RSS

Jalan Keluar, Apakah Harus Impor Kedelai?

03 Sep

Dialog antara Jusuf Kalla, Suswono (Menteri Pertanian), Bayu Krisnamurti (Wakil Mendag), dan Sutarto Ali Muso (Kelapa Bulog) pada acara JK (Jalan Keluar) tentang impor kedelai memberikan pemahaman baru mengenai posisi komoditas penting ini.

Bayu Krisnamurti memberikan sebuah gambaran bagaimana posisi perdagangan kedelai internasional yang saat ini terguncang oleh permintaan impor China yang mencapai 60 juta ton ke Amerika Serikat (AS). Bandingkan dengan Indonesia yang mengimpor kisaran 1 juta ton. Otomatis AS lebih memprioritaskan China, bahkan memberi harga khusus daripada Indonesia.

Sebagaimana usulan yang pernah muncul pada daging sapi yang mewacanakan BUMN diminta membeli lahan peternakan 1 juta hektar di Australia dan menjadikannya stock dalam negeri, untuk kedelai-pun diminta BULOG punya gudang yang mendekati produsen di negara AS misalnya. Malaysia sudah melakukan hal ini. Jika kemudian pasar dalam negeri aman, maka stock di gudang itu langsung dijual ke pasar Internasional tanpa harus menanggung ongkos transportasi yang besar.

Produktifitas kedelai nasional sekarang ini berkisar antara 1,5-2 ton per hektar. Jauh dari produktifitas di AS yang mencapai 4-5 ton per hektar. Jika kondisi ini dibiarkan, selamanya petani dalam negeri akan kalah bersaing. Penggunaan produk transgenik yang selama ini menjadi perdebatan harus diakhiri. Harus ada keputusan diantara dilema. Toh sudah 15 tahun kita makan kedelai transgenik. Produk AS terutama kedelai, jagung dan gandum yang menguasai dunia 70% adalah produk transgenik. Kenapa jika kita khawatir keamanan produk itu selama 15 tahun ini terus menerus impor dan bahkan mengkonsumsinya untuk makanan sehari-hari?

Menteri Pertanian telah mengeluarkan SK yang mengijinkan penggunaan produk transgenik. Namun yang perlu ditekankan agar yang memproduksi adalah perusahaan dalam negeri yang didukung riset kuat di Badan Litbang Pertanian dalam hal ini Balitkabi Malang. Jangan sampai perusahaan seperti Monsanto mendapat peran di perbenihan nasional.

Petani dalam negeri tidak bisa dipaksa untuk menanam kedelai. Petani juga ingin untung. Jika dengan produktifitas 2 ton per hektar dan harga kedelai Rp5000,-/kg maka petani mendapatkan Rp 10 juta. Dikurangi modal awal sekitar 4 juta. Petani untung 6 juta. Bandingkan dengan menanam padi dimana petani mampu menghasilkan 8 ton per hektar dengan harga Rp 4000,-/kg gabah kering maka mendapatkan harga jual Rp 32 juta dikurangi modal 5 juta, petani masih untung Rp 27 juta. Dengan hitung-hitungan ini, petani tentu akan memilih yang lebih menguntungkan. Kedelai jelas tidak menjadi pilihan.

Jika ada petani yang menanam kedelai, biasanya hanya menjadi tanaman sela. Atau menjadi pilihan akhir daripada tidak ditanam sama sekali. Memang untuk tahu dan kecap tidak diperlukan bentuk kedelai yang bagus,sebagaimana tempe yang kedelainya harus seragam. Namun, selama harga itu tidak kompetitif, swasembada kedelai tidak akan tercapai.

Dengan kondisi demikian, solusi impor memang menjadi pilihan yang paling realistis. Tidak semua komoditi bisa swasembada. Dan tantangan kedelai memang berat. Oleh karena itu produk kedelai transgenik dengan berbagai keunggulannya perlu di budidayakan agar terbukti seberapa besar keuntungan yang mampu diperoleh petani.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on September 3, 2013 in Opini

 

Tags: ,

2 responses to “Jalan Keluar, Apakah Harus Impor Kedelai?

  1. Rudi

    September 3, 2013 at 15:05

    betul gans….dulu tahun 1992 katanya pernah swasembada kedelai yah? waktu itu harga kedelai 1,5x harga beras. makanya pada nanem itu petaninya :mrgreen:

    tp mungkin skrg kondisinya lain :23:

    Like

     
  2. zainuri

    October 24, 2013 at 05:13

    yups mas Rudi. Petani juga ingin menikmati keuntungan. Jangan hanya harganya yang menguntungkan konsumen saja tapi mengabaikan produsen. Siapa sih yang mau kerja dan rugi???

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: