RSS

Kalimat yang Baik adalah Sedekah

15 Jan
"Kalimat yang baik adalah sedekah. Dan setiap langkah yang ia langkahkan untuk sholat (berjamaah di masjid) adalah sedekah, dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah," (HR Al Bukhori)

“Kalimat yang baik adalah sedekah. Dan setiap langkah yang ia langkahkan untuk sholat (berjamaah di masjid) adalah sedekah, dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah,” (HR Al Bukhori)

 

Menjaga lisan itu perkara yang tidak mudah. Idealnya orang memang tidak asal bicara. Pikirkan dulu apa yang mau dikatakan, jangan sebaliknya, asal jeplak (asal ngomong). Dunia maya sekarang ini , menjadi media yang ampuh untuk menulis. Akses publik terhadap informasi menjadi begitu derasnya sampai-sampai saringan info itu jebol. Tak ayal lagi informasi sampah pun masuk ke kita.

Fasilitas seperti twitter dan facebook memudahkan orang untuk ‘berbicara’. Yang mempunyai banyak follower dan friend tentunya status yang dituliskannya akan dibaca oleh lebih banyak orang. Jika kita tidak kritis, kita bisa terjebak dalam afatul lisan berupa fitnah dan hal negatif lainnya. Kendalikan diri untuk tidak asal share dan menuruti hawa nafsu kita. Meskipun itu seolah-olah mendukung pendapat kita.

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah ia mengkhianati.” HR. Muslim.

Sering memforward berita yang kita belum tentu yakin kebenarannya bisa memasukkan kita pada golongan yang pertama. Menyampaikan hal-hal yang belum banyak diketahui orang memang menarik. Tapi mari berhati-hati menyampaikan segala sesuatu yang baru kita dengar. “Cukuplah seseorang itu telah berdusta, jika ia membicarakan setiap apa yang didengarnya,” (HR. Muslim). Setiap tempat ada temanya, dan setiap tema ada tempatnya.

Hikmah tidak membicarakan apa yang didengar ini adalah; 1. Agar kita mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya; 2. Menjaga aib orang lain; dan 3. Menyelesaikan masalah. Masalah yang tidak banyak dikomentari orang yang tidak berkepentingan biasanya akan lebih mudah diselesaikan. Contohnya adalah ketika kita menemukan kesalahan saudara kita, langsung saja sampaikan. Beri masukan dengan baik-baik, dan cukupkan pembicaraan. Janganlah pembicaraan 4 mata itu kemudian diceritakan pula ke orang lain. Dimana ketika yang bersangkutan mendengar justru membuatnya semakin tidak percaya ketulusan pemberi nasehat dan justru megakibatkan sakit hati.

Adab penggunaan lisan sesuai petunjuk Rasulullah saw:

1. Hindari perdebatan walau benar.

Rasulullah saw menjamin orang yang menghindari perdebatan akan mendapatkan surga. “Saya adalah penjamin di rumah yang ada di sekeliling surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan, meski dia  benar. Dan di tengah-tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta, meskipun dia bergurau. Juga di surga yang tertinggi bagi orang yang baik akhlaqnya.” (HR. Abu Daud).

2. Menghindari dusta dalam bergurau.

“Celakalah orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang-orang tertawa. Celakalah dia, dan celakalah dia!” (HR. Abu Daud)

3. Tidak mengutuk dan bicara kotor.

Orang yang suka mencaci, menggunjing atau merendahkan orang lain adalah tha-an, dan ini bukanlah sikap orang beriman. Sabda Rasulullah SAW, “Seseorang mukmin bukanlah seorang yang tha’an, pelaknat, (juga bukan) yang berkata keji dan kotor.” (HR. Bukhori)

4. Bersuara jangan terlalu keras.

Bersuara keras atau tertawa terbahak-bahak tidak mencerminkan adab yang baik. Allah SWT memerintahkan “Dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keleda,” (QS. Luqman [31]: 19)

5. Bersedekah melalui kalimat yang baik.

“Kalimat yang baik adalah sedekah. Dan setiap langkah yang ia langkahkan untuk sholat (berjamaah di masjid) adalah sedekah, dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah,” (HR Al Bukhori)

Agar lisan kita terjaga, cari pergaulan yang sehat dan positif. Seperti teman yang mempunyai visi yang jelas, bersemangat dan tentunya sholeh akhlaqnya. Sibukkan diri dengan hal yang bermanfaat. Jika tidak maka, kita akan disibukkan pada hal yang tidak ada manfaatnya. Perbanyak membaca daripada mendengar dan perbanyak mendengar daripada bicara. Jika forum yang sedang kita ikuti sudah membicarakan yang tidak berguna maka aktif dalam mengalihkan pembicaraan yang lebih baik. Dengan lisan kita bisa banyak bersedekah, pun sebaliknya kita bisa juga memanen dosa.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 15, 2015 in umum

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: