RSS

Generasi Peubah

25 Mar

Antum Ar-Ruhul Jadiid

fii Jasaadil Ummah !

“Sungguh segala puji bagi Allah. KepadaNya lah kita mohon pertolongan dan ampunan, kepadaNya pula kita kita mohon pelindungan dari keburukan dan dosa-dosa diri kita. Barangsiapa ditunjuki oleh Allah, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa disesatkanNya, maka tiada pula yang dapat memberi petunjuk. Dan sungguh aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, yang esa dan tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah dan hambaNya, tiada nabi sesudahnya.

Wahai manusia, bertaqwalah kepada Allah, tuhanmu yang telah menjadikan kau dari satu jiwa. Kemudian   menjadikan baginya pasangannya, dan dari keduanya dikembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan namaNya kau saling meminta.  Serta takutlah Engkau dari “memutuskan hubungan kekeluargaan”. Sesungguhnya Allah sedekat-dekatnya pengawas bagimu.

“Hai orang–orang yang mu’min bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar–benarnya taqwa kepada-Nya  dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan memeluk agama Islam”

“Bertaqwalah kepada Allah dan jujurlah kamu dalam setiap perkataan, niscaya Allah akan memperbaiki perbuatan – perbuatan kamu dan mengampuni dosa – dosamu.

Barang siapa taat kepada Allah dan Rosul –Nya maka ia telah mendapat  keuntungan  dan kebahagiaan yang besar.

Adapun sesudah itu :

“Sebenar–benarnya perkataan adalah kitab Allah. Dan sebaik–baik bimbingan adalah bimbingan Rosulullah Muhammad SAW, dan sebagus–bagusnya wasiat adalah kalimat taqwa.

Dan berhati–hatilah  kalian dengan kalimat–kalimat yang dibaru–barukan dalam agama, karena tiap –tiap yang dibuat baru adalah bid’ah, dan tiap–tiap bid’ah adalah menyesatkan dan tiap – tiap kesesatan adalah jalan neraka”

( HR Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu  Majah dan lainnya)

Maha Besar Allah, yang dengan kekuatanNya lah Islam dapat menghancurkan musuh-musuh dien ini sehancur-hancurnya pada masa silam, sekarang, dan yang akan datang. BagiNyalah seluruh tentara langit dan bumi, serta segala yang ada di antara keduanya. Sungguh, akan menanglah Islam di atas segala ideologi lainnya.

“Dialah yang mengutus rasulNya dengan petunjuk dan dien yang haq untuk ditinggikan di atas dien-dien selainnya, walaupun orang-orang musyrik benci.” (QS Ash-shoff : 9)

Maha Besar Allah, yang telah menautkan hati-hati kita dalam Islam, dan mengokohkan tekad kita untuk berjuang di jalanNya. Sungguh, orang-orang yang mengambil Allah dan rasulNya sebagai penolong, merekalah orang-orang yang akan menang! Sungguh, akan luluh lantaklah semua perintang cahaya Islam ini laksana hancurnya barisan mereka di benteng Khaibar, Yarmuk, dan Konstantinopel.

Ayyuhal ikhwah-fillah! –wahai saudara di jalan Allah!

Empat belas abad yang lalu, sebuah tonggak peradaban telah ditancapkan di muka bumi oleh sang Pembawa Risalah, Rasulullah Muhammad SAW. Sejak saat itu, Islam menyebar dengan cepat ke seluruh dunia membawa perdamaian, kesejahteraan, dan keadilan. Tapi, syiarnya itu melalui sebuah perjuangan panjang. Tumbuhnya dipagari oleh darah dan peluh para syuhada’ yang membentengi peradaban gemilang ini.

Islam adalah sebuah dien yang syamil (menyeluruh), kamil (sempurna), mutakammil (menyempurnakan). Islam juga sebuah sistem yang membawa manusia kepada keseimbangan dan kesempurnaan masyarakat. Ummat Islam adalah ummat terbaik yang dikeluarkan kepada manusia.

“Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan kepada manusia. Menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, serta beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran :110)

Namun, saat ini umat Islam sedang berada dalam titik nadir peradaban. Umat ini sedang tertindas, diinjak dan dirobek oleh cengkraman musuh-musuh Allah. Seperti sinyalemen panglima tertinggi jihad, Rasulullah Muhammad SAW. Beliau menyatakan bahwa kelak umat Islam akan seperti buih di lautan, banyak tetapi lemah. Umat Islam seakan-akan menjadi makanan yang diperebutkan. Umat ini mengalami kebingungan yang luar biasa, hingga sebagian besar kemudian keluar dan menjauhi prinsip-prinsip Islam. Gaya hidup kaum muslimin sekarang mengekor kepada generasi muda kaum kuffar. Perang peradaban (ghazwul fikr) dan perang budaya (Ghazwuts-tsaqofy) telah melahirkan korban-korban peradaban dari umat ini.

Kebangkitan, Sebuah Kemestian

Ayyuhal ikhwah!

Saat ini kita sedang mencoba membangun kembali sebuah peradaban. Mencoba mengembalikan ummat ini kepada Islam yang sejati, kembali kepada Al-Qur’an dan As-sunnah untuk merebut kembali izzah Islam. Umat ini harus dibangun kembali agar Islam memainkan peranannya yang telah lama ditunggu-tunggu itu. Umat ini harus dibangkitkan kembali setelah tertimbun oleh tumpukan reruntuhan generasi demi generasi, reruntuhan konsepsi, reruntuhan situasi demi situasi, reruntuhan sistem demi sistem kehidupan yang semua tidak ada hubungannya dengan Islam.

Kita sadar bahwa jarak antara “kebangkitan kembali” dengan masa kepemimpinan Islam dalam peradaban dunia adalah masa yang jauh sekali. Sudah lama umat Islam tenggelam dari alam kenyataan. Akan tetapi, bagaimanapun juga kebangkitan Islam kembali merupakan kemestian yang tidak dapat terelakkan.

Antum Ar-Ruhul Jadiid fii Jasaadil Ummah

Ayyuhal ikhwah!

Sesungguhnya di pundak kitalah amanah untuk membangun peradaban Islam kembali. Inna fii yadi as-syubbani amral ummah wa fii aqdamiha hayataha. Sesungguhnya di tangan para pemudalah urusan umat digantungkan dan di kaki mereka kehidupan umat bertumpu.

Seorang pemuda merupakan mata rantai keturunan yang panjang dan berakar lintas zaman. Sesungguhnya ia adalah bagian dari parade mulia oleh para pemimpin yang mulia. Pemuda adalah warasatul anbiya’, pewaris nabi. Yang mempuyai amanah menyampaikan risalah Islam dengan hujjah yang nyata. Ia tidak lain adalah batu penyusun peradaban yang menopang bangunan peradaban Islam yang sedang dibangun.

Tidak berlebihan jika Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam berpesan :

“ Saya wasiatkan para pemuda kepadamu dengan baik, sebab mereka berhati halus. Ketika Allah mengutus diriku untuk menyampaikan agama yang bijaksana ini, maka kaum mudalah yang pertama-tama menyambutku, sedang kaum tua menentangnya.”

Sejarah juga menggoreskan kata-kata Uqbah bin Nafi’, ketika kaki kudanya telah sampai di lautan Atlantik yang membentang, dengan lantang ia berseru, “ Ya Allah, Tuhannya Muhammad, seandainya bukan karena lautan, tentu kubuka benua itu untuk meninggikan kalimatmu. Ya Allah, saksikanlah!” Itulah tekad dari seorang pemuda. Dengan semangat yang menggelora pula Muhammad Al Fatih dapat membebaskan Konstantinopel dari kungkungan imperium Romawi.

Ayyuhal ikhwah, antum arruhul jadiid fii jasaadil ummah

Kalian adalah para pemuda yang dengan gelora semangat mampu menggerakkan roda perubahan. Perubahan menuju kebangkitan Islam yang didambakan. Kalian adalah semangat baru dalam diri umat ini yang menjiwai setiap gerakan menuju tegakknya kalimah la ilah illallah di bumi Allah ini. Kalian adalah generasi yang menjadi tumpuan umat menuju cahaya perbaikan dan keridhoan Allah.

Mari kita beri kontribusi kepada Islam, meski sekecil apapun kontribusi itu. Untuk dunia Islam, maupun lingkup lokal, kampus Al Uswah!

Mari ikhwah, kokohkan azzam di hati… untuk ridha Rabbul Izzati.

Kami sadari jalan ini
kan penuh onak dan duri
aral menghadang dan kedzaliman
yang akan kami hadapi

Kami relakan jua serahkan
dengan tekad di hati
jasad ini, darah ini
sepenuh ridha di hati

Kami adalah panah – panah terbujur
yang siap dilepaskan dari busur
tuju sasaran siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
yang siap terayun menebas musuh
tiada peduli, siapapun pemegangnya
asalkan ikhlas di hati
tuk hanya ridha ilahi…
robbii…

Kami adalah tombak-tombak berjajar
yang siap dilontarkan dan menghujam
menembus dada lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
yang siap ditembakkan dan melaju
dan mengoyak, melumat kedzaliman
Asalkan ikhlas di hati
tuk jumpa wajah ilahi…
robbii…

Kami adalah mata pena yang tajam
yang siap menuliskan kebenaran
tanpa ragu, ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang selalu tajam
bak kesabaran yang tak pernah padam
tuk arungi da’wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati
tuk jumpa wajah ilahi…
robbii…

Kami sadari jalan ini
kan penuh onak dan duri
aral menghadang dan kedzaliman
yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan
dengan tekad di hati
jasad ini, darah ini
sepenuh ridha di hati

-Izzatul Islam, Berderap di Jalan yang Panjang

Ikhwah fillah, dunia Islam kini tengah terbakar.
Padamkan api yang bisa kau padamkan, tak usah menunggu yang lain.
Laa Izzata illa bil jihaad!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2011 in umum

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: