RSS

Mengunjungi (lagi) SMA 1 yang Penuh Kenangan

24 Feb

guru sma 1 jogjaBeberapa waktu kita (Aku, Tyas dan Shofwan+istri) menyempatkan silaturrahmi ke SMA 1 Jogja, Sekolah kami tercinta. Berawal dari sebuah acara di Masjid Al Falah yang menyelenggarakan penggalangan dana Palestina se-Nopela (Nologaten, Tempel dan Ambarrukumo), sosok akrab dan besar itu (hehe), ternyata ikut juga dalam acara di masjid utara Ambarrukmo Plaza ini, dia adalah Shofwan yang datang dengan mas Fanni Pro U dan ayahnya, Pak Jazir. Segera saja kukabari akh Tyas yang ternyata langsung meluncur juga ke lokasi. Subhanallah, sigap juga nih anak. Singkat cerita, esok paginya kami berencana ke sekolah dan guru-guru untuk silaturrahim.

Sudah lama kami tidak menginjak sekolah ini. Sudah banyak pula perubahan yang terjadi, mulai kantin barat yang sudah menjadi tempat parkir motor, karena saking banyaknya siswa sekarang yang naik motor, gedung bahasa yang ditingkat di dekat lapangan basket dan ruang-ruang kelas yang sudah tidak sama lagi ketika kami masih menjadi siswa SMA dulu. Banyak yang sudah berubah!

Yang tidak kalah berubah juga adalah banyaknya bapak-ibu guru baru. Beberapa guru senior juga sudah pensiun, seperti pak Zar’an, pak Wasis, bu Datun, pak Narlan yang masih diperbantukan, dll. Kepala sekolahnya sekarang juga sudah ganti bukan pak bashori lagi, yaitu pak Bambang yang tukeran menjadi kepala sekolah. Sebelumnya pak bambang adalah kepala sekolah SMA 3 Jogja.

silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-0_bersama-pak-syahrul-paiDi ruang guru, kita bertemu dengan pak Syahrul (guru PAI), pak Iskandar (guru Kesenian), pak Basuki (guru Fis), pak Andar Rujito (guru Kewarganegaraan), pak Sigit (guru Bio), pak Aris (guru OR), pak Dion (guru BI), pak Priyoto (guru BP), pak Didik (guru sejarah), bu Darwiyati (guru tari) bu Esti (guru BP), bu Umi (guru Ekonomi) dll (banyak guru baru yang belum kenal juga).

Yang menarik adalah ketika pak Andar mengingat kita, khususnya Shofwan yang begitu mbandel saat itu. Ya, pak Andar memang sering dapet protes ketika mengajar PPKn dengan Pancasila dan UUD 45-nya… hehe, maklum pak, masih muda ^_^ (sekarang juga masih muda dink, hehehe). Malahan beliau minta dari Shofwan bahan ajar baru, inovasi pengajaran atau alat bantu untuk meningkatkan pengajaran Kewarganegaraan. Shofwan yang lulusan HI UI ini, sedang menempuh S2-S3 di Jepang. Cerita ”kebandelan” ketika SMA pun banyak diceritakan pak Andar kepada kami… hehehe J . Peace ya pak!

Kalau pak Syahrul, guru agama Islam yang lemah lembut ini mengingat kita sebagai aktivis Rohis yang akrab dan banyak ngrepotin. Lha sejak SMA kita sering dibantu dan dibela kalau ada masalah, bahkan sampai alumni. Jazakallah pak Syahrul. Beliau berharap bahwa komunikasi dengan adik-adik. Insya Allah….

Sedangkan pak Iskandar, guru Seni Rupa yang pinter bahasa jawa, juga sebagai pembina THA ini masih tampak kalem dan kelihatan segar dan semangat. Guru-guru senior kami yang lain juga begitu, masih terlihat semangat mengajar, apalagi ketika bunyi bel berbunyi tanda waktu istirahat pertama selesai, ruang guru itu perlahan-lahan mulai sepi.

Dalam kesempatan itu pula, guru-guru secara umum memang berharap bahwa lebih banyak alumni yang sering silaturrahim dan nengok SMAnya dulu. Jangan khawatir akan dimintai sumbangan…hehehe ^_^ (nyatanya kita nggak kok, tahu kalau belum punya banyak kali ya… hehehe, nggak dink!). Terkadang memang, seseorang akan lebih pedhe jika sudah sukses kemudian ”turun gunung” lagi. Wah, kalau begitu lama donk? Hubungan sosial jadi terkesan lebih materialistis. Padahal, kapanpun ’jasa’ beliau-beliau tidak akan bisa diganti dengan apa yang kita punya. Beliau-beliau senang sekali, bahwa alumni-alumninya masih ingat dan mau berbagai (ilmu khususnya), sedangkan kita sendiri juga senang, kangennya terobati, juga do’a dari beliau senantiasa menyertai kita. Ohya, bagi temen-temen yang sekolah di LN, info dan jaringan itu dibutuhnkan oleh pihak sekolah.

Jalan-jalan Muter-muter. Wah, Betul! Banyak yang Sudah Berubah

Nah, salah satu tujuan kita ke SMA ini juga melihat perkembangannya. Terutama Shofwan yang mau mengenalkan sekolahnya dulu ke istrinya. Memang banyak yang sudah berkembang, sekarang sudah moving class, kayak mahasiswa. Siswanya yang pindah-pindah kelas. Sedangkan ruang sie otonom sudah tampak lebih seragam bentuk dan warna catnya. Ruang Sigma yang juga menjadi sie-nya Shofwan dulu penuh tempelan. TJRC (PMR) semakin eksis juga. Teringat masa-masa perjuangan dengan Yuli Budi Sasangka (ketua TJRC ‘03) meminta MPK pindah ruang, sehingga ruangan TJRC menjadi utuh. Di TJRC ini, saya dan Tyas mengenang lomba PMR se- DIY di Alun-alun utara dulu yang diselenggarakan oleh PMRnya SMA 6 Jogja dalam rangka HUT sekolahnya. Kita mendapat juara 1 dari bawah! Gara-garanya salah membalut lengan. Soal kasusnya yang patah lengan kanan, eee ternyata yang dibalut sama Tyas malah lengan kiri. Juga ada teman kami Arif Kurnia Timur yang mematahkan rintangan bambu karena badannya yang besar. Padahal, rintangan bambu yang dibuat seperti rintangan balap kuda itu baru kami tim pertama yang memakai, akhirnya panitia repot juga. Ditambah kepulan asap debu sepanjang 50-an meter akibat kita terburu-buru membawa pasien yang luka. Seharusnya, tetap dengan pasian tidak boleh ‘kasar’ begitu membawa pasien. Lha teman kami yang menjadi pasiennya sampai batuk-batuk je, nggak bisa napas… ^_^

Begitu juga dengan TSC, sie tempat kami bertiga bernaung. Sticker EXACTA buatan Shofwan juga masih nempel di kotak obat. Juga lemari yang berantakan, masih seperti dulu ^_^. Dari TSC 2003 inilah dulu, pengurus OBTB dan Sie Otonom lainnya berasal. Mulai dari Ketua OSIS (Imam Muktiadi dan Tyas Ikhsan), PH OSIS, Ketua Rohis, Ketua MPK (Heru Nurinto), dll. Di TSC sendiri ada orang-orang hebat seperti Riza Zakaria, Ratio Fitra Maliki, Anggrieni Wisni, Nur Aini Ananda, Mukaromah, Naima Lassie, Fia Adhi, Bimo, Hifni Mukhtar Ariyadi, Bondan Irtani Cahyadi, Hervina, Bagus Panuntun, Wijaya Adhi Surya, A.M. Raf’ie, dll.

Sie Otonom berikutnya Scout (Pramuka), mau masuk ternyata ruangnya dikunci. Yah, nggak bisa lihat dalamnya. Kita dulu memang tidak ada pembatasan sie otonom, jadi sebisa mungkin ikut sebanyak-banyaknya, cari banyak ilmu, banyak pengalaman dan banyak teman. Kenangan yang menarik di Scout adalah ketika saya dulu ikut PDT (Pengembaraan Desember Tradisional) yang saat itu berjalan dari Playen (GK) ke Balai Kota, selama 4 hari 3 malam) dengan berbagai kegiatan pendampingnya. Saat itu yang ikut ada Herdi, Bachtiar, Aul, Yaniek, mba Prima, mas Evan, dll. Ketika masuk sekolah lagi, ternyata teman-teman agak kaget, kita jadi hitam manis ^_^ Lha wajah kita menghitam karena kepanasan.

Ke Rumah pak Zar’an

Menjelang Dhuhur, kita sempatkan juga ke rumah pak Zar’an. Alhamdulillah beliau ada di rumah. Adzan Dhuhur pun berkumandang dan kita sholat di masjid, tepat depan rumah beliau. Masjid At Taqwa yang dibangun dengan swadaya oleh pak Zar’an dan masyarakat sekitar. Semoga menjadi amal jahriyah yang senantiasa mengalir.

Pak Zar’an sekarang tampak begitu kurus, kita sampai pangling dibuatnya. Setelah operasi katarak mata kanan dan juga mata kiri, beliau sekarang masih harus cuci darah 3X dalam sepekan di RS PKU Muhammadiyah. Ujiannya luar biasa. Untuk naik motor, beliau juga sudah tidak berani jauh-jauh. Tapi tetap, beliau masih semangat mengisi kajian disana-sini.

Epilog

Alhamdulillah, dalam kesempatan ini juga, tak lupa akh Tyas mentraktir kami makan di Soto Kadipiro lengkap dengan jajanan-jajanannya. Yah, semoga besok gantian ya akh! Maksudnya, ganti tempatnya, hehehe ^_^…

Insya Allah besok gentian ane yang traktir deh….

Tak sengaja, ketemu juga mas Agung 2001, ketua KSAI.. Hari itu kami dapat berjumpa banyak orang dan merajut silaturrahim lagi. Senangnya …Banyak petuah-petuah dan pelajaran yang bisa kami petik. Silaturrahim memang membawa banyak manfaat

zainuri hanif

Ambarrukmo 2009

silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-1_bersama-pak-andar-ppkn1

bersama pak Andar Rujito

silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-2_bersama-bu-esti-bp

bersama bu Esti, paling kanan

silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-27_tyas-sok-cakep-_

Tyas Ikhsan di ruang SIGMA

silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-32_bulan-sabit

di ruangsie Otonom  TJRC

silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-38_masih-saja-berantakan

Ini nih ruang TSC tercinta, masih memelihara budayanya… ^_^

silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-36_tsc_sie-favorit2

majalah dindingnya TSC

silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-59_bersama-pak-zaran-pai

bersama pak Zar’an di masjid depan rumah

silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-52

Pak Shofwan dan bu Shofwan

Advertisements
 
7 Comments

Posted by on February 24, 2009 in Artikel

 

Tags: ,

7 responses to “Mengunjungi (lagi) SMA 1 yang Penuh Kenangan

  1. maulina

    April 17, 2009 at 01:07

    T__T jadi ingat sewaktu ane lagi belanja di pasar gampingan, tiba2 ada seorang bapak menyapa dari belakang. “Belanja, ya mb?”
    kaget….kok ada orang kenal aku di pasar ini?? si bapak berumur separuh baya, berpakaian koko putih, membawa jinjingan tas, berkacamata, dan…itulah Pak Zar’an.
    T__T bukannya murid yg nyapa, tapi malah Gurunya. HArunya, pak Zar’an masih ingat sama saya.
    trus ngobrol bentar. ternyata beliau ke pasar untuk beli “sangu” cuci darah yg dilakukan 3 kali sepekan. Subhanallah….
    Barakallah buat Pak Zar’an.

    Like

     
  2. aini

    April 18, 2009 at 10:33

    Subhanallah…senangnya bisa silaturahim lagi ke sana…=)
    Jazakallah khoir Nif untuk ‘oleh-oleh’ kisahnya dan foto2nya, jadi pengin silaturahim ke sana…
    Bertemu guru2 n melihat langsung SMA 1 Teladan qta…

    Yang lain berubah, habitat TSC saja yang tidak berubah…^^

    @Maulina : Yuk, Mau, silaturahim ke guru2, terutama Pak Zar’an
    Hmm, terakhir ke sana pas Idul Fitri duluu…itu T.T
    Ya Allah, semoga Allah memberikan keshabaran untuk beliau, memberikan kesehatan dan umur yang barokah…

    Like

     
  3. shofwan abcd

    April 19, 2009 at 06:36

    “Insya Allah besok gentian ane yang traktir deh….”
    -ZH

    Mantap nif. Pak Sholeh yo!

    Like

     
  4. Yuli Budi Sasangka

    August 13, 2009 at 15:48

    Salutz… thx nif…

    Like

     
  5. zen

    October 8, 2009 at 18:10

    keeeeeeereeeeeeeeeeeeen……

    Like

     
  6. taftazani

    March 30, 2010 at 01:36

    jebul wis suwi to dipublish, baru baca kali ini T_T…

    beberapa kali emang sempat ke sekolah, namun bukan jam sekolah, jadinya cuman ketemu siswa2 di masjid al uswah.

    SubhanAllaah…l

    Like

     
  7. hanif

    March 30, 2010 at 03:32

    ayo Bal, ikut dolan2 lagi… kalo disempatkan pasti ada waktunya… rugi kalo cuma ke sekolah pas jam pulang, dah sepi. syukur2 bisa keliling ke rumah bapak-ibu guru lagi sebagaimana pas syawalan ^.^

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: