RSS

Jaket Kulit

14 Apr

Hari-hari begitu lambat berjalan (bagian ke-3 dari 5 tulisan)

Hari perwira siswa Medco
Mari kita bernyanyi
Menempal mental kita selama di Rindam Jaya
Dengan nyanyian yang murni

Meski lelah tubuh ini
Semangat kita membara
Demi visi dan misi
Sbabnya kita bekerja
Untuk nusa dan bangsa

Reff : Rindam Jaya… RIndam Jaya
Indah Permai dan mulia
Maha taman tempat kita ditempa

:))

Walau agak awut-awutan liriknya :), karena memang mendadak dibuat oleh mas Brian Stefano Korowotjeng dkk, lagu ini cukup menghibur ketika harus berlari keliling camp dan atau lapangan sepak bola di terik-teriknya matahari bersinar.

BDM

Hari ketiga kami dilatih BDM (Bela Diri Militer). Bela diri militer ini merupakan gabungan dari semua bela diri yang ada di Indonesia. Yah kayak Pancasila itu. Bela diri yang utama adalah merpati putih karena pencipta (pengkonsep) BDM ini seorang Brigjend yang juga dari Merpati Putih.

Ada yang menarik dari pelatih BDM ini, ternyata ia juga nyambi di luar sebagai konsultan karena gaji menjadi tentara dirasa belum cukup, apalagi hidup di Jakarta. Dengan menjadi konsultan ia memang melanggar aturan prajurit yang tidak boleh bekerja di luar institusi, oleh karena itu ia memakai KTP baru. Dengan cukup sepekan sekalli berkantor, ia mampu mendapatkan gaji 5 kali lipat dari gajinya sekarang.

Isholama, Istirahat – Sholat – Lari – Makan

Nah, habis Dhuhur, lagi-lagi kami diminta memakai “jaket kulit”. Yaitu kali ini lari keliling lapangan bola lima kali dengan bertelanjang dada, hanya bercelana panjang dan sepatu saja. Panas terik lagi-lagi membuat keringat kami bercucuran dan setelah senam pendinginan baru boleh makan.

Malamnya, kita bergilir berjaga kamp, masing-masing selama 1 jam. Kenyataannya ada yang nggak jaga, ya ada yang bangun sebentar, menyetel alarm dan tidur lagi di saat jam seharusnya dia jaga. Ketika jam jaganya lewat, ia kemudian membangunkan teman jam jaga berikutnya. Curang! Hihi :)) parahnya pernah ketahuan!

Bersih-bersih

Agenda yang rutin dilakukan tiap pagi sebelum apel adalah bersih-bersih. Hal yang aneh bagi saya ketika mereka merokok (TNI-TNI) itu biasa membuang puntung rokok dan sampah sembarangan, puntung rokok di taman, di selokan dan di pojok-pojok ruang tapi paginya dibersihkan. Dan itu dilakukan berulang-ulang.

Di saat-saat penuh tantangan itu, ada juga SMS teman yang menyemangati, datang pagi-pagi 31 Juli 2008 pukul 05:54:56. Alhamdulillah, lumayan berkesan, karena datang pada saat yang tepat. “Barangsiapa selalu beristiqfar maka Allah menjadikan baginya kelapangan dari setiap kesusahan, jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberinya rezeki dari arah nyang tak terkirakan (Abu Daud dan Ibnu Majah).

Balatkom

Bahaya Laten Komunis dan Perang Modern saat itu dijelaskan oleh Mayor INF Wasid F dengan sangat komunikatif dan juga humoris. Dengan LCD dan sound yang sangat jelas. Selayaknya trainer cuplikan-cuplikan film pun ditayangkan, tak ketinggalan G30 S PKI. Yang menarik adalah tayangan film yang memperlihatkan tentara Korut yang berbaris dan atraksi dengan sangat rapi dan tertata dengan eloknya. Loyalitas mereka memang luar biasa.

Tidak Ada Lari, Yess!

Hari kelima, sesi kelas menjadi sesi yang sangat menarik. Menarik orang untuk mengantuk… haha. Banyak yang tertidur atau mau tidur di kelas. Mungkin karena mendapatkan tempat nyaman setelah beraktivitas di luar kelas. Tempat favorit di bawah AC… mak nyus. Materi hari kelima adalah pelayanan prima, PBB, BDM yang diisi dengan mountenering.

Senangnya hari ini nggak ada lari siang. Yes! ^_^ Tapi besoknya ada seperti biasa. Hiks T_T. Tampaknya pelatih tahu dengan kemampuan kita. Kalau terus-terusan seperti hari-hari awal, badan kita tidak kuat mengimbangi tekad kita… cheile..hihi.

Komunikasi masa yang diisi oleh Komandan (Kapten ARH) Jhon Apolani harusnya menarik. Sayang menjadi tidak komunikatif karena tampangnya serem. Typicalnya memang bukan pendidik (pengajar di kelas), tapi pengganyang musuh di medan tempur. Pertanyaan-pertanyaan kritis pun tidak terjawab. Memang, sering teman-teman bertanya kritis dan unik, missal ketika PBB, ada aba-aba hadap kiri, hadap kanan, balik kanan. Nah, mengapa tidak ada balik kiri? Jawaban yang diperolehpun, “Ya instuksinya begitu, aturannya memang begitu.” Haduh, jawaban tentara betulan nih…

Pak Leo Wentuk sebagai Komandan Kelas sering juga berbagi kisah. Dan pernah dimarahi gara-gara si Brian “hormat” dengan “tidak hormat” kepada komandan senior. Beliau dianggap tidak bisa mendidik dengan benar. Kita memang diminta hormat ketika bertemu siapapun personel militer disana. Sampai pegel! Nah ceritanya, si Brian ini sewaktu kebetulan nelpon dengan HP ada komandan senior yang lewat, kontan reflek tangannya diangkat untuk hormat, tapi karena tangan kanannya sedang pegang HP, tangan kirinyalah yang hormat. Selamat sore pak! Ternyata bagi sang komandan itu penghinaan besar!

Bongkar Pasang Senapan SS 1

Materi yang juga menarik adalah mengenai persenjataan. Yang dibahas adalah teori dan kemudian praktek menggunakan Senapan SS1. Sayangnya tidak menembak, karena tidak masuk dalam kontrak kegiatan. Kalaupun ada, biasanya 1 orang menembak 10x dengan biaya 1 peluru Rp 10 ribu.

Senapan Serbu model 1 (SS1) adalah hasil produksi PT. Pindat senapan, modifikasi dari FNC (Fabric National Carebon), Belgia yang kemudian diproduksi di Indonesia dan menjadi standar senjata AD di Indonesia.

Sifat-sifat senjata SS 1; Senjata SS1 menggunakan peluru dengan caliber 5,56 mm yang dibuat oleh PT PIndat dengan konstruksi FNC dengan komponen 100% dari Indonesia dengan beberapa perbaikan dan disesuaikan dengan postur TNI. Senjata ini bekerja secara otomatis yang dapat ditembakkan tunggal, rentetan tiga dan rentetan panjang. Ditinjau dari larasnya ada dua, yaitu laras panjang dan laras pendek.

***

Hari ketujuh, hari Ahad ada waktu longgar yang diberikan. Sorenya ba’da Asar kita bisa tidur selama 2 jam. Subhanallah.. Nikmatnya. Tak terasa dah 7 hari. Aku baru merasakan kalau waktu tidur, makan begitu berharga di saat kita dalam kesempitan, kesusahan dan keterbatasan. Padahal hari-hari biasa tidak terasa. Lewat begitu saja. Namun malamnya kita mendapat omelan dan teguran keras dari para pelatih. Yah, cari-cari kesalahan githu… kayak kita di PanSus OSPEK dulu. Untung aku nggak pernah mau jadi PanSus, karena emang nggak dipilih. Nggak mbakat marah-marah..:) [zh09]… (bersambung)

_____


Tulisan terkait “Serial Bela Negara” :

01 Bela Negara di Rindam Jaya
02 Badai Pasti Berlalu, Hari-hari awal di Rindam Jaya
03 Jaket Kulit
04 Tanggung Jawab Komandan
05 Hari-hari Mulai “Biasa”
06 Ciampea

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on April 14, 2010 in Activity

 

Tags: , , , , , ,

2 responses to “Jaket Kulit

  1. Dyat

    April 17, 2010 at 05:47

    wah apik nif. salut.. ak aja udah lupa sama detail2 kegiatan disana tapi jadi inget lagi masa2 menyenangkan itu.. hehe ayo nif lengkapi ceritanya…apik banget……..biar ak dan temen2 inget lagi masa2 itu… hehehe

    Like

     
  2. Dyat

    April 17, 2010 at 05:53

    foto yg ak bawa senapan malah ak g punya tu…..

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: