RSS

Keamanan Buah-Buahan Impor

01 Jun

Dewasa ini, hortikultura banyak diberi perhatian pemerintah untuk digalakkan  dan dikembangkan secara luas. Hal ini mengingat tingginya impor buah-buahan. Produk buah – buahan dan sayuran tropis di negara di Indonesia sebenarnya memiliki pangsa pasar yang cukup besar di dalam negeri dan peluang ekspor yang baik yang memungkinkan sebagai devisa negara non migas (Siswadi, 2007).

Dalam kenyataannya, pangsa pasar buah Indonesia masih dikuasai oleh buah-buah impor dari luar. Menurut data BPS (2008) yang telah diolah oleh Dirjen Hortikultura, terlihat bahwa hampir pada semua komoditi terjadi peningkatan impor buah. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa, untuk komoditi jeruk, apel, lengkeng, anggur dan stroberi yang merupakan komoditi mandat penelitian Balitjestro mengalami peningkatan impor dari luar yang cukup tajam / signifikan.

Meluasnya pasar buah impor di Indonesia, karena kualitas produk buah lokal Indonesia belum bisa menunjukkan keunggulannya dibandingkan dengan buah impor dari luar. Berlakunya sistem perdagangan bebas membuat pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk menanggulangi terjadinya peningkatan impor buah. Hal tersebut tidak perlu terjadi jika kita bisa membuktikan bahwa produk buah Indonesia pada dasarnya sanggup bersaing dengan buah impor baik dalam kualitas maupun harga.

Dari kualitas, banyak media cetak maupun elektronik yang menyebutkan bahwa mutu buah impor tidak lebih baik dari mutu buah lokal. Selanjutnya beberapa penelitian juga menyatakan bahwa buah impor memiliki kondisi yang tidak segar lagi ketika di konsumsi. Proses pengangkutan yang lama dan penanganan yang panjang telah memberi peluang kemungkinan – kemungkinan tersebut terjadi. Menurut Gumbara (1999), produk hortikultura memiliki sifat dasar yaitu bersifat musiman, cepat rusak, memiliki mutu yang tidak seragam, dan memerlukan penanganan khusus tergantung produknya.

Berdasarkan sifatnya yang musiman, beberapa artikel di media elektronik menyatakan bahwa konsumen harus berhati-hati mengkonsumsi produk buah-buahan yang berasal dari negara-negera tertentu. Perhatikan musim yang sedang berlangsung di negera tersebut, jika di negera tersebut sedang musim buah tersebut berarti kondisi buah yang sampai ke Indonesia bisa diperkirakan masih segar, sebaliknya jika di negara tersebut sedang tidak musim buah tersebut diperkirakan bahwa buah tersebut sudah tidak segar lagi.

Berdasarkan sifatnya yang mudah rusak, kita bisa memperkirakan berapa lama waktu dan beberapa panjang rantai penanganan yang dilalui oleh buah tersebut hingga sampai ke Indonesia. Hal tersebut sangat membuka peluang buah – buahan tersebut bisa rusak. Namun dalam realitanya sampai di Indoensia masih terlihat segar dan mengkilat dan bisa dijual dengan harga yang terjangkau. Hal ini bisa menguatkan tentang kebenaran keluhan beberapa konsumen bahwa mutu buah impor tidak baik lagi untuk dikonsumsi. Dari segi harga yang tetap bisa bersaing, dengan penanganan yang panjang dan lama, ada dugaan bahwa buah yang diimpor ke Indonesia adalah buah sisa atau buah yang tidak laku dipasaran buah negera maju. Akibatnya ketika dipasarkan ke Indonesia, pedagang atau eksportir dari negera tersebut tidak memperhitungkan harga komoditi, cukup memperhitungkan biaya penanganan sehingga buah-buahan tersebut bisa dijual di Indonesia dengan harga yang terjangkau.

Setyabudi, dkk (2008), menyebutkan bahwa buah-buahan impor terindentifikasi mengandung formalin dan pestisida yang dilarang dalam penggunaannya. Penggunaan formalin dan pestisida pada buah-buahan impor dapat terjadi di negara produsennya maupun setelah sampai di Indonesia. Perlu stándar mutu yang lebih luas terhadap buah impor guna melindungi konsumen terhadap dampak negatif dari penggunan bahan kimia terlarang.

Di lain sisi, berlakunya sistim perdagangan bebas tidak membuat pemerintah leluasa untuk membuat kebijakan untuk membatasi meningkatnya buah impor di Indonesia. Dengan adanya penelitian ini yang mampu membuktkan bahwa mutu buah impor memang tidak layak atau tidak lebih baik dari buah-buahan lokal, diharapkan membuat pemerintah lebih mudah mengeluarkan kebijakan yang lebih berpihak pada petani. Selanjutnya juga bisa meluruskan niat konsumen bahwa mengkonsumsi buah adalah karena ingin sehat.

Produk hortikultura memiliki sifat dasar yaitu bersifat musiman, cepat rusak, memiliki mutu yang tidak seragam, dan memerlukan penanganan tergantung produknya (Gumbara, 1999). Hal tersebut sangat memungkinkan buah-buahan impor yang telah mengalami pengangkutan yang lama, penanganan yang panjang, dan berasal dari negera-negera yang musimnya berbeda dengan negara kita mengalami penurunan mutu (fisik, kimia) dan residu kimia . Berbeda dengan buah-buahan lokal yang langsung dipasarkan pada musimnya, tidak perlu pengangkutan yang lama, dan penanganan yang tidak terlalu panjang yang memungkinkan mutunya bisa lebih baik dari buah-buahan impor.

Sumber refernsi :

  • Setyabudi, dkk. 2008. Perlunya Stándar Mutu Buah Impor : Studi Kasus Kontaminan Pada Buah – Buahan Impor. Prosiding PPI Standardisasi 2008.
  • Siswadi. 2007. Penanganan Pasca Panen Buah – buahan dan Sayuran. INNOFARM: Jurnal Inovasi Pertanian, 6 (1): 68 – 71.
  • Tawali, dkk. 2004. Pengaruh Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu Buah – buahan Impor Yang Dipasarkan di Sulawesi Selatan. Indonesia Cold Chain Project Kerjasama dengan Jurusan Teknologi Pertanian Fapertahut UNHAS : Makassar.
  • Mulyaman, S. 2007. Penanganan OPT Hortikultura Berbasis Kawasan. Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura. Jakarta (http://www. Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura.htm)
  • National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).1997. Pocket Guide to Chemical Hazards. U.S. Department of Health and Human Services, Public Health Service, Centers for Disease Control and Prevention. Cincinnati, OH. 1997
  • Tsuda M, Frank N, Sato S, Sugimura T. 1988. Marked increase in the urinary level of N-nitrosothioproline after ingestion of cod with vegetables. Cancer research, 48:4049–4052
Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 1, 2010 in Riset

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: