RSS

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika

29 Sep

klik link web resminya Balitjestro

jeruk balitjestro

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu, Jawa Timur. Posisi Balitjestro berada pada 4 km dari Kota Batu dan pada ketinggian tempat ± 950 m di atas permukaan laut. Berdasarkan Surat Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 13/Permentan/OT.140/3/2006 Loka Penelitian Jeruk dan Hortikultura Subtropik mengalami peningkatan eselonisasi dari Eselon IV ke Eselon III dengan nama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro).

Balitjestro adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) penelitian dan pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.

TUGAS POKOK

Melaksanakan kegiatan penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika seperti apel, anggur, lengkeng, stawbery dan buah subtropika lain. Komoditas Mandat Balitjestro adalah komoditas prioritas : jeruk, apel dan anggur dan komoditas prospektif: lengkeng.

FUNGSI

  1. Penelitian genetika, pemuliaan, perbenihan tanaman jeruk dan buah subtropika.
  2. Penelitian eksplorasi, konservasi, karakterisasi dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman jeruk dan buah subtropika.
  3. Penelitian agronomi, morfologi, fisiologi, ekologi, entomologi dan fitopatologi tanaman jeruk dan buah subtropika.
  4. Penelitian komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis tanaman jeruk dan buah subtropika.
  5. Pelayanan teknik kegiatan penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika.
  6. Penyiapan kerjasama, informasi, dokumentasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika.

VISI dari BALITJESTRO

adalah : “Menjadi sumber informasi inovasi teknologi penghela kemajuan agribisnis jeruk dan buah subtropika menembus batas nasional”. Sedangkan

FUNGSI BALITJESTRO

adalah :

  • Pelaksanaan penyusunan program, rencana kerja, anggaran, evaluasi dan laporan penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika;
  • Pelaksanaan penelitian genetika, pemuliaan, perbenihan tanaman jeruk dan buah subtropika;
  • Pelaksanaan penelitian eksplorasi, konservasi, karakterisasi dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman jeruk dan buah subtropika;
  • Pelaksanaan penelitian agronomi, morfologi, fisiologi, ekologi, entomologi dan fitopatologi tanaman jeruk dan buah subtropika;
  • Pelaksanaan penelitian komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis tanaman jeruk dan buah subtropika;
  • Pelaksanaan penelitian penanganan hasil tanaman jeruk dan buah subtropika;
  • Pemberian pelayanan teknis penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika;
  • Penyiapan kerja sama, informasi dan dokumentasi serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika;
  • Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, rumah tangga dan perlengkapan Balitjestro.

 

ARAH DAN STRATEGI PENELITIAN

Strategi penelitian Balitjestro dituangkan dalam Rencana Stratejik sebagai landasan, arah dan pedoman bagi semua unsur internal dalam melaksanakan kegiatan selama 5 tahun ke depan dan mengacu pada Renstra Badan Litbang dan Renstra Puslitbang Hortikultura. Sasaran penelitian adalah mampu menciptakan dan menghasilkan inovasi teknologi terpadu yang dibutuhkan saat ini serta menciptakan trendsetter inovasi teknologi. Renstra Balitjestro memuat program-program penelitian: (1) Pengkayaan, pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian sumber genetik hortikultura; (2) Penelitian pemuliaan, perbaikan sistem produksi dan teknologi ekonomi jeruk; (3) Penelitian dan pengembangan komoditas buah subtropika prospektif jangka panjang (Demand Driving); (4) Pengembangan kapasitas benih sumber jeruk dan buah subtropika; (5) Pengembangan model agribisnis terintegrasi secara vertikal untuk komoditas dan produk pertanian bernilai komersial tinggi; (6) Kaji tindak penanganan permasalahan mendesak serta kasus-kasus darurat nasional dan daerah; dan (7) Pengembangan sistem informasi, komunikasi, diseminasi dan umpan balik inovasi pertanian.

foto dan poster :koleksi Balitjestro

LAYANAN TEKNOLOGI

  • Pembersihan pohon induk jeruk varietas unggul dari patogen sistemik.
  • Indeksing patogen sistemik pada Blok Fondasi dan contoh dari lapang
  • Penyiapan tenaga terampil pengelolaan benih dan kebun jeruk bebas penyakit.
  • Penyediaan benih penjenis dan komersial jeruk, apel, anggur, apokat, mangga dan buah subtropik lainnya.
  • Jaringan Informasi Inovasi Teknologi Jeruk (JIITJ) website : balitjestro.litbang.deptan.go.id
  • Magang

foto dan poster :koleksi Balitjestro

KERJASAMA PENELITIAN

Balitjestro menawarkan dan siap melakukan kerjasama penelitian dengan mitra pengusaha, kelompok tani, pemerintah propinsi maupun kabupaten, perguruan tinggi, balai penelitian / pengkajian lembaga penelitian internasional, organisasi profesi, dan produsen sarana produksi serta pihak lain yang berminat.

alamat : Jl. Raya Tlekung No. 1 Junrejo, Kota Batu 65301 Telp (0341) 592683, Jawa Timur, INDONESIA

Balitjestro1

Advertisements
 
45 Comments

Posted by on September 29, 2009 in umum

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

45 responses to “Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika

  1. aLfan

    November 27, 2009 at 06:40

    kEmbangkan terus ya pertanian d kota batu ini, khususnya di daerah tlekung….

    tOlong di adakan juga pelatihan terhadap petani yang ada di daerah tersebut….. biar ada gunanya peneliatian yang dilakukan….

    trims….

    Like

     
  2. Sunu Wibirama

    December 29, 2009 at 08:00

    Melihat banyaknya varian hasil pertanian negara kita….merinding juga. Semoga kelak kita bisa percaya diri menghidupi negeri sendiri dari hasil tanah kita, insya Allah.

    Like

     
    • hanif

      January 7, 2010 at 09:19

      Aamiin. iya, kita juga sedang berbenah. masih banyak memang yang harus dibenahi.

      Like

       
  3. santo

    January 7, 2010 at 06:10

    Halo, saya tertarik dengan ruby seedless yang dipublikasikan balitjestro.
    Saya pernah menghubungi pak Hadi dan pak Agus di Tlekung.
    terutama pak Agus, Beliau memberi informasi, balitjestro masih ragu dengan keaslian bibit ruby seedlessnya.
    pendapat saya, mungkin diperlukan hormon giberelin baru bisa mirip bentuk dan ukurannya dengan ruby seedless yang ada di pasaran. atau itu adalah jenis flame seedless?
    apakah zainuri menjual bibit2 anggur tersebut?
    berapa harganya?
    apakah ada jenis2 seedless lainnya yang bisa saya beli?
    Terima kasih banyak,
    Santo

    Like

     
    • hanif

      January 7, 2010 at 09:17

      untuk pembelian di tempat kita semua harus lewat koperasi pak… jadi silahkan menghubungi koperasi Balitjestro. untuk ruby seedless nanti kita tanyakan dulu kepada peneliti yang bersangkutan. terima kasih.

      Like

       
      • santo

        January 8, 2010 at 04:57

        Pak Hanif, boleh minta informasi no telp atau email personel bagian koperasi yang bisa dihubungi, Trims.
        Santo

        _____

        silahkan hub. Ketua Koperasi Bapak Sutopo

        Jl. Raya Tlekung No. 1 Junrejo, PO. Box 22 Kota Batu. Jawa Timur 65301.
        Telp. 0341 592683. Fax. 0341 593047
        HP. 081233440678 – 085649664488,
        email : opotus09@yahoo.co.id

        Like

         
    • anis

      January 11, 2010 at 03:22

      ruby seedless di koleksi kami belum bisa diperjualbelikan. jenis anggur seedless yang sudah dilepas menteri Pertanian dan bisa diperjualbelikan yaitu Jestro Ag60. Anggur ini hitam dan manis, tapi ukuran buahnya tidak besar. Balitjestro tidak menjual langsung bibit dan buahnya tetapi melalui koperasi citrus

      anis
      balitjestro

      Like

       
      • hanif

        January 11, 2010 at 05:35

        ini sudah dijawab sama mbak Anis, penelitinya langsung… matur nuwun mbak Anis. ohya, semua lewat koperasi. Koperasi Citrus. nomornya nomor kantor seperti tertera dalam uraian di atas.

        Like

         
  4. santo

    January 12, 2010 at 07:33

    Terima kasih Hanif dan Mbak Anis utk infonya.

    Like

     
  5. santo

    January 12, 2010 at 07:51

    Usul untuk Balitjestro:

    Segera keluarkan bibit unggul untuk anggur meja dengan buah besar dan manis dan seedless untuk menyaingi anggur import.
    Sepengetahuan saya, anggur yang dikeluarkan / dipublikasikan yang berbuah kecil2 dan merupakan anggur yang berfungsi untuk wine atau campuran saja.
    Di Indonesia, anggur bisa berbuah 2 – 3 kali setahun, seharusnya bisa mengisi pasar domestik dan internasional.
    Bukankah lebih baik dengan segenap sumber daya yang terpakai, para petani diarahkan untuk menanam anggur meja seedless daripada anggur kecil2 yang tidak bisa menyaingi anggur import misalnya red globe atau thompson seedless?

    Trims,
    Santo

    Like

     
    • hanif

      January 12, 2010 at 09:22

      Siip. itu juga yang diinginkan para penelitinya pak. Prinsipnya semua kalau sudah betul-betul aman dan sesuai harapan akan dilepaskan ke publik. sementara ini koleksi yang ada masih dalam tahap penelitian dan pematangan.

      Like

       
  6. santo

    January 13, 2010 at 05:52

    Hanif dan Mbak Anis,

    Saya suka mencari pedigree / silsilah dari suatu varietas anggur.

    1. Mengenai varietas Jestro AG60.
    Apakah:
    AG60 = BS 60 = MS 23-7 = Nama synonym dari Marroo Seedless?

    2. Dari varietas apakah kediri kuning / Belgie itu ?

    Trims,
    santo

    Like

     
    • anis

      January 18, 2010 at 07:40

      Kami mendapatkan anggur tersebut memang dari Australia dan dari data yang kami dapat hanya dengan nama MS 23-7, Dari ciri-cirinya kemungkinan besar itu memang varietas Marroo Seedless. Permasalahannya adalah anggur tersebut buahnya tidak terlalu besar. Apalagi jika tanpa perlakuan hormon giberelin. Perlu diketahui bahwa anggur ini karakter tanaman dan buahnya banyak dipengaruhi oleh lingkungan.
      Sekalian menjawab pernyataan saudara pada tanggal 12 Januari 2010, Sebenarnya varietas2 yang sudah dilepas yang selama ini dianggap buahnya kecil2 tidak mampu menyaingi anggur impor masih memiliki potensi untuk diperbesar buahnya tanpa mengubah secara genetik.
      Pada dasarnya, anggur dapat diperbesar buahnya dengan cara mengurangi buah per tandan saat berukuran sebesar kedelai dan jagung sampai dengan 50-60%. Selain itu penggunaan hormon giberelin sebelum bunga mekar dan sesudah bunga mekar berpotensi untuk membentuk buah seedless dan besar. Sementara ini kami belum menemukan dosis yang tepat dan ekonomis untuk petani.
      Permasalahan di lapang tak semudah yang kita bayangkan. Misalnya saja, kadang2 petani merasa sayang untuk membuang butiran anggur dan penjarangan buah ini memerlukan tenaga dan biaya yang banyak. Penggunaan giberelin juga membutuhkan biaya tambahan yang besar. Perlu diketahui, iklim kita juga tidak sama dengan iklim di daerah subtropis. Memang kita bisa mebuahkan 2-3 kali dalam setahun tetapi bagaimanapun anggur akan berproduksi bagus dan memiliki rasa yang lebih manis saat dibuahkan di musim kemarau. ketika musim hujan, serangan penyakit banyak terjadi pada pertanaman anggur dan karena pertanaman anggur kita tidak mengalami fase istirahat seperti di daerah subtropis (musim dingin) siklus penyakit tidak mati juga.
      Varietas Kediri Kuning atau Belgie kami koleksi dari Diperta Probolinggo tahun 1991. berdasarkan informasi, anggur tersebut di dapatkan dari Kediri. Kami tidak mendapatkan nama aslinya. Hanya saja, berdasarkan ciri2nya anggur ini merupakan anggur jenis muscat.
      demikian penjelasan saya, mohon maaf jika banyak kekurangan..

      Like

       
  7. NuRuDin

    January 15, 2010 at 04:09

    ayo majukan Buah Nusantara. Indonesia pasti bisa. kekayaan alamnya sungguh luar biasa. Sudah baik gagasan 66 Kawasan Hortikultura termasuk buah. semoga berhasil. Pengalaman kami, teknologi sudah bagus, tapi perlu waktu dan usaha keras untuk mentransformasikannya ke patani.

    Buah kita, terutama jeruk harus dibangkitkan! jangan kalah sama jeruk impor, Cina terutama. Sukses! semangat buat Balitjestro dan smuanya!

    Like

     
  8. santo

    January 18, 2010 at 07:00

    Barangkali ini bisa menjadi contoh keseriusan, keuletan, kecekatan dan kesigapan negara sebelah dalam menghadapi persaingan perdagangan internasional.
    Silahkan cek di alamat di bawah ini:

    http://almizan.wordpress.com/2009/10/04/anggur-sendayan/

    Like

     
  9. santo

    January 27, 2010 at 05:19

    Terima kasih sekali untuk penjelasan dari Mbak Anis. Dari informasi2 di internet, negara-negara produsen anggur meja memang pasti menggunakan giberrelin, ethrel, dan bahan-bahan serta tehnik2 yang mereka rahasiakan sebagai persaingan perdagangan.
    Site yang saya suka kunjungi untuk informasi anggur adalah
    1. http://www.vivc.bafz.de
    2. http://www.ngr.ucdavis.edu
    3. www. ars-grin.gov

    Like

     
  10. santo

    January 27, 2010 at 06:19

    Mbak Anis, penjelasan di artikel balitjestro tentang Ag86 agak membingungkan.

    Saya baru mendapatkan bahwa Ag60 itu = Moscato d’Adda.

    moscata d’adda = DVIT2109.

    Please check:
    http://www.ars-grin.gov/cgi-bin/npgs/acc/display.pl?1018283
    dan
    http://www.vivc.bafz.de/index.php

    jadi AG60 itu = Muscato d’Adda, bukan Marroo seedless ya?

    Trims.
    Santo

    Like

     
    • anis

      February 5, 2010 at 08:27

      jestro Ag60 itu bukan Muscato d’ Adda. muscato D’Adda adalah nama varietas aslinya, kemudian dilepas karena sudah lama beradaptasi di Indonesia dengan nama Jestro Ag86.

      Like

       
  11. santo

    February 8, 2010 at 07:34

    Buah Ag86 berwarna hijau, sedangkan berdasarkan web peneliti dan kolektor anggur amerika dan jerman, ars-grin.gov dan vivc.bafz.de, buah moscato d’adda itu berwarna hitam.
    sorry nih, bukan bermaksud mementahkan fakta yang ada, adalah hal yang lumrah ada kekeliruan mengingat begitu banyaknya jenis anggur di dunia yang harus dipetakan.
    Trims.
    Santo.

    Like

     
  12. eko m nurcahyo

    April 27, 2010 at 15:31

    Saya mempunyai tanaman anggur red globe, berasal dari biji. Umur tanaman sekitar tiga tahun. Jika ada yang berminat mengembangkan, bisa menghubungi saya.

    Like

     
  13. irtopik

    May 18, 2010 at 07:20

    ffffffffffffff

    Like

     
  14. zaenal

    May 18, 2010 at 07:24

    mas eko nur cahyo, red globe nya dah buah belum? minta alamat lengkap dan no Hp nya dong…..

    Like

     
  15. Yani BYHQ

    August 18, 2010 at 13:16

    Maju Terus BALITJESTRO, BATU MALANG ….

    Like

     
  16. wirajuan

    August 27, 2010 at 23:31

    mas hanif boleh minta nomornya mbak dina mariana,krn saya butuh refrensi tentang penelitian beliau ketika di UGM. plz

    ______

    sudah, dibuka emailnya nggih…

    Like

     
  17. Budhi Kresnawan

    October 10, 2010 at 12:11

    Mohon informasinya untuk tanaman anggur yang cocok untuk iklim di sekitar Jember- Jawa Timur, lebih lengkapnya di daerah Balung Tutul.

    Like

     
  18. Linda

    April 1, 2011 at 23:04

    Buat apa Balijestro banyak2 mempunyai koleksi anggur kalo toh,. ndak bisa dijual bibitnya !! Harusnya berikan dong .. ke petani atau ke siapa saja yang ingin mengembangkannya dan terangkan kepada mereka kekurangan dan kelebihannya walaupun Balijestro sampai detik ini belum melepasnya sebagai varitas unggul nasional hanya karena menurut Balijestro dan para peneliti, anggur2 belum dapat beradaptasi di Indonesia dan hanya beberapa saja yang dilepas, seperti cardinal dll

    Cari dong alternatif .. jangan cuma teksbook doang !! anggur2 cane prune kalo dipangkas dengan spur pruning sampai kapan juga ndak akan menghasilkan panen yang tinggi.

    Apakah mau sampai pada mati lagi tuh benih2 anggurnya..dulu koleksi banjar sari ada kira2 89 jenis anggur kurang lebih, tapi apa yang terjadi kemudian …hampir 55 % mati semua, karena ndak diurus dengan baik. khan sayang plasma nutfah hilang begitu saja..coba diberikan ke petani/hobis setidaknya plsma nutfah kita masih tetap ada.

    Saran saya belajar dari pengalaman deh…

    Like

     
  19. cahyo

    April 2, 2011 at 03:38

    Saya prihatin dengan kemajuan anggur di negara kita. Balitjestro seharusnya lebih banyak memiliki plasma nutfah, sehingga dapat dikawin silangkan mencari bibit terbaik.Tetapi dalam prakteknya BALITJESTRO hanya memelihara bibit yang sudah ada dan menganalisanya tanpa melakukan penelitian tanaman anggur hibrida/kawin silang. Saya pernah memesan bibit prabu bestari lewat eproduk , sampai 3 bulan saja pesanan belum dapat. Akhirnya saya pesanan saya batalkan dan beli bibit di tempat lain yang sekarang sudah tumbuh.
    Mungkin kata P SBY di media “sampai lebaran kuda Indonesia tidak akan maju-maju kalau caranya begini”. Saya salut pada blog thomas grape yang berusaha mencari anggur-anggur terbaik di Jepang. Semoga bisa beradaptasi di Indonesia dan menjadi sumber plasma nutfah bagi petani anggur Indonesia.

    Like

     
  20. Linda

    April 2, 2011 at 22:46

    Anggur2 varitas terbaik di jepang dulunya banyak dimiliki oleh Balijestro , tetapi pada MATI…

    Masa ada yang mau beli ruby seedees kok ndak boleh, ?? Kenapa ?? mau tunggu dilepas jadi Varitas Unggul Nasional dulu ?? Kalo begitu masalahnya , TUNGGU SAMPAI LEBARAN KUDA ya….

    Wong buah Introduksi kok dibuat jadi varitas unggul Nasional !! Malu dong ..sama yang punya varitasnya yakni Australia. Yang layak jadi varitas unggul nasional itu.. yang buahnya asli dari Indonesia.

    Like

     
  21. emi

    April 6, 2011 at 15:03

    permasalahan buah subtropika (apel, anggur dan stroberi) yang adaptasi di lingkungan tropika Indonesia banyak mengalami kendala di serangan hama dan penyakit, sehingga untuk mengeluarkan bibitnya perlu sertifikasi dari BPSB, sedangkan di anggur bibitnya masih belum berlabel dan BPSB hanya bisa mengeluarkan keterangan mutu, lain halnya di bibit jeruk sudah berlabel bebas penyakit, sehingga lebih leluasa distribusinya keseluruh wilayah indonesia.

    Dan kalau menginginkan bibit anggur varietas unggul, ada7 varietas yang sudah dilepas oleh Mentan : Probolinggo biru, Bali, Kediri Kuning, Probolinggo Super, Prabu Bestari, Jestro Ag86 dan Jestro Ag60, silahkan datang ke Balitjestro. Pada dasarnya kami tim anggur bergembira dengan pengembangan anggur, terurama pada daerah daerah sentra produksi, mengingat peluangnya masih besar asalkan diikuti dengan pemeliharaan yang intensif


    Emi Budiyati
    Peneliti, Balitjestro

    Like

     
  22. susilo wardoyo

    April 9, 2011 at 21:00

    Pak bisa nggak buatkan silangan jeruk jc sama tangerin atau saya ingin bibit sweat lemon apa sudah ada stoknya pak dan berapa harga per bibit rencana tanam sekitar feb 2012 sekitar 600 btng jika ada tolong hub 082 139 176 500 trimakasih

    Like

     
  23. zainuri

    April 11, 2011 at 09:00

    untuk bibit bisa bapak buka website ini… http://kpricitrus.wordpress.com/
    dan hub bapak Sutopo, Ketua Koperasi KPRI Citrus…

    ada stock yang siap ambil juga.

    Like

     
  24. fifin

    September 19, 2011 at 14:16

    waah..saya benar2 takjub dg gambar buah anggurnya….saya pingiiinn tanem ni pak.dimana bs saya hubungi u pembelian bibitnya ya?

    Like

     
  25. zainuri

    September 21, 2011 at 05:37

    untuk pemesanan bibit seperti jawaban di atas bu fifin.
    untuk Anggur memang belum sebaik jeruk dalam menyediakannya dikarenakan belum ada sertifikat bibit bebas penyakit. jika memang ingin “minta” untuk oleh-oleh silahkan ke kantor dan hubungi bapak Basuki (teknisi anggur). Insya Allah ada beberapa untuk dibawa.

    Like

     
  26. momogi

    October 16, 2011 at 00:11

    nice info.

    Like

     
  27. arin

    April 26, 2012 at 10:12

    apakah ada peluang kerja di Balitjestro?

    Like

     
  28. zainuri

    May 6, 2012 at 20:40

    @ Arin, ada. tapi sekarang semua lewat pusat (Kementan Jakarta). Kalau kontrak tergantung kebutuhan, tidak setiap tahun membuka.

    Like

     
  29. gege

    July 27, 2012 at 09:35

    Alhamdulillah, luar biasa sekali pertanian kita, semoga negara kita bisa memberikan dukungan terbaik, buah buahan salah satu ketahanan pangan, alangkah baiknya apabila dapat dukungan penuh dari pemerintah, baik dari pelatihan, penjualan, dan tidak ada lagi jalur jalur yang dapat menekan petani petani kita, saya sendiri di Pt. HERO Supermarket Tbk kesulitan memenuhi kebutuhan buah nusantara, omset penjualan buah nusantara sendiri hanya 23%, import 77%, sangat disayangkan potensi ini, saya sangat siap membantu dan turun kelapangan lagi, untuk mendukung buah nusantara

    Salam Semangat

    Note : jika ada kesempatan kita bersilaturohim 08176451773

    Like

     
  30. zainuri

    July 28, 2012 at 11:35

    pak gege. wah siip itu pak. kapan tu pernah main ke Hero di Sidoarjo sudah banyak mamfasilitasi buah stroberi Garut. Semoga terus berlanjut. Di sekitar sini (Dau – Kabupaten Malang), waktu panen raya kemarin petani jeruk Keprok Batu 55 mendapat harga yang cukup rendah, Rp 8000 saja dari seharusnya Rp 15.000. Padahal kualitas buahya cukup bagus. Beberapa bisa masuk pasar supermarket.

    Like

     
  31. agung setiawan

    October 10, 2012 at 09:36

    tolong infonya faktor2 yang memengaruhi produksi jeruk…. sama teori atau badan pnlitian mna yg mengatakan bhwa bibit sama pupuk berpengaruh sma produksi jeruk manis…mhon blasannya ada proposal penlitian sdg saya olah…tp sy cari bku tntg jeruk g dapat…di web jg tdk ad.mhn bntuannya

    Like

     
  32. agung setiawan

    October 10, 2012 at 09:37

    tolong infonya faktor2 yang memengaruhi produksi jeruk…. sama teori atau badan pnlitian mna yg mengatakan bhwa bibit sama pupuk berpengaruh sma produksi jeruk manis…mhon blasannya ada proposal penlitian sdg saya olah…tp sy cari bku tntg jeruk g dapat…di web jg tdk ad.mhn bntuannya :nangis:

    Like

     
  33. Teddy Widhi

    October 22, 2012 at 17:07

    Pak mohon info varietas alpukat koleksi KP tlekung, dan apakah juga menyediakan beberapa bibit alpukat, bila ada, jenis/varietas alpukat apa saja yang tersedia?

    Trimakasih

    Like

     
  34. SARAH

    March 11, 2014 at 16:12

    Sejarah berdirinya BPTJ dan Sub Tropica Kelengkeng itu bagaimana pak? mohon infonya. terimakasih..

    Like

     
  35. zainuri

    March 30, 2014 at 08:43

    @Agung, faktor yang mempengaruhi produksi jeruk banyak pak. mulai dari cara budidaya sampai pasca panennya. tinggal fokus yang dicari seperti apa? di luar itu masih ada kebijakan pemerintah yang meliputi impor buah jeruk, pengembangannya, dukungan subsidi, dll. Di sisi lain, Soliditas Organisasi Kelompok Tani bisa juga menjadi faktor penentu.

    Like

     
  36. ana yulia sari

    December 21, 2015 at 16:59

    assalamualaikum.bapak hanif saya tertarik sekali untuk belajar dengan bapak di balai jestro ini. Klo boleh tau, apa di balai ini bisa ditempati untuk pkl bapak?
    Bapak saya boleh mnta contact personnya yang nantinya dapat saya hubungi utk kelanjutannya.
    Terimakasih
    Wassalamualaikum

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: