RSS

Tetangga

10 May

Baru-baru ini kami baru bisa merasakan nikmatnya punya tetangga yang baik. Di kala ada komunikasi, mereka pasti membantu. Sebelumnya memang jarang bertemu untuk lebih akrab sama tetangga, karena masing-masing punya aktifitas yang berlainan. Paling-paling say ‘salam’ ketika lewat dan ngobrol sewaktu liburan. Ketika air PDAM mati selama 10 hari, dan sebagian yang menggunakan air desa hidup, tampaklah rasa tenggang rasa dan saling membantu itu. Walau tiap hari sudah complain PDAM Batu, tampaknya mereka tidak siap dengan pelayanannya, maka ibu-ibu tetangga mengumpulkan selang demi selang sehingga mencapai panjang 50 meter untuk membantu kami. Sebelumnya harus bolak-balik olahraga seperti zaman timba, dengan selang semua lebih mudah dan praktis.

Banyak orang mensyaratkan rumah dengan bentuk fisiknya, luas bangunan, akses jalan dan fasilitas kompleks yang ada, namun lupa memberikan syarat yang tidak kalah penting, yaitu tetangga yang baik. Betapapun bagusnya sebuah rumah jika tetangganya jahat, setiap detik akan merasa curiga…

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam sangat memuliakan para tetangga. Tetangga memiliki kedudukan yang agung dalam kehidupan beliau. Beliau pernah berkata, yang artinya: “Malaikat Jibril alaihissalam senatiasa mewasiatkan agar aku berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira ia (Jibril) akan memberikan hak waris (bagi mereka).” (HR: Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau mewasiatkan Abu Dzar radhiallaahu anhu, yang artinya:  “Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak makanan, perbanyaklah kuahnya, janganlah engkau lupa membagikannya kepada tetanggamu.” (HR: Muslim)

Beliau juga memperingatkan dari bahaya mengganggu tetangga. Beliau bersabda, yang artinya: “Tidak akan masuk Surga orang yang tidak merasa aman tetangganya dari kejahatannya.” (HR: Muslim)

Oleh sebab itu, hendaklah kita senantiasa berlaku baik kepada para tetangga. Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah ia berlaku baik kepada tetangganya.” (HR: Muslim)

Para salaf selalu menjaga hubungan baik dengan tetangga mereka, sebagaimana Ibnu Al-Muqaffa’. Kala itu ia pernah mengeluh mengenai banyaknya tikus yang berkeliaran di rumahnya. Ketika ada yang menyarankan agar ia memelihara kucing, ia menolaknya, “Saya takut, tikus-tikus itu nanti mendengar suara kucing, hingga mereka lari-lari ke rumah tetangga. (kalau itu terjadi), dengan demikian saya tidak mencintai mereka seperti saya mencintai diri mereka sendiri.” (Al-Ithaf, 6/309)

Menjual Tetangga

Kisah unik didapatkan ketika membaca Suara Hidayatullah edisi April 2011 kemarin dimana ketika menjual rumah, sang penjual ternyata menjual juga tetangganya yang baik itu. Abdullah bin Mubarak memiliki seorang tetangga Yahudi yang berencana menjual rumahnya. Ketika ada beberapa calon pembeli yang melakukan penawaran, si Yahudi mematok harga 2000 (tanpa menyebut satuan). Calon pembeli itu keberatan, “Harga demikian tidaklah pantas, kecuali jika engkau menjualnya dengan harga seribu.” Tetangga ulama zuhud itu menjelaskan, “Kalian benar, namun seribu diperuntukkan untuk rumah ini dan seribu untuk tetangga…”

Yang berlaku umumnya, faktor eksternal yang biasanya menjadikan harga rumah lebih mahal adalah mudahnya akses ke jalan utama atau pusat perbelanjaan, terhindar dari banjir, lokasi strategis, dan lain sebagainya. Sangat layak jika seorang muslim memandang tetangga yang baik merupakan nikmat yang berharga.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 10, 2011 in Activity

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: