RSS

Api Tauhid, Novel yang Menghidupkan Sejarah

01 Feb

Api Tauhid, Novel yang Menghidupkan Sejarah

Alhamdulillah, akhirnya selesai sudah membaca Novel Habiburrahman El Shirazy terbaru, yaitu Api Tauhid, Cahaya Keagungan Cinta Sang Mujaddid, Novel Sejarah Pembangun Jiwa. Setelah direkomendasikan oleh banyak teman, saya pun penasaran ingin membacanya. Dan akhirnya, saya juga merekomendasikan buku ini bagi temen-temen yang belum membacanya.

Ulasan mengenai isi, ringkasan maupun jalan ceritanya sudah banyak beredar di berbagai blog. Bahkan Prolog dari Dr.Noor Achmad, Ma dan Yon Machmudi, Ph.D sudah yang ada di sebelum Bab I sudah cukup lengkap dan tuntas membahas inti dari novel ini. Novel Api Tauhid ini adalah novel roman dan sejarah. Novel roman yang bercerita seputar perjuangan anak muda asal Lumajang, Jawa Timur, yang bernama Fahmi. Ia dan beberapa rekannya seperti Ali, Hamza, dan Subki, menuntut ilmu di Universitas Islam Madinah. Ringkasannya ada disini

Saya akan membahas dari sisi lain, dimana beberapa bagian yang paling menyentuh bagi saya. Novel ini mengingatkan mengenai pelajaran sejarah pada SD-SMP-SMA yang lalu dimana sedikit dibahasa sejarah dunia dan mengatakan Mustafa Kemal Ataturk adalah bapak pembaharu Turki modern. Dikatakan bahwa; Ialah yang berjasa membawa Turki bangkit kembali setelah terpuruk kalah pada Perang Dunia I. Ternyata yang benar justru sebaliknya. Ia dan kelompoknya yang mendorong Turki Utsmani masuk perangkap musuh dengan turut serta Perang Dunia I dan itulah palu godam runtuhnya Khilafah Turki Utsmaniah.

Setelah itu rentetan kedzoliman terjadi yang berusaha memadamkan Api Tauhid. Dimusnahkannya berbagai teks Arab dan huruf hijaiyah, larangan Adzan berbahasa Arab, penutupan madrasah Qur’an, penghapusan pengadilan agama, pencabutan hak waris sesuai Islam dan banyak lagi. Syariat Islam benar-benar ingin dicerabut dari akarnya. Membaca bagian ini, tentunya membuat hati geram, dan sedih. Inilah masa-masa awal kehancuran Islam yang masih kita rasakan efeknya sampai saat ini. Alhamdulillah keadaan di dunia Islam mulai menunjukkan perlawanan dan kebangkitan, meskipun terus saja dihambat. Sunatullah Islam akan berjaya kembali pasti terjadi.

Janin Eropa dan Janin Turki

Ketika ditanya, “Apa pendapatmu tentang kebebasan yang ada di negara Turki Utsmani dan Peradaban Eropa?” Jawaban Badiuzzaman Said Nursi kepada Syaikh Muhammad Bakhit Al Muthi’i (Mufti besar dari Mesir) sebagai berikut

“Negara Turki Utsmani saat ini sedang mengandung janin Eropa dan suatu saat nanti akan melahirkan pemerintahan cara Eropa. Sedangkan Eropa sedang mengandung janin islam, dan suatu hari akan melahirkannya” (Api Tauhid, hal 310).

Setting kisah ini sungguh memilukan hati, yaitu saat-saat kehancuran Kekhalifahan Turki Utsmani. Dimana semenjak itulah umat Islam di seluruh dunia didera berbagai persoalan internal dan eksternal yang belum pernah terselesaikan hingga saat ini. Izzah Islam benar-benar dihancurleburkan.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)

Tahun 1877, Tunisia memerdekakan diri dari Turki Utsmani, namun empat tahun berikutnya dicaplok oleh penjajah Prancis. Pada 13 Juli 1878, Perjanjian Berlin sebagai revisi Perjanjian San Stefano ditandatangani, Akibatnya sebagian daerah Bulgaria harus merdeka dari Turki Utsmani, juga seluruh Montenegro, Serbia dan Rumania ikut Merdeka. Sementara sebagian wilayah timur laut Anatolia harus diserahkan kepada Rusia. Akibat dari perjanjian Berlin itu, Turki Utsmani kehilangan 40% wilayahnya. Di samping itu Turki Utsmani masih harus menderita membayar biaya perang yang besar kepada musuh-musuhnya.

Turki Utsmani benar-benar tidak berdaya. Dan kolonialisme Barat merajalela. Hampir seluruh wilayah dunia Islam dalam genggaman kolonial Barat. Pada 1882, Inggris menjajah Mesir, Sudan, anak benua India, sebagian wilayah kawasan Arab. Belanda menjajah Indonesia dan Afrika Selatan. Prancis secara luas mulai menguasai Afrika Utara dan Barat. Asia Tengah dijajah Rusia.

Sejarah Indonesia terkait dengan sejarah dunia. Apa yang terjadi di negara lain seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II di Eropa dan Asia, berpengaruh pula dalam memberi peluang kemerdekaan Indonesia dari Jepang dan Belanda (1940-an). Jadi masihkah kita seperti katak dalam tempurung yang hanya mau dan dipaksa untuk peduli pada bangsa ini saja? Pada masalah di sekitar kita? Peduli pada masalah sekitar harus, peduli pada masalah dunia Islam juga harus! Kita bisa mengekspresikan dalam berbagai bentuk yang  sesuai untuk itu.

Komentar untuk Buku Api Tauhid

Buku ini sangat layak dibaca. Sejarah Islam diceritakan dengan mengalir. Saya mulai membayangkan buku ini akan di film-kan. Kerumitannya adalah membingkai adegan demi adegan Badiuzzaman Said Nursi yang menjadi tokoh sentral dalam novel ini. Bagaimana kisah sejak kecil, proses belajar, debat-debat yang dilakukan sampai keterlibatannya dalam Perang Dunia 1. Sungguh hebat jika bisa difilmkan dengan menampilan berbagai keindahan negara Turki. Banyak kota yang disebut dengan berbagai keindahan alam dan arsitekturnya. Akan lebih baik jika lampirannya terdapat peta perjalanan yang sudah dilakukan Fahmi dkk itu. Dan sejauh mana wilayah Turki sebelum Kekhalifahan Turki Utsmani runtuh dan sampai sekarang ini. Kekurangan yang sangat mengganggu bagi saya adalah kesalahan ketik yang beberapa mengubah arti. Semoga di cetakan selanjutnya bisa diperbaiki. Jujur, setelah membaca novel ini saya jadi lebih tertarik mengunjungi Turki (sebelumnya sudah tertarik, jadi lebih tertarik). Untuk melihat langsung satu persatu peninggalan dan kejayaan Islam, tidak sekedar wisata, tentunya menimba banyak ilmu disana. 🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 1, 2015 in Buku

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: