RSS

Trend Jeruk Impor dan Posisi Indonesia sebagai Produsen Jeruk Dunia

24 Apr

Trend Jeruk Impor dan Posisi Indonesia sebagai Produsen Jeruk Dunia

(Trend Imported Citrus and Indonesia Position as World Citrus Producers)

Zainuri Hanif dan Lizia Zamzami
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Jalan Raya Tlekung No 1 Junrejo Batu Jawa Timur
Email: zainurihanif(at)gmail.com

 Abstrak

Banjir buah impor yang kini dengan mudah diperoleh di pedagang kaki lima mengindikasikan makin tidak berdayanya buah domestik menghadapi gempuran buah dari luar negeri yang menjadikan Indonesia sebagai pasar utama. Volume jeruk impor pada Januari-April 2011 sudah mencapai 50 persen dari total impor sepanjang 2010. Jeruk Mandarin pada kuartal pertama 2011 mencapai 77.502 ton, padahal untuk keseluruhan tahun 2010 mencapai 96.489 ton (Badan Karantina Pertanian). Sampai saat ini Indonesia termasuk negara pengimpor jeruk terbesar kedua di ASEAN setelah Malaysia, dengan volume impor khususnya untuk jenis keprok atau mandarin, selama kurun waktu 2005 – 2010 mencapai 550.809 ton atau sekitar 91.802 ton per tahun dengan nilai mencapai US $ 650.128.774 (Sumber BPS, 2011 diolah). Menghadapi hal ini, perlu upaya untuk membendung gempuran jeruk impor: Pertama dengan penerapan ketentuan keamanan pangan internasional melalui Codex yang mengatur batas ambang maksimun terkait residu kimia makanan termasuk buah-buahan, Kedua dengan perbaikan dan ketersediaan jeruk dalam negeri sehingga mudah dijumpai masyarakat, dan Ketiga dengan menggiatkan “Program Keproknisasi Nasional”  Direktorat Jendral Hortikultura, (Dirjen Hortikultura) Kementrian Pertanian yang berkesinambungan dengan perlu dijabarkan lebih rinci dan lebih konkrit sehingga mudah untuk segera ditindaklanjuti. Jika produksi jeruk nasional tidak mampu memasok pasar dalam volume yang cukup, berkesinambungan dan berdaya saing kuat maka asa membendung banjir jeruk impor akan menjadi sekedar impian belaka. Beberapa varietas jeruk keprok komersial hasil seleksi Balitjestro maupun dari Pemerintah Daerah yang sudah dilepas oleh Kementrian Pertanian dengan kualitas buah yang tidak kalah dengan jeruk impor antara lain Keprok Batu 55 berasal; dari Batu, Jawa Timur, keprok Garut dari Jawa Barat, keprok Pulung dari Jawa Timur, keprok Tawangmangu dari Jawa Tengah, dan keprok SoE dari NTT.

Kata kunci: jeruk, keprok, impor, codex

Abstract

The flood of imported fruits which are now easily found at street vendors indicates increasingly helplessness of domestic fruit toward imported fruit that make Indonesia as the main market. Imported citrus volume in January-April 2011 has reached 50 percent of total imports during 2010. Import volume of Mandarin citrus in the first quarter of 2011 has reached 77.502 tons, whereas for the whole year in 2010 it reached 96.489 tons (Agriculture Quarantine Agency). Until now, Indonesia is the world’s second largest importer of citrus in ASEAN after Malaysia, where the volume of import, especially for mandarin, during the period of 2005 – 2010 it reached 550.809 tons or about 91.802 tons per year with a value of U.S.$ 650.128.774 (Source of CBS, 2011 processed). In facing this problem, it is necessary an effort to bound the onslaught of imported citrus: Firstly, by the application of provisions of international food security through Codex which set the threshold maximum related chemical residue of foods, including fruits; Secondly, by improvement and availability of citrus in the country so that easy to find by people, and the third by intensify the sustainable “Program of the National Mandarin” by Directorate General of Horticulture, Ministry of Agriculture, which needs to be described in more detail and more concrete, so it is easy to be followed up immediately. If the national citrus production is not capable of supplying the market in sufficient volume, continuous and competitive, the hope to stem the flood of imported citrus would be just a dream. Some commercial varieties of selection results of Indonesian Citrus and Subtropical Fruits Research Institute (ICSFRI) or of the Regional Government that have been released by the Ministry of Agriculture with the quality of fruit that were not inferior to imported citrus were Batu 55 from Batu East Java, Garut from West Java, Pulung from East Java, Tawangmangu from Central Java, and SoE from NTT.

Keywords: citrus, mandarin, import, codex

Advertisements
 
Comments Off on Trend Jeruk Impor dan Posisi Indonesia sebagai Produsen Jeruk Dunia

Posted by on April 24, 2012 in Artikel, Makalah

 

Tags: , , , , , , , ,

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: