RSS

Bisa Apa Kita dengan Perubahan Iklim?

02 Feb

data peningkatan suhu di bumiPerubahan iklim sudah dirasakan mayoritas penduduk dunia.  Seolah tiba-tiba semuanya menjadi tidak terkendali dan di luar dugaan. Kalo sobat pernah lihat film documenter  An Inconvenient Truth, Al Gore dengan deskripsi dan data-datanya memaparkan ancaman global yang siap dan segera melanda bumi tempat tinggal ini. Ada berbagai lokasi di dunia yang mengalami degradasi lingkungan. Gunung es yang mencair, punahnya beberapa species hewan, dan lain sebagainya.

Nah, baru-baru ini mungkin sobat juga merasakan bagaimana lingkungan sekitar kita mulai terpengaruh perubahan iklim, yang ditandai dengan cuaca tidak menentu. Tahun ini sulit dijumpai buah mangga di pinggir jalan, begitu pula dengan duren, jeruk, rambutan, salak, manggis dan buah-buah lainnya yang panennya gagal total. Itu ternyata diakibatkan oleh gagalnya pembungaan. Biasanya musim kering ternyata sekarang hujan deras disertai angin kencang.

Sobat, iklim di negara kita ternyata dipengaruhi oleh 2 hal yaitu el nino dan la nina. Terjadinya salah satu diantaranya el nino maupun la nina ternyata membuat repot pemerintah, khususnya kementerian pertanian dalam menghadapi perubahan iklim ini. Ketahanan pangan kita terancam.  Misalnya saja kemarin harga cabe meroket. Antisipasi pemerintah dituntut tidak terlambat. Sehingga jangan sampai ketika terjadi gejolak harga, semuanya menuding pemerintah saja padahal sebabnya karena kita semua.

Di Indonesia terdapat dua iklim yaitu iklim panas dan iklim hujan, tapi saat ini cuaca ini tidak bias diprediksi dengan tepat. El Nino merupakan fenomena global dimana naiknya suhu atau memanasnya suhu muka laut pada perairan Ekuator Pasifik Timur atau anomaly suhu muka laut  di daerah tersebut adalah positif. Fenomena El Nino ini menyebabkan curah hujan di sebagian wilayah di Indonesia berkurang, tapi hanya sebagian wilayah di Indonesia karena luasnya daerah di Indonesia tidak semua wilayah terkena dampak El Nino

El Nino dan La Nina

Di Indonesia terdapat dua iklim yaitu iklim panas dan iklim hujan, tapi saat ini cuaca ini tidak bias diprediksi dengan tepat. El Nino merupakan fenomena global dimana naiknya suhu atau memanasnya suhu muka laut pada perairan Ekuator Pasifik Timur atau anomali suhu muka laut  di daerah tersebut adalah positif. Fenomena El Nino ini menyebabkan curah hujan di sebagian wilayah di Indonesia berkurang, tapi hanya sebagian wilayah di Indonesia karena luasnya daerah di Indonesia tidak semua wilayah terkena dampak El Nino. Dampak El Nino terutama di Indonesia Timur, jika El Nino sangat besar, pengaruhnya bisa mencapai Indonesia bagian barat dan akan berdampak hebat jika mencapai Jawa karena lumbung pangan Indonesia masih tersentra di Jawa.

Dampak besar El Nino pada tahun 1997-1998, dimana seluruh dunia terkena dampak dari El Nino. El Nino juga menyebabkan kekeringan di Indonesia, tapi karena Indonesia merupakan Negara maritim dampaknya tidak separah Australia.

Fenomena la nina menyebabkan curah hujan disebagian wilayah di Indonesia mengalami peningkatan, bahkan sangat berpotensi mengalami banjir. Pengaruh la nina yang muncul pada saat musim kemarau. Fenomena La Nina mengakibatkan beberapa daerah di Indonesia terkena banjir akibat curah hujan berlebihan pada sekitar bulan Februari dan Maret. Biasanya daerah yang paling merasakan akibat La Nina maupun El Nino adalah kawasan Indonesia bagian timur. Ini disebabkan kawasan tersebut berhadapan langsung dengan wilayah sirkulasi udara dan atmosfer pasifik bagian barat dan bagian timur. Nusa Tenggara, Bali, Maluku, Madura, menjadi daerah yang rawan terhadap kekeringan sekaligus juga kebanjiran akibat curah hujan berlebihan..

Antisipasi yang Bisa Kita Lakukan?

Untuk menghadapi penyimpangan iklim, Kementerian Pertanian telah menyusun strategi antisipasi dan penanggulangan yang dipilah atas: (a) strategi antisipasi, (b) strategi mitigasi, dan (c) strategi adaptasi. Lebih lengkapnya bisa di-download di sini.

Kita pun bisa berkontribusi, setidaknya sebatas yang kita mampu.  Permasalahan perubahan iklim merupakan masalah global yang menyangkut semua penghuni planet ini. Oleh karena itu perlu sebuah tindakan kolektif. Kemauan politik tiap negara sangat dibutuhkan, dan ternyata itu sulit. Negara-negara besar enggan menurunkan emisinya dengan alasan ekonomi dan justru menyalahkan negara berkambang.  Mengacu pada tinjauan ‘Ekonomi Perubahan Iklim’, bahwa biaya tindakan sekarang hanya akan memakan biaya satu persen dari pendapatan dunia, sementara biaya untuk bertindak mengatasi hal tersebut bisa mencapai lebih dari 20 persen di masa depan.

Mengapa aktivitas manusia menjadi penyebab utama perubahan iklim?  Jawabannya terletak pada bahan bakar fosil dan gas rumah kaca.  Revolusi Industri di abad 19 memulai penggunaan bahan bakar secara besar-besaran untuk aktivitas industri.  Industri-industri tersebut menciptakan lapangan pekerjaan dan memicu relokasi penduduk dari desa ke kota.  Tren ini bahkan berlanjut sampai sekarang.  Lahan yang tadinya hijau terus diratakan untuk menyediakan tanah bagi perumahan.  Sumber daya alam yang ada terus digunakan secara intensif untuk kebutuhan konstruksi, industri, transportasi dan konsumsi.  Sampah dan limbah mengalami peningkatan debit volume berlipat ganda.

sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/El_Ni%C3%B1o%E2%80%93Southern_Oscillation

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 2, 2011 in umum

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: