RSS

Nggak Jadi ke Taman Pintar, Akhirnya ke Taman Sari

26 Dec

taman-sari-yogyakarta

Sebagai warga Jogja, peristiwa sepekan lalu menyadarkanku betapa aku belum mengenal Jogja, kota yang indah ini sebagaimana mestinya. Sederhana saja, temenku dari Bekasi ke Jogja selama 3 hari, mengikuti test di MM UGM, dan selama itu menginap di rumahku, dan aku agak kebingungan mau mengajak muter-muter kemana saja di waktu-waktu kosongnya. Tentu sebagai orang yang jarang ke mall, nggak akan kuajak ke mall, selain biasa-biasa saja di Bekasi dan Jakarta sana lebih banyak. Mau ke bioskop, belum pernah dan tidak ada film yang menarik saat itu, padahal aku punya 2 voucher nonton gratis di 21 bonus dari Kompas. Mau ke kafe? belum tahu cafe yang recommended.

Akhirnya, sebagai penggemar buku, kuajak saja temenku itu ke Toga Mas, Jl. Gejayan (sekarang Jl. Affandi). Paginya mau kuajak ke Taman Pintar untuk lihat dolanan sains, halah mau main-mainan, kaya anak kecil saja ya? Tapi karena hari itu (16/12) ada peresmian oleh SBY akhirnya ke Taman yang lain, yaitu Taman Sari. Setelah ke Taman Sari, keliling Jogja dan merasakan macetnya akibat peresmian Taman Pintar oleh SBY, temenku tadi tak ajak ke Bakso pak Kintel, Gondolayu dan ke TB Gramedia di Jl. Jend Soedirman.

Taman Sari memberi kesan tersendiri, sudah jauh berbeda dengan sebelumnya. Ada beberapa rehabilitasi yang sudah dilakukan, khususnya area Kolam Pemandian Umbul Winangun, termasuk Gapura Agung, Gedong Sekawan, dan Gapura Panggung. Dengan terdaftarnya Taman Sari sebagai satu dari 100 situs dunia yang paling terancam, maka situs ini mulai memperoleh bantuan. Robert Wilson Challenge for Preserving Our Heritage melalui World Monument Fund (WMF) mempercayakan pengelolaan hibah pekerjaan rehabilitasinya kepada Tim Jogya Heritage Society (JHS). Tahun 2009 ini daerah pasar Ngasem mau dibersihkan untuk dibangun situs asli Taman Sari. Secara bertahap Taman Sari akan direhabilitasi hingga sebagaimana bentuk aslinya.

Taman Sari sebagai objek wisata memang belum sepopuler Keraton, Kaliurang, apalagi Borobudur dan Prambanan. Tapi jika bentuk aslinya sudah dikembalikan, tentunya nilai eksotiknya akan menjadi daya tarik luar biasa bagi turis domestik maupun mancanegara. Semoga ikon wisata Jogja semakin banyak lagi yang terawatt dan dikelola dengan profesional.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on December 26, 2008 in Artikel

 

Tags: , , , ,

One response to “Nggak Jadi ke Taman Pintar, Akhirnya ke Taman Sari

  1. dafitawon

    January 1, 2009 at 07:15

    sewaktu kecil dulu, aku pernah bilang ke ibu, lebih kurang intinya gini:

    “bu, kapan-kapan kita wisata sendiri ke kraton de el el ya ..
    masak orang jogja gak tahu tempat wisatanya sendiri
    entar kalo ditanya orang luar daerah gimana …”

    ibuku yang pengertian, sabar, pekerja keras dan penyayang [luph u mom…] akhirnya menyetujui keinginanku

    berangkatlah aku, ibu, dan adiku, kalo gak salah cuman sama isol [yang nomor 3]. kita ke wisata budaya jogja: kraton, taman sari, dan musium kereta kraton … dan tahu banyak tentang jogja setelah itu …

    hmm, semoga besok aku diberi kesempatan oleh Allah untuk membahagiakan ibu, salah satunya dengan mengajak beliau travelling … [kasihan ,,, jarang refreshing …]

    aamiin
    doakan juga ya mas ^_^

    Liked by 1 person

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: