RSS

Kumengharapkan Ramadhan Kali Ini Penuh Makna

18 Jul

Ku mengharapkan ramadhan kali ini penuh makna, Agar dapat kulalui dengan sempurna. Petikan nasyid dari Raihan ini mengingatkan kita akan ramadhan yang telah lalu. Berapa banyak target yang perlu di-revisi dan akhirnya gagal tercapai :gembeng:

Nah, Ramadhan 1433 H ini harus lebih baik. Program ideal dan realistis sudah dibuat. Tinggal dilaksanakan dengan konsisten. Jika benar target bisa tercapai, Alhamdulillah. Insya Allah suasananya akan terbangun dan membekas.

Nabi Muhammad bersabda, “Puasa adalah perisai, maka hendaknya orang yang berpuasa tidak mengucapkan rafats (kata-kata yang kotor). Jika ada orang yang memeranginya dan memakinya, hendaknya dia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’, sebanyak dua kali.” (HR. Bukhari Muslim)

Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan berbuat buruk, maka Allah tidak butuh – terhadap puasanya – dalam ia meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari)

“Tidaklah puasa itu hanya meninggalkan makan dan minum, sesungguhnya puasa itu harus meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat dan kata-kata kotor.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Hakim, shahih)

Tips dan Kiat Ramadhan Sukses:

  1. Buat Rencana Harian berdasarkan Target Bulanan. Detik-detik dalam bulan Ramadhan sangat istimewa dengan membuat rencana secara rinci, mudah-mudahan kita dapat lebih berkualitas dalam menjalaninya. Evaluasi tiap malam.
  2. Berusaha menjalin silaturahmi kembali dengan orang tua, saudara, kerabat, tetangga, hadai taulan. Ajak semua orang untuk sama-sama mempersiapkan diri dengan baik. Berbagi menu berbuka dengan tetangga sangat dianjurkan.
  3. Meningkatkan kedermawanan. Di dalam bulan yang mulia ini dianjurkan memperbanyak infaq, menyayangi kaum lemah, menyambung tali silaturahmi dan bersikap lembut pada keluarga. Karena “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau bersikap lebih dermawan ketika bulan Ramadhan tiba, pada saat bertemu Jibril.” (HR. Bukhari Muslim)
  4. Memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa. Meskipun hanya sebiji kurma atau seteguk air. Rasulullah bersabda, “Barang siapa memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala seperti yang didapat oleh orang yang berpuasa. Tidak dikurangi sedikit pun dari yang didapat oleh orang yang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)
  5. Sahur. Sahur disunnahkan, meskipun hanya dengan seteguk air. Waktunya mulai dari tengah malam. Rasulullah bersabda, “Bersahurlah kalian karena di dalam sahur itu ada berkahnya.” (HR. Bukhari Muslim)
  6. Diutamakan mengakhirkan sahur sampai mendekati waktu subuh. Jika orang yang sahur sudah merasa khawatir akan datangnya waktu subuh, maka lebih utama baginya meninggalkan sahur. Rasulullah bersabda, “Manusia akan tetap berada dalam keberuntungan selama masih mengakhirkan sahur.” (HR. Bukhari Muslim)
  7. Menyegerakan berbuka puasa. Jika sudah yakin bahwa matahari telah terbenam, maka dianjurkan segera membatalkan puasanya. Rasulullah bersabda, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama ia menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari Muslim)
  8. Berbuka puasa dengan menyantap ruthab (kurma segar). Kalaupun tidak ada, adalah dengan kurma kering. Kalau tidak ada juga, maka cukup dengan beberapa teguk air. Sebagaimana telah dilakukan oleh Rasulullah. Anas bin Malik menceritakan, “Seringkali Rasulullah berbuka dengan ruthab (kurma segar), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamar (kurma kering), jika tidak ada tamar maka beliau minum satu tegukan air.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
  9. Bedoa saat berbuka puasa dengan doa yang diajarkan Rasulullah. Beliau bersabda, “Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai berdoa, dan doa orang yang teraniaya.” (HR. Ibnu Majah)
  10. Mengisi waktu dengan mencari ilmu, membaca Al-Qur’an dan berdzikir. Karena bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah berfirman, yang artinya, “Bulan Ramadhan, didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan sebagai pembeda (hak dan batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
  11. Beri’tikaf. Yaitu berdiam diri di dalam masjid. Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, akan tetapi menjadi lebih baik jika  dilakukan di bulan Ramadhan. Dan akan lebih baik lagi jika dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, untuk meraih lailatul qadar“Dahulu Rasulullah selalu mengencangkan ikat pingang, menghidupkan malam dan membangunkan istrinya pada sepuluh malam yang terakhir.” (HR. Bukhari Muslim)


Advertisements
 
2 Comments

Posted by on July 18, 2012 in tip & trik

 

Tags: , , ,

2 responses to “Kumengharapkan Ramadhan Kali Ini Penuh Makna

  1. Rudi

    July 23, 2012 at 14:10

    wah….betul pak hanif
    harus penuh makna kayak lagunya raihan diatas tadi 😀

    Like

     
  2. zainuri

    July 26, 2012 at 11:15

    Insya Allah, moga tercapai :22:

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: