RSS

Badai Pasti Berlalu

13 Apr

Hari-hari awal yang melelahkan (bagian ke-2 dari 6 tulisan)

“Percaya pada kemampuan sendiri, pantang menyerah dan ikhlas dalam menjalankan kewajiban” (Panglima Besar Jenderal Soedirman)

Selayaknya pesan hidup, beberapa slogan, nasihat penyemangat dapat dengan mudah kita jumpai di sekitar Rindam Jaya. Ada Slogan “NKRI Harga Mati” yang terpampang jelas di atas atap gedung, dan juga nasihat dan kata-kata Jenderal Soedirman. Masuk Rindam Jaya memang serasa kamp militer karena ini merupakan resimen induk. Tahun 2006 diresmikan juga Rindam Jaya di Gunung Bunder dengan fasilitas latihan lebih komplit. Beberapa rumah dinas di sekitar lokasi Rindam Jaya Condet Jaktim juga dapat dengan mudah kita temui. Bangunannya juga kuno, panas dan standar sebagaimana bangunan lama warisan Belanda.

Teman-teman yang dilatih bersama ada 24 orang yang merupakan karyawan baru perusahaan. Dan semua memang belum pernah masuk Rindam, apalagi kita yang selama ini olahraga saja jarang. Ini betul-betul gemblengan yang mau tidak mau dilakukan untuk membekali kita yang dikerjaan nanti dirasa perlu pengetahuan itu.

Lucu-lucu memang melihat teman-teman saat itu. Semua terlihat watak aslinya. Apalagi di bawah tekanan. Ada yang mengeluh terus, bagai orang paling malang. Ada juga yang nyantai. Karena yakin, sekejam-kejamnya latihan tidak akan sekejam latihan yang dilakukan oleh tentara asli. Dan tidak ada kekerasan fisik. Paling-paling cuma “dijenggung” atau didorong kepalanya gara-garanya salah-salah terus sewaktu memberi komando ketika apel pagi maupun malam.

Jam Efektif

Pagi-pagi sebelum jam 04.00 pagi kita sudah bangun. Kegiatan pagi senam sekitar setengah jam. Yang dikomandani secara bergantian oleh teman-teman. Sebelum subuh istirahat 5-10 menit dan habis Subuh baru bisa mandi. Pukul 06.30 sudah harus sarapan pagi. Kemudian disusul apel pagi dan diikuti kegiatan efektif sesuai jadwal. Malam harinya pukul 22.00 baru dilakukan apel malam sebagai penutupan kegiatan di hari itu. Kegiatan ini rutin kita lakukan selama di RIndam.

Ada 5 jam waktu istirahat, tapi faktanya kita tidur hanya 2-3 jam saja. Selebihnya tidur curi-curi kesempatan sewaktu sesi materi di kelas. Ya gimana lagi, sehabis apel malam biasanya kalo mau tidur lebih nyenyak masih harus mandi, mencuci pakaian, mengerjakan tugas, mengobati luka-luka kaki yang lecet, dll.

Aku sendiri dan juga Dinno berganti sepatu sampai 3 kali selama di Rindam. Teman-teman yang lain hanya dua kali. Entah karena kualitasnya yang jelek atau karena salah penggunaan. Yang jelas memang sepatu yang diberikan bukan kualitas yang pertama, the best. Sedangkan Dyat, memilih memakai sepatu sendiri kiriman dari Jogja. Ukuran kakinya yang super duper yammi, yaitu 46 membuatnya harus mengeluarkan kocek sendiri membeli sepatu.

Hari Pertama, Wah Kaget!

Hari pertama hal-hal aneh sudah kita alami. Mulai dari Mandi, di kamp tentara ternyata kamar mandinya ada yang memanjang. Dan kebanyakan tentara lain dan juga beberapa teman mandi disitu. Idih… Aku sangat risih dan akhirnya milih agak repot, cari ember dan mandi di kamar mandi yang lebih kecil kapasitas 1 orang, tertutup! Dan beberapa teman yang sama-sama risih memilih pake caraku juga. Memang inilah tantangan di tentara, beberapa hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islami harus dibenahi, misalnya tentang aurat.

Latihan hari pertama ini sangat keras. Sampai di luar batas. Yang jelas haus banget. Setetes air sangat berharga. Habis test kesehatan kita dikumpulkan di aula, kebetulan ada juga ratusan adik2 lulusan SMA-SMK yang di Rindam dengan bendera United Tractor Astra, mereka hanya 10 hari disini. Aula sangat panas, sampai keringat mengucur. Habis di aula, kita dijemur di lapangan halang rintang (HR) dan makan nasi campur. Nasi yang lauknya, sayur, pisang, ikan, tahu, ayam dan semuanya dicampur. Rasanya neg. semua mengicipi makanan dengan digeser sesuai komando pelatih. Terus digeser dan dimakan sampai habis. Gado-gado ra nggenah. Jelas kalo dijual nggak akan laku. Lha makanan perut kok untuk mulut?

Ada adegan menarik dimana semua peserta setelah makan diberi minum satu gelas saja dari ember besar dan harus diminum di tempat. Ternyata ada salah satu peserta nakal dan mengisi wadah minum yang dibawa dengan full air. Padahal instruksinya jelas, tempat air kita wajib kosong. Salah satu pelatih yang mengawasi pengambilan air minum melapor ke pelatih yang lain. Ketika ditanya, kami yang berjumlah ratusan karena gabungan dengan anak-anak UT (United Traktor) diminta mengaku. Karena tidak ada yang mengaku, wadah air disuruh untuk diangkat dan dibuka. Dan ternyata benar, salah satu peserta ada yang wadah minumnya mengeluarkan air. Melongo dia! Kena deh!

saat menginspeksi pasukanAdegan di atas kebalikan dari serial Band of Brothers (Currahee) yang justru wadah minum yang harus berisi penuh dia malah meminumnya. Christenson nama sang prajurit itu dianggap melanggar perintah langsung. Akhirnya ia diminta mengulang perjalanan malamnya sejauh 12 mil, sendiri! Latihan keras yang hanya diberlakukan pada easy company batalyon 506. Kapten Sobel yang menyebalkan 🙂

Setelah itu pemanasan (lebih tepatnya pemanggangan) selama 2 jam dibawah terik matahari yang amat sangat. Disuruh jongkok, berdiri, merangkak, berguling, merayap, ngesot (bukan suster ngesot, tapi tentara ngesot) dan gerakan senam yang dilakukan di lapangan tembak, lapangan yang ada di bagian bawah Rindam di dekat sungai Ciliwung. Mata ini sampai berkunang-kunang. Duh kapok! Setelah itu diminta lari –jalan biasa dan juga jalan jongkok ke bagian halang rintang sekitar 2 km jaraknya dari lapangan tembak tadi dan diminta berenang di limbah berbau yang dikenal dengan HR 20. Semua harus menyelam, dari rambut sampai kaki harus full basah. Wuiih… harus mandi super bersih ketika mau sholat Asar. Padahal sudah menunjukkan pukul 16.30 WIBB. Malamnya walau pakaian kita sudah dicuci dengan deterjen 3 kali, baunya masih saja menyengat. Malam itu, kerja keras nyuci-nyuci sampai bersih.

Kami (Aku, Dinno, Rakhman, Dyat, Fajar, dll) ngobrol dan membayangkan. Gimana jadinya 20 hari kedepan. Hari pertama saja badan terasa hancur begini. Kaki sudah lecet-lecet. Kedua kaki pegal luar biasa. Bagaimana nasib kami esok? Duh..duh… tidur pun dengan H2C, Harap-harap cemas.

Berikutnya terasa lebih ringan

Hari kedua, setelah jam 07.00 apel pagi dan sesi kelas, jam 09.00 ada JAS – Senam pagi militer selama 3 jam. Lelah memang, tapi sehat ^_^. Habis Dhuhur, tiba-tiba kami diminta melepas baju (nah, kalau yang putri tetap pakaian lengkap). Dengan hanya bercelana panjang dan bersepatu kami diminta keliling camp barak 3 kali. Wah, panas banget, keringatpun bercucuran. Habis itu masih ada sesi pelemasan dengan senam. Juga push up dan sit up dengan dada menempel di aspal! Baru kemudian dibolehkan makan siang dengan keringat masih bercucuran. Sopnya pun bertambah kuahnya :mrgreen:.

Setelah itu diteruskan teori TUS (Tatacara Upacara Sipil) yang disampaikan oleh komandan Ujang. Kalo kali ini nyantai. Pak Ujang ini walau tampak serem, mudah diajak ngobrol dan kompromi. Jiwa bisnisnya juga hidup. Tapi Asarnya lagi-lagi dilatih LBB dengan bertelanjang dada oleh pak Leo Wentuk.

Hari pertama ternyata memang dikondisikan begitu. Dibuat hancur lebur. Hari kedua tidak terlalu, lebih mendingan. Jadi mental kita diuji dengan kelelahan fisik. Namun ternyata, hari-hari berikutnya kita enjoy. Bisa lebih mudah menikmati semua proses. Rasa senang dan nyaman mengikuti semua proses pun bisa kita ambil, terutama sesi kelas. Beberapa teman memanfaatkannya untuk tidur karena ruangan ber-AC, hihihi :p.

Di kepala kami saat itu, yang terngiang adalah tinggal 19 hari lagi… waktu yang diharapkan segera berlalu. Disinilah waktu demi waktu itu sebenarnya terasa. Benar-benar terasa lama kalau kita dalam “perjuangan”, posisi menanti dan mengharapkan. Jadi lebih sadar bahwa waktu itu berharga. Mengingatkan kami atas waktu yang selalu melenakan. [zh09]… (bersambung)


Sesi olahraga sore untuk refreshing, Medcoagro vs UT Astra

Pagi, sebelum membersihkan ruang barak. semua harus rapi, termasuk lipatan baju dalam lemari


bersama para komandan dan pelatih yang ramah-ramah.. beda dengan pelatih JAS ^_^



sebelum sesi renang


ini HR di depan barak kami yang pertama, barak Cut Nyak Dien


Selamat Datang di Rindam Jaya

_____


Tulisan terkait “Serial Bela Negara” :

SERIAL BELA NEGARA
01
Bela Negara di Rindam Jaya
02 Badai Pasti Berlalu, Hari-hari awal di Rindam Jaya
03 Jaket Kulit
04 Tanggung Jawab Komandan
05 Hari-hari Mulai “Biasa”
06 Ciampea

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on April 13, 2010 in Activity

 

Tags: , , , , ,

One response to “Badai Pasti Berlalu

  1. Pertumbuhan Anak

    December 28, 2015 at 09:53

    Badai pasti berlalu, setelah gelap terbitlah terang ,,,,

    Liked by 1 person

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: