RSS

Miliki Amal-amal Rahasia

10 Apr

Pernahkah kita menjumpai orang-orang asing yang terpuji di sisi Allah dan hidupnya begitu bahagia? Asing karena jumlah mereka pasti lebih sedikit di tengah manusia yang banyak. Sehingga karena kesedikitan jumlah meraka itu, mereka disebut dengan ghuroba, orang-orang asing. Nabi SAW bersabda, “Beruntunglah orang-orang asing.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah siapakah orang-orang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang bertambah (iman dan takwanya) selagi manusia berkurang (iman dan takwanya). “(HR. Ahmad)

Ketakwaan mereka selalu bertambah dengan amal-amal shalih yang mereka pertahankan di tengah arus yang berlawanan. Di sanalah sebenarnya rahasia kebesaran dan kemuliaan mereka. Hampir serupa dengan keadaan ikan yang berada di tengah air yang mengalir dan arusnya kuat. Ikan-ikan itu akan semakin kuat dan besar karena terbiasa melawan arus.

Begitulah jiwa orang-orang yang tetap kuat bertahan melawan keadaan yang semakin bebas melabrak nilai dan norma agama dan kemanusiaan. Dan, mereka itu sedikit. Karenanya, besar sekali kemungkinan kita tidak mengenal mereka. Mereka sangat tergugah sekali dengan sabda Nabi: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, yang kaya (mencukupkan apa adanya), dan yang beribadah secara khafi (sembunyi-sembunyi)” (HR Muslim dalam Az Zuhd).

Hasan Al Bashri berkata, “Orang mukmin di dunia seperti orang asing. Kehinaannya tidak mengundang kesedihan, kemuliaannya tidak perlu disaingi. Manusia dalam satu keadaan dan dia dalam keadaaan yang lain. Manusia tidak khawatir terhadap dirinya, sementara ia dalam kepayahan.”

Seperti juga sikap Ali bin Husain yang memanggul karung berisi gandum di atas pundaknya pada malam hari, yang dibagi-bagikannya pada malam hari yang dibagi-bagikannya kepada orang-orang miskin dalam kegelapan. Ia juga berujar: “Sedekah pada malam yang pekat memadamkan kemurkaan Allah.”

Muhammad bin Ishaq bercerita: “Pada suatu masa, penduduk Madinah biasa menerima kiriman makanan yang cukup. Namun mereka tidak tahu darimana sumbernya. Tatkala Ali bin Husain meninggal, bantuan makanan itu pun terhenti. Rupanya Ali bin Husain lah yang membawanya pada malam hari. Amr bin Tsabit bertutur. “Ketika Ali bin Husain meninggal, mereka mendapati bekas di punggungnya karena memikul karung pada malam hari ke rumah-rumah para janda. Bayangkanlah, ketika hanya bekas hitam di punggungnya lah yang berbicara bahwa dialah orang yang selama ini rajin membawakan para penduduk kota Madinah yang janda dan miskin. Hanya bekas hitam.

Memiliki amal rahasia itulah inti pesan yang tetap penting kita tangkap. Bukan berarti semua amal harus sembunyi-sembunyi tanpa publikasi dan diketahui orang. Mendeklarasikan sikap-sikap Islam di hadapan orang lain tetap perlu, terlebih pada saat arus keburukan semakin menggelombang sementara arus kebaikan masih sangat kecil.

Anjuran untuk beribadah secara sembunyi-sembunyi ini bukan hanya menyangkut sedekah, tetapi juga dalam banyak ibadah lainnya, seperti shalat, puasa, menangis, berdoa, membaca Al Qur’an dan lainnya. Mereka tentu mungkin sekali tidak diperhitungkan sebagai orang-orang hebat dikala mereka masih hidup. Mungkin sekali mereka tidak dimasukkan dalam list orang-orang yang mendapat penghargaan karena kebaikan dan keistimewaan dari mereka , yaitu penghargaan dunia. (Tarbawi 101)

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on April 10, 2010 in umum

 

Tags: , , , ,

3 responses to “Miliki Amal-amal Rahasia

  1. kamarul arief

    April 12, 2010 at 03:44

    orang-orang asing yang beramal diam-diam atau sembunyi-sembunyi adalah orang-orang makrifat yang telah berjumpa dengan Allah, bertajali dengan Cahaya diatas cahaya Allah. Semoga kita tergolong orang-orang asing yang sedikit jumlahnya tersebut.

    Like

     
  2. Rudi

    April 13, 2010 at 11:14

    saya coba ikuti saran artikel di atas.

    Like

     
  3. zainuri

    April 14, 2010 at 01:09

    mas Rudi mau angkut-angkut ngasih sembako ke penduduk juga? wah… hebat.. ^_^

    ya, mari masing-masing dari kita punya “senjata pamungkas” yang bisa meningkatkan derajat kita dihadapanNYA.

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: