RSS

Belajar Sambil Bermain di Lokasi Wisata Petik Jeruk

19 Aug

wisata petik jeruk HD

“Menuntut ilmu di waktu kecil sepeti ukiran di batu.” (HR. Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani)

 

(Prolog) 10 Agustus 2014, Sebelum Open House Balitjestro 2014

Seperti biasa, jam 20.00 WIB saat Fadhil belum tidur ia lincah-lincahnya main ke sana kemari. Baru beberapa menit membuka laptop dan selesai mentransfer foto dari SD Card Kamera ia segera naik pangkuan dan ikut memperhatikan layar laptop. Kucoba melihat foto hasil transfer persiapan Open House. Tepat saat gambar foto menunjukkan icon jeruk besar di tengah lapang yang sedang dikerjakan pak Kusnan dkk (KP Punten), Fadhil berteriak, “Jeyuknya besall, Fadhing mauu!….” Dan ketika kupindah ke foto berikutnya ia pun minta ditunjukkan lagi ke foto tadi. Dan begitu sampai beberapa kali. Okey deh nak! Besok Fadhil ayah ajak ke kantor lihat jeruk yang besar.

__

Wisata petik jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) kali ini berbeda dengan sebelumnya. Jika tahun-tahun kemarin dipusatkan di visitor plot bagian kanan-kiri pintu masuk, tahun ini dilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Tlekung bagian selatan, tepatnya dekat Guest House Balitjestro. Performance buah dan tanaman yang tidak optimal di visitor plot karena keterlambatan “asupan gizi” membuat jeruk yang biasanya rajin berbuah kali ini kompak demo, mereka ternyata malu-malu untuk berbuah lebat. Mau mogok berbuah tapi gak berani akhirnya ya buahnya nanggung dan gak mantap buat foto-foto. Ya udah, tinggalin aje. Hehehe..

Setelah Open House selesai, wisata petik jeruk masih dibuka untuk umum di akhir pekan. Dan tak lupa kuajak si kecil main lagi ke lokasi wisata petik jeruk. Fadhil dan juga anak-anak lain tampak senang bisa lari kesana-kemari karena lokasi tanam jeruk yang relatif datar dan rapi tiap 2 baris. Sesekali jatuh juga sih kena cekungan kecil, nangis sebentar tapi tetep semangat lari ke sana kemari.

Tanaman Jeruk dan buahnya usia 4 tahun yang terjangkau anak-anak

Tanaman Jeruk dan buahnya usia 4 tahun yang terjangkau anak-anak

Kali ini Fadhil tidak mau dipetikkan. Ia ingin memetik sendiri. Untunglah ada jeruk yang relatif pendek. Jeruk yang ditanam pak Cahyono, pak Hadi Mulyanto dkk pada 2010 (4 tahun lalu) berbuah dengan lebat. Maturnuwun sanget ya pak Cahyono. Sebanyak 80% tanaman berbuah optimal dengan berat buah jeruk per pohon bisa mencapai 25 kg. Nah, setelah memetik sendiri, ternyata Fadhil berkeras membuka sendiri jeruk pilihannya dan dihabiskan sendiri. Wah…nggak mau juga berbagi nih anak sama ayahnya. Dan ternyata anak lain pun ada yang seperti itu. Petik sendiri, mengupas sendiri, dan makan sendiri.

Banyak yang mengaku terkesan dengan petik jeruk ini. Bagi kita orang dewasa setiap kebahagian tentunya ingin dibagi dengan yang lain. Tidak hanya sekedar puas memetik dan merasakan buah Jeruk Keprok Batu 55 yang segar, kita juga bisa membeli banyak jeruk yang kita petik sendiri untuk oleh-oleh yang harganya Rp 10.000,-/kg. Selain itu juga bisa jadi sarana untuk mengambil momen foto terbaik dalam hidup. Saat ini dengan maraknya media sosial, foto-foto narsis mudah terpampang dimana-mana mulai dari facebook, path, twitter dan bertebaran di status dan jejaring BBM dan WA. Tentunya disisi lain, hal ini juga berdampak bagus juga untuk promosi keunggulan jeruk nusantara. Informasi dengan cepat beredar kemana-mana.

Hal ini menjadi keunggulan sekaligus tantangan bagi semua penanggungjawab diseminasi untuk mengemas setiap produk atau acara dengan baik. Jika bagus cepat beredar, jika mengecewakan cepat beredar juga. Trend marketing ke depan salah satunya adalah Viral marketing. Dimana kita dituntut untuk membuat produk kita ‘bercerita’, sehingga pemasaran bisa berjalan dengan sendirinya dari mulut ke mulut, layaknya virus yang menyebar.

Bagi anak-anak makna petik jeruk lain lagi. Ia belum bisa begitu bergaya, bahkan sulit diatur untuk bergaya (maklum anak usia 2 tahun githu). Ya, jadilah apapun aktivitasnya kita abadikan dan mencoba mendapatkan momen terbaik. Yang kuamati dari Fadhil ia begitu lepas dan terlihat begitu senangnya ketika bisa memetik, mengupas dan makan sendiri. Kita pun sebagai orang tua ikut senang. Nah, yang menarik apa yang ia dapat di kebun, bahkan sempat bertanya kulit ular. Yang ternyata kulitnya lumayan besar juga. Hiiii…malah kita yang merinding.

Kulit ular

Kulit ulat yang mengelupas

Entah menangkap atau tidak, tetap dijelaskan berbagai jenis jeruk, rasa dan keunggulannya setidaknya Bundanya yang mendengar jadi tahu. “Ini jenis jeruk Keprok Batu 55, yang ini Keprok Pulung, yang ini jeruk Manis Pacitan, kalau yang ini Jeruk JRM yang baru saja didaftarkan.”

Apa yang bisa diajarkan di kebun saat petik jeruk, sebisa mungkin kita ajarkan. Setidaknya sejak dini ajak anak-anak kita cinta buah dalam negeri. Bahkan pelajar SMP – SMA yang berkunjung pun banyak juga lho yang ternyata baru tahu seperti ini kebun dan pohon jeruk. Seperti ini bentuk daun anggur, stroberi, lengkeng dan apel. Kalau bentuk buahnya sudah sering mereka jumpai di meja makan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mereka. Tidak hanya sekedar mengenal kita berharap di masa depan kepedulian itu lebih muncul dari mereka.

Ke depan memang yang perlu ditambah adalah sarana bermain yang diintegrasikan pada kebun wisata petik jeurk. Rencana membuat lokasi outbound yang belum terealisasi tentunya perlu dihidupkan kembali dan direalisasikan. Belajar sambil bermain tentunya lebih menyenangkan. Si anak senang, orangtuanya juga ikut senang. Akan semakin banyak masyarakat yang berkunjung. [zainuri hanif / 19.08.2014]

 

Mejalah kebun kesana-kemari

Muhammad Zain Fadhil menjelajah kebun kesana-kemari

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2014 in Artikel

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: