RSS

Yang Amanah, Bukan yang Munafik

03 Jul

Dikemukakan bahwa indikator utama orang mukmin yang akan mendapatkan kebahagiaan adalah mereka yang suka memenuhi amanah dan janji-janjinya. “Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang memelihara amanat-ama nat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS al-Mukminun [23]: 1 dan 8).

Sebaliknya, orang yang selalu mengingkari janjinya dapat dikategorikan sebagai munafik. Ciri-ciri orang munafik ada tiga macam, sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. “Jika berbicara selalu berdusta, jika berjanji selalu ingkar, dan jika dipercaya selalu berkhianat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis yang lain, Abdullah bin Umar berkata bahwa Nabi SAW bersabda, “Ada empat dosa sifat yang jika seseorang memperlihatkan semua cirinya, dia sepenuhnya orang munafik. Ji ka dia punya salah satu ciri, dia di anggap memiliki unsur-unsur seorang munafik. Ciri-ciri itu adalah berkhianat, berdusta, ingkar janji, dan memaki lawan jika ada perbedaan pendapat.” (HR Bukhari).

Janji adalah utang (al-wa’du dai nun). Orang yang dibebani utang akan merasa hilang kebebasan yang dimilikinya. Dia akan selalu dibelenggu sebuah tuntutan untuk melunasi utang tersebut. Rasulullah SAW mengingat kan, “Hati-hati dengan utang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) di siang hari.” (HR Ahmad).

Pilih pemimpin yang amanah… kenali apa ciri orang munafik ada padanya.

Karena itu, masyarakat berharap agar kampanye yang digelar tidak dijadikan sebagai media untuk mengumbar janji yang mendorong kesombongan dan membanggakan kelompoknya yang paling benar dan baik sehingga layak untuk dipilih.

Jika ini yang terjadi, akan lahir para pemimpin yang hanya pandai berjanji dan berbohong. Sedangkan dia sendiri sama sekali tidak berpikir, apalagi berbuat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat yang dipimpinnya. Berhati-hatilah dalam berjanji, sebab setiap ucapan (janji) yang diucapkan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan manusia dan di hadapan Allah SWT kelak di hari kemudian.

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaf [50] : 18). Wallahu a’lam.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 3, 2012 in Renungan, tip & trik

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: