RSS

Jarak Dekat dan Jarak Jauh

09 May

Jarak bisa mendekatkan dan bisa menjauhkan. Jarak menciptakan rasa.  Hubungan berjarak ketika ruang memisahkan orang-orang yang berkomunikasi menjadi sebuah persoalan. Ada kedekatan fisik yang hilang, tapi ada kerinduan yang menjadi energi tersendiri dalam sebuah hubungan. Selalu dekat secara fisik adalah memudahkan, namun kadang pula membosankan. Rasa cinta itu bahkan semakin tumbuh ketika setelah bepergian jauh dan kembali dalam rasa penuh rindu.

Jarak dalam komunikasi bukan berarti jauh dan dekat saja. Terkadang jarak yang terlalu dekat membuat pandangan kabur. Jarak butuh ukuran yang proporsional. Ada saatnya kita harus dekat, juga ada waktunya menjauh. Gagal menjaga jarak berarti gagal menjaga hubungan baik.

Pintu Komunikasi

Pembawaan kalem, humanis dan ramah membuat banyak orang simpati dengan pelayanannya. Sebagai seorang staff di kantor pelayanan pemerintah, ia mempunyai keistimewaan dalam membuka pintu komunikasi dan kerjasama. Banyak orang yang merasa dilayani dengan baik. Di sisi lain, ada atasan yang berusaha menjaga jarak dan diharuskan menjaga jarak (pengalaman di perusahaan sawit dulu) supaya anak buah (karyawan) merasa segan dan berwibawa. Di lingkungan kerja dia mendapat penghormatan karena jabatannya namun tidak ketika sudah di luar tempat kerja. Identitas sosialnya lemah.

Orang-orang seperti ini, yang minta dihargai karena jabatan, suatu saat nanti ketika kehilangan jabatannya akan merasa asing, terpinggirkan dan tidak enjoy dengan lingkungannya. Jabatan membuat pintu komunikasi itu terbuka sempit, banyak prosedural dan basa-basi yang dibungkus menjadi suatu pernghormatan.

Tinggal Beda Atap

Sebuah sikap dilematis ketika suami-istri harus berpisah tempat. Alasan paling utama adalah pekerjaan. Sang suami sayang dengan pekerjaannya, begitu juga dengan istri yang sayang ketika harus meninggalkan pekerjaannya. Jadilah istilah PJKA (Pulang Jum’at Kembali Ahad) populer di kalangan kita saat ini. Beberapa yang lain melakukan ini karena tuntutan, tidak layak keluarganya tinggal di lingkungan kerja yang keras dan serba terbatas, missal di areal tambang, pengeboran, perkebunan sawit, dll.

Ada teman saya yang keluarganya yang berjumlah 5 orang tinggal di tempat yang berbeda. Ayahnya yang menjadi direktur pertambangan milik BUMN tinggal di Halmahera Maluku, ibunya ada di Balikpapan membuka butik dan restoran. Kakaknya bekerja di perusahaan telekomunikasi di Jakarta. Teman saya sebagai anak ke-2 bekerja di pertambangan Total, dan adiknya memiih tinggal di Jogja karena masih kuliah. Hidup keluarga macam apakah yang dialaminya? Masing-masing keluarga sibuk dengan urusannya dan tidak peduli pada keluarga lainnya.

Tentu, Jarak yang ada harus dikelola sedemikian rupa untuk mendukung suksesnya komunikasi keluarga. Keluarga sebagai amanah patut mendapat perhatian serius dan tempat yang utama. Meskipun untuk sementara harus berpisah, keluarga utuh yang sehat adalah bersatu, berkumpul dan menjalankan berbagai tuntunan Rasulullah dan perintah Allah dalam Qur’an. Orangtua bisa mendidik anak-anaknya sepenuh hati dan kasih sayang dan kelak anaknya pun tumbuh menjadi asset masa depan bagi agama dan bangsa.  Dan akhirnya menjadi asset bagi orangtuanya di dunia dan akherat.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on May 9, 2012 in Activity

 

Tags: ,

2 responses to “Jarak Dekat dan Jarak Jauh

  1. Bunda Fadhil

    May 13, 2012 at 18:43

    Kualitas pertemuan dalam hubungan jarak jauh pun jadi lebih diprioritaskan ketimbang kuantitasnya. Saat bertemu betul – betul digunakan untuk bercengkerama dan melepas rindu bersama keluarga. Sehingga, saat kembali menjalani rutinitas bekerja menemukan gairah hidup dan semangat lagi.

    Setelah kurang lebih 3 bulan kita menjalani LDR, rasanya kangen betul bisa berkumpul lagi di sebuah rumah sederhana.. 🙂 InsyaAllah tak lama lagi kita kan berkumpul lagi, bersama mujahid kecil kita.. 🙂 Amiin..
    Love you forever…

    Like

     
  2. zainuri

    May 14, 2012 at 13:56

    iya bunda. love you.
    sampai jumpa di Batu…. dengan aktivitas harian yang Insya Allah lebih baik dari sebelumnya. :senyum:

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: