RSS

Futsal dan Nyeri Otot

08 Feb
IBT litbang 2015 - Main Futsal (4)

Pemain Futsal Batch XIII – Jefrey (BPTP Sumbar), Arif (BB Pascapanen), Yong (BPTP Bengkulu), Dadan (BPTP Kalbar), Hanif (Balitjestro), Adi (PSEKP), Rij (Lolit Kambing Potong), Ruby (Balittro), Sigit (BPTP Kalbar) dan Rantan (Balitnak). Terima kasih buat bu Yunimar (Balitjestro), bu Eka (Badan Litbang) dan bu Agustina (Balitsa) yang juga turut hadir.

 

Tidak ada olahraga yang kepopulerannya mengalahkan sepak bola. Ya, bahkan di kelas IBT – Batch XIII ini pun, semuanya bisa melakukannya. Maka tidak salah jika untuk melepas kepanatan di kelas (selama 1 pekan lebih belajar duduk dan membaca), kami pun sepakat untuk futsal di hari akhir pekan. Sabtu jam 15.00 setelah pelajaran terakhir, kami pun membelah kemacetan kota Bogor menuju lokasi futsal di Kebun Raya Residence.

Kamipun bersiap untuk bermain futsal. Beberapa pemain tampak menonjol, dalam artian yang sebenarnya, menonjol perutnya. Hehe 😀 . Beberapa mengaku sudah lama tidak olahraga, dan inilah cara mengeluarkan keringat dan menyehatkan. Baru 15 menit bermain, keringat mengucur sebesar bulir jagung.

Teman-teman yang bermain yaitu Jefrey (BPTP Sumbar), Arif (BB Pascapanen), Yong (BPTP Bengkulu), Dadan (BPTP Kalbar), Hanif (Balitjestro), Adi (PSEKP), Rij (Lolit Kambing Potong), Ruby (Balittro), Sigit (BPTP Kalbar) dan Rantan (Balitnak). Terima kasih buat bu Yunimar (Balitjestro), bu Eka (Badan Litbang) dan bu Agustina (Balitsa) yang juga turut hadir. Dua pemain yang belum ikut karena acara keluarga yaitu Setiyo (BBSDLP) dan Anjar (BB Mektan) siap memeriahkan futsal pekan depan. Jika tambah 2 orang, tentunya menjadi lebih asyik dan yang penting capeknya berkurang.

“Biasanya di depan komputer, diminta main Futsal 1 jam, duh… capeknya.” Itulah komentar pak Adi  setelah 1 jam berlari-lari main futsal di posisi kiper, tengah dan stricker secara bergantian. Di usia yang sudah 46 tahun tentunya capaian yang luar biasa. Apalagi selama ini memang jarang olah raga, permainan 1 jam tersebut benar-benar menguras tenaga.

Jalannya Pertandingan

Bermain futsal memang lebih asyik karena hampir semua pemain berperan. Futsal kali ini memang untuk refreshing saja. Tidak dimaksudkan bertanding serius seperti tim-tim lain. Maka wajar jika dalam pertandingan yang hanya 1 jam ini skornya 15-12. Bola sudah tidak terkejar lagi, dan dengan mudah kiper pun dikecoh. Pergantian pemain tidak dilakukan karena pemainnya pas untuk 5 lawan 5.

Ruby, Sigit dan Yong pemain penyerang yang menonjol di Tim 1. Tampak benar mereka dulunya pemain sepak bola andalan di timnya. Kemampuan menggiring bola seperti itu tidak bisa dimiliki dalam waktu sekejap. Sigit penggemar Juventus, Ruby penggemar Inter, Yong penggemar MU. Gol-gol pun dilesakkan di menit-menit awal. Sedangkan Dadan, yang memang di keseharian memegang Kebun Percobaan tampak kuat staminanya. Pak Dadan bener-bener orang lapang yang tahan banting. Semuanya menyarangkan gol. Saya sendiri sesekali ikut menyarangkan gol karena bola umpannya sangat matang.

Di tim 2, selain pak Adi yang staminanya cukup baik, pak Rantan, Jefrey dan Arif berjibaku naik-turun untuk menyerang. Meskipun ketinggalan gol dengan selisih besar di setengah jam pertama, gol demi gol pun mampu disarangkan untuk memperkecil ketinggalan. Sedangkan pak Rij yang bermain di belakang kadang ikut menyerang juga. Futsal memang menguras habis energi, lebih melelahkan. Karena lapangan kecil, mau tidak mau harus sering bergerak.

Nyeri Otot

Karena jarang olahraga, otot pun kaget. Apalagi pemanasan tidak dilakukan dengan baik. Jadilah pagi ini kami merasakan pegal dan nyeri otot setelah sore kemarin bermain futsal.  Nyeri otot ini normal dan akan hilang dalam 2-3 hari. Olahraga memang menyehatkan, tapi jika yang dilakukan olahraga berat dan kita jarang melakukannya, maka gejala awalnya badan terasa pegal. Sehingga tak jarang orang kemudian malas berolahraga karena sekali dia berolahraga berat (futsal, dll) kemudian badan terasa remuk (pegal yang amat sangat). Padahal jika dirutinkan gejala itu akan hilang dengan sendirinya. Maka tak heran jika pemain bola profesional bisa bertanding terus tiap pekan, bahkan dalam 1 pekan bisa main 2-3 kali karena padatnya jadwal. Jika sudah menjadi profesi bahkan hobby yang dilakukan rutin, nyeri otot itu tidak terasa. Olahraga yang dilakukan rutin pun benar-benar berefek pada kesegaran dan kesehatan tubuh.

Nyeri otot setelah aktivitas otot dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS), peristiwa ini sering terjadi bila kita memulai tipe olahraga baru, merubah gaya olahraga kita atau menambah durasi dan intentistas olahraga. Saat otot bekerja lebih berat dibandingkan biasanya, terjadinya kerusakan mikroskopis pada serat otot, yang menimbulkan rasa nyeri dan kaku (dr. Dewi Ema Anindia). DOMS dapat terjadi pada setiap orang yang berolahraga, bahkan atlit pun dapat mengalami gejala ini. Namun, tenang saja sebab nyeri DOMS dapat hilang saat otot sudah mulai terbiasa dengan beban yang diberikan kepada mereka. Nyeri merupakan proses adaptasi yang dapat menimbulkan stamina dan kekuatan pada otot saat sembuh.

Dalam artikel yang pernah kubaca, Doping dilakukan seorang atlet untuk memperbaiki otot yang “rusak” dengan lebih cepat. Setiap kita berolahraga ada sekian otot yang memar (njarem_bahasa jawa). Otot itu butuh waktu untuk memperbaiki sendiri secara alami dalam sistem tubuh selama 3 hari – 1 pekan. Maka dengan doping perbaikan itu disingkat hanya dalam hitungan jam, otot-otot itu akhirnya pulih lebih cepat, namun berdampak buruk pada sistem organ tubuh lainnya. Doping memang sudah dipakai lama oleh manusia. Orang Amerika dan Afrika memakan berbagai tumbuhan liar dan madu untuk kekuatan sebelum perang, berburu, dan melakukan perjalanan jauh. Pada Perang Dunia II, banyak ditemukan pil-pil amphetamine untuk mengatasi rasa letih dan ngantuk.

Doping dimusuhi di dunia olahraga. Ancamannya sangat jelas, bagi pemenang; gelar juara dicabut dan kredibilitas runtuh. Alasannya sangat logis, olahraga yang seharusnya menyehatkan justru berbuah penyakit kronis. Jika doping menjadi jalan pintas, maka tidak ada yang bisa diteladani dari sebuah kompetisi olahraga dan olahraga itu sendiri. Sportifitas akan menjadi barang langka karena orang sudah tidak lagi percaya pada kemampuannya sendiri tapi pada efek doping.

 

Olahraga Memang Harus Rutin

Walau pegal dan nyeri otot, tapi badan terasa segar. Olahraga memang harus menjadi kebutuhan. Aktivitas di kantor yang membuat kita sedikit bergerak harus diimbangi dengan olahraga. Dengan olahraga tentunya lebih semangat dalam beraktivitas. Kebiasaan itu harus dibangun. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang lemah. Namun keduanya itupun sama memperoleh kebaikan. Berlombalah untuk memperoleh apa saja yang memberikan kemanfaatan padamu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah merasa lemah. Jikalau engkau terkena oleh sesuatu musibah, maka janganlah engkau berkata: “Andaikata saya mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu.” Tetapi berkatalah: “Ini adalah takdir Allah dan apa saja yang dikehendaki olehNya tentu Dia melaksanakannya,” sebab sesungguhnya ucapan “andaikata” itu membuka pintu godaan syaitan.” (Riwayat Muslim)

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 8, 2015 in Activity

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: