RSS

Kekecewaan

23 Jul

 “Jika kita ikhlas belajar dari kekecewaan kecil, kita tidak akan dipaksa merasakan pedihnya kekecewaan besar.” ― Mario Teguh

Topik “kecewa” memang jarang dibahas daripada motivasi untuk sukses. Kekecewaan selalu mengiringi kita yang punya berbagai keinginan yang hendak diwujudkan. Layaknya suka cita, ia bagai dua sisi mata uang yang senantiasa ada. Kita perlu mengelola kekecewaan agar mampu mengelolanya yang datang silih berganti. Jangan sampai pula kekecewaan terhadap orang lain justru berandil besar pada kegagalan kita meraih kebahagiaan, dan semoga dengan mengelola kekecewaan kita justru mampu menjadikannya sebagai batu loncatan meraih sukses.

Menurut kamus Webster, kekecewaan adalah perasaan yang terjadi karena menginginkan sesuatu namun tidak mendapatkannya. Mengharapkan sesuatu namun tidak terkabul. Beberapa contoh sikap kecewa yaitu:

  1. Kisah film Korea City Hunter mengupas bagaimana dendam karena kecewa dikhianati pemerintah Korea Selatan membuat Jin Pyo bertekad membalas kematian “tim 21” yang ditugaskan untuk membuat kekacauan di Pyongyang (Korea Utara) setelah peristiwa sejarah yang disebut “pemboman Rangoon” (juga dikenal sebagai insiden Rangoon). Insiden pemboman ini menewaskan pejabat Korea Selatan. Misi membunuh para pejabat Korea Utara sukses namun ia dan timnya dikhianati negaranya sendiri karena intrik politik yang dilakukan “dewan lima”. Mereka memutuskan untuk membunuh semua tim untuk menghilangkan jejak demi dukungan AS.  Semua mati kecuali ia seorang. Kekecewaan itu akhirnya dilampiaskan dengan usaha pembunuhan “dewan lima” yang diantara mereka telah menjadi Presiden Korea Selatan dan jajaran elitnya.
  2. Jang Geum kecil kecewa, bahkan dendam dengan kematian ayah dan bundanya sejak kecil dan berniat membalas dendam. Dalam perjalanannya menjadi tabib istana, ia mendapat pilihan apakah mengobati orang yang menyebabkan kesengsaraannya atau justru membiarkannya mati. Etika tabib memberi pencerahan pada dirinya sehingga kekecewaannya mampu diredam dengan sikap memaafkan. Pada akhirnya sikap pemaaf dan dermawan inilah yang menyebabkan namanya begitu harum dan mampu menginspirasi warga Korea Selatan. Sehingga film ini pun (Dae Jang Geum) menjadi film nasional.
  3. Seorang wakil bupati kecewa dan akhirnya pecah kongsi. Ia memilih mundur dari jabatannya. Sikap kecewa yang diakibatkan oleh kesewenang-wenangan bupati sebagai orang nomor 1 di daerah tersebut disikapi dengan mundur dan akhirnya yang terjadi adalah aib yang terumbar kemana-mana dan kerusakan yang semakin membabi buta.
  4. Seorang PNS yang bekerja dengan jujur, rajin dan berprestasi kecewa dengan atasan yang justru menaikkan pangkat, memenuhi semua keinginan dan memberi banyak kemudahan pada temannya yang brengsek tapi pintar menjilat. Lebih parah lagi, akibat pengaruh jelek temannya tersebut, sikap atasan yang diharapkan menjadi motor dalam perbaikan justru menjadi serakah dan perusak. Amanah dan janji sumpah jabatan pun diinjak-injak dengan kesewenang-wenangan. Ia pun kecewa dan memilih keluar dari PNS untuk berwiraswasta.

 

Dua Jenis Kekecewaan

Kekecewaan itu ada dua jenis. Kekecewaan bodoh dan kekecewaan yang sehat. Kekecewaan bodoh ini tidak perlu terjadi karena ini timbul dari harapan yang tidak realistis, ambisi yang tidak masuk akal, keinginan yang mustahil dan sedikitnya bekal kita dalam mengarungi samudera kehidupan. Gara-gara kekecewaan bodoh ini, kegembiraan kita yang wajar terampas, sukacita yang sudah di tangan menjadi hilang.

Curigailah pula yang terlalu indah dan mudah. Biasanya segala sesuatu tanpa usaha berarti dan dijanjikan muluk-muluk ujung-ujungnya adalah penipuan atau kalau tidak kebodohan yang besar. Misal undian berhadiah, investasi siluman dan iklan bombastis.

Lawan kekecewaan bodoh adalah kekecewaan sehat. Yaitu ketika keadilan diinjak-injak, janji politisi diingkari, kekejian mendapatkan pujian, ketika kerja keras dilecehkan dan dihargai murah, ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika orang jujur justru ajur, ketika pengadilan justru membela kepentingan kaum berduit dan mencampakkan yang lemah dan tidak besalah. Kekecewaan jenis ini normal dan harus ada pada tiap diri kita. Nah, penyisikapan kita lah yang membedakan kualitas kita.

Contoh kasusnya adalah kita ingin tidak ada perang di dunia ini dan semua harus damai, bahkan kita pemimpin kita semua akur dan rakyat semua sejahtera, tidak ada yang miskin lagi di dunia ini. Padahal Allah menakdirkan kita untuk berjuang. Ketika keinginan tidak terwujud, kekecewaan bodoh melahirkan apatis dan masa bodoh. Akhirnya prinsip iman diabaikan. Sedangkan kekecewaan sehat justru melahirkan perlawanan. Perjuangan untuk mewujudkan cita-citalah itu yang dinilai, bukan hasilnya.

Selalu ada pertarungan yang haq dan batil. Akan sangat rugi jika kita kecewa atas sesuatu di luar jangkauan kita. Sunnatullah bahwa perang itu memang terjadi dan akan terjadi sampai akhir zaman ini. Palestina vs Israel misalnya, akan senantiasa bergelora sampai akhir zaman. Yang penting bagaimana kontribusi kita dalam perjuangan itu.

Ketika kita ingin kecewa dan melampiaskan dengan sehat, ada beberapa langkah yang bias kita lakukan:

  1. Ketika kecewa, carilah penghiburan yang baik. Jalan-jalan, cuti dan berlibur adalah salah satu contohnya. Hindari pelarian. Pelarian umum dari kecewa adalah agresi dan balas demdam terhadap sakit hati yang dialami.
  2. Bicarakan kekecewaan dengan orang yang mumpuni, yang lebih cerdas emosi dan simpatik.  Cari petunjuk dari orang yang telah sukses lepas dari kekecewaan yang serupa. Berkaca pulalah dari yang gagal mengelola kekecewaan tersebut.
  3. Ungkapkan kekecewaan pada Allah dan mintalah pertolongan pada-Nya. Sebaik-baik penolong adalah Allah.

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2013 in Opini

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: