di awal untuk menghasilkan keuntungan yang terus mengalir. Setiap ada uang lebih, disisihkannya untuk membeli mulsa, benih sayuran atau memperbaiki kandang.

Kebanyakan orang berpikir melakukan usaha menjelang pensiun, tapi tidak dengan pak Adi. Dia memulainya sejak sekarang. Agar ketika masa pensiun benar-benar dijalani, sudah tidak perlu jatuh bangun lagi, “rasa sakitnya” sudah dirasakan sejak sekarang.

Berbagai komoditas ternak dan tanaman sudah dicobanya. Bahkan ada pula instalasi pengolahan untuk ektraksi minyak nilam, kolam ikan dan jamur. Rencana pengembangan sudah di depan mata, tinggal eksekusi saja. Semoga berhasil pak Adi.

Makan Siang ala Kampoeng

Di penginapan kami mendapatkan jatah makan tiga kali sehari. Pelatihan kali ini, jatah makannya dikelola catering, jauh lebih enak dari pelatihan sebelumnya. Namun, tetap saja jika menu daging dan ayam terlalu sering akan bosan juga. Apalagi pelatihan ini selama 2 bulan. Nah, beruntung kami disuguhi menu makanan kampoeng yang sangat sedap. Teman-teman makan dengan lahapnya. Menu yang sebanyak ini tentunya tidak habis semuanya. Dan kamipun diminta untuk membungkus, dengan senang hati tawaran itu diterima 🙂

makanan kampoeng

 

Kesempatan untuk berkunjung seperti ini sangat langka, kami pun hanya bisa melakukan aktivitas sepeti ini pada hari Ahad saja. Dan semoga suatu saat dapat mampir lagi dengan kondisi kebun yang lebih baik.

 

 

 

 

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 17, 2015 in Activity

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: