RSS

Apapun Posisi Kita (Amanah Kita), Ada Peluang Dakwah di sana

25 Jan

Masjid Raya Bogor

Alhamdulillah, setelah sekian lama, diberi kesempatan lagi Sholat Jum’at di Masjid Raya Bogor. Kali ini (Jum’at, 23 Januari 2015) yang bertindak sebagai khotib adalah Prof. Didin Hafidhuddin. Beliau adalah Guru Besar IPB dan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). BAZNAS merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah pada tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional.

Beliau berkhotbah dengan ringkas, tegas dan intonasinya jelas. Pesan-pesannya dapat dengan  gamblang kita tangkap dan ternyata bersinggungan dengan keseharian kita. Berikut ringkasannya (bahasanya tidak sama persis, seingatnya ya 🙂 ;

Umat Islam sedang mengalami turbulensi, banyak sekali cobaan yang menghantam. Tapi yakinlah bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. “Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (5). Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan (6). Maka jika engkau sudah bebas, tetaplah tabah bekerja keras! (7) (Q.S. Al Isyairah)

Pihak asing tidak mau Islam bangkit. Banyak pertikaian yang dibuat dan dibiarkan berlangsung berlarut-larut di dunia Islam. Mulai dari Palestina, Suriah, Irag, Afghanistan, dll. Bahkan di Indonesia sendiri menurut OKI, tersebar 270 aliran sesat yang sampai saat ini dibiarkan saja dan terus menggerogoti umat Islam.

Jika Islam mau bangkit, menurut beliau setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan;

Pertama, Perbaiki Sholat Jamaah.

Selama umat Islam masih meremehkan sholat berjamaah, maka umat Islam masih jauh dari pertolongan Allah SWT. “Bisakah jamaah sholat yang lainnya (sholat wajib) sebagaimana banyaknya jamaah sholat Jum’at sekarang ini?” Sekarang ini ketika seseorang mendapat amanah lebih tinggi, rejeki yang lebih banyak, aktivitas pedagangan yang semakin menyibukkan, justru mudah untuk menyepelekan sholat di awal waktu. Bagaimana keberkahan akan datang jika sholat tepat waktu berjamaah saja sulit?

Hendaknya ketika diserukan adzan, semua aktivitas berhenti. Bersegeralah ke masjid. Jangan sampai justru sholat Dhuhur diundur sampai jam dua atau jam setengah tiga dengan berbagai alasan kesibukan duniawi. Sholat asar pun mendekati jam lima sore. Tentunya pertolongan Allah terhadap semua urusan kita pun akan ditangguhkan jika untuk melaksanakan kewajiban sholat saja kita juga sering menangguhkan.

Kedua, Terapkan Perekonomian Islam

Selama umat Islam masih berkubang kepada Riba, selama itu pula barakah menjauh dari kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memperingatkan umatnya akan fitnah harta yang akan menimpa mereka. Bukanlah kefakiran yang beliau takutkan, namun sebaliknya beliau justru khawatir jika fitnah harta duniawi menimpa umatnya sehingga melalaikan mereka dari urusan akhirat. “Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli darimana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” (HR. Bukhari -Al Fath 4/296 nomor 2059; 4/313 nomor 2083).

“Dan Allah telah mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275).

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba dan dua orang saksinya. Kedudukan mereka itu semuanya sama.” (HR. Muslim nomor 2995).

Ancaman riba ini bergitu berat. Sudah selayaknya kita beralih dan mengembangkan perekonomian Islam. Perekonomian yang lebih adil dan membawa ketentraman lahir batin.

Penjelasan Prof. Didin Hafidhuddin tentunya harus kita perhatikan. Selama ini kita dekat dengan riba, bahkan mungkin tidak disadari sebagai pelaku riba. Koperasi simpan pinjam dianggap lumrah menerapkan bunga kepada anggota yang meminjamnya. Hal ini jelas-jelas termasuk riba. Hendaknya umat Islam segera berpaling dari sistem tersebut dan turut mengembangkan ekonomi Islam agar rejekinya berkah.

Ketiga, Gunakan Setiap Amanah yang kita Pegang untuk Dakwah

Sadar maupun tidak, pemimpin mempunyai kuasa untuk berbuat baik yang dapat menimbulkan banyak kemaslahatan dan sebaliknya. Dengan aturan, SK dan hukum yang dibuat, maka dakwah itupun bisa luas pengaruhnya. Kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan baru-baru ini tentang minuman keras dianggap angin segar bagi upaya menyelamatkan generasi muda. Dengan aturan ini, pemerintah melarang penjualan minuman keras golongan A atau dengan kadar alkohol di bawah 5 persen di minimarket seluruh Indonesia. Sadar maupun tidak aturan ini membawa kebaikan bagi kita semua.

Pembolehan pemakaian jilbab di lingkungan POLRI bagi muslimah tentunya membawa kebaikan bagi kita juga. Kita ingin kepolisian kita juga baik. Di negara sekuler pun, jilbab bagi muslimah tidak bisa dilarang. Kita yang negara mayoritas Islam justru dibelenggu oleh aturan yang kaku. Seorang pemimpin mempunyai power untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu yang dapat mempengaruhi banyak orang.

Apapun posisi kita (amanah kita), ada peluang dakwah di sana. Kebaikan itu harus ditularkan. Kata Opick, Tombo Ati itu ada lima perkaranya. Yang ke-TIGA Berkumpullah dengan orang-orang sholeh.

“Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium ban wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap“. (HR.Bukhari & Muslim).

[zain_2015]

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on January 25, 2015 in Renungan

 

Tags: , ,

One response to “Apapun Posisi Kita (Amanah Kita), Ada Peluang Dakwah di sana

  1. POH Al Uswah

    March 2, 2015 at 04:52

    Reblogged this on Pelayan Oemat Harian Rohis Al-Uswah.

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: