RSS

Back to Masjid

08 Apr

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Mahasiswa islam heroik memakmurkan kampus dan jalanan. Namun di masjid, mereka seakan orang asing yang tidak kenal dan dikenali saudaranya. Eksekutif muda memenuhi relung-relung dunia. Mereka memilih hotel-hotel berbintang atau rumah megah, atau villa mewah sebagai habitat, bahkan saat beribadah atau mengkaji Islam.

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Menjamurnya sekian partai-partai Islam tidak menyentuh kehidupannya. Para kader dakwah tersedot sidang-sidang rekayasa sosial politik. Majelis-majelis dzikir dan ilmu kian jauh tertinggalkan. Tersisa hanya beberapa bapak tua yang setia menghitung hari hidupnya.

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Syiar Islam berpindah ke sekretariat-sekretariat, mal-mal, dan cafe-cafe. Mesjid seolah sekedar tempat berteduh, tidur, dan mandi, para musafir. Ia menjadi kuno dan dibiarkan berwajah suram, kuyu dan terlantar.

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Laksana tubuh, jantung masyarakat kian kritis. Dan –naudzubillah-gema adzan semakin berangsur sunyi…

Al Izzah

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 8, 2011 in Puisi, Renungan

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: