RSS

Teks Piagam Madinah

23 Dec

Sebagai produk yang lahir dari rahim peradaban Islam, Piagam Madinah diakui sebagai bentuk perjanjian dan kesepakatan bersama bagi membangun masyarakat Madinah yang plural, adil, dan berkeadaban. Di mata para sejarahwan dan sosiolog ternama Barat, Robert N. Bellah, Piagam Madinah yang disusun Rasulullah itu dinilai sebagai konstitusi termodern di zamannya, atau konstitusi pertama di dunia.

Berikut petikan lengkap terjemahan Piagam Madinah yang terdiri dari 47 pasal:


Preambule: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini adalah piagam dari Muhammad, Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.

Pasal 1: Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain.

Pasal 2: Kaum Muhajirin (pendatang) dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 3: Banu ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 4: Banu Sa’idah, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 5: Banu al-Hars, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 6: Banu Jusyam, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 7: Banu al-Najjar, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 8:
Banu ‘Amr Ibn ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 9: Banu al-Nabit, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 10:
Banu al-‘Aws, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 11: Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka, tetapi membantunya dengan baik dalam pembayaran tebusan atau diat.

Pasal 12: Seorang mukmin tidak dibolehkan membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya, tanpa persetujuan dari padanya.

Pasal 13:
Orang-orang mukmin yang takwa harus menentang orang yang di antara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim, jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.

Pasal 14: Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran (membunuh) orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.

Pasal 15: Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu, tidak tergantung pada golongan lain.

Pasal 16: Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak terzalimi dan ditentang (olehnya).

Pasal 17: Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Allah Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di antara mereka.

Pasal 18: Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus bahu-membahu satu sama lain.

Pasal 19: Orang-orang mukmin itu membalas pembunuh mukmin lainnya dalam peperangan di jalan Allah. Orang-orang beriman dan bertakwa berada pada petunjuk yang terbaik dan lurus.

Pasal 20: Orang musyrik (Yatsrib) dilarang melindungi harta dan jiwa orang (musyrik) Quraisy, dan tidak boleh bercampur tangan melawan orang beriman.

Pasal 21: Barang siapa yang membunuh orang beriman dan cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh, kecuali wali si terbunuh rela (menerima diat). Segenap orang beriman harus bersatu dalam menghukumnya.

Pasal 22: Tidak dibenarkan bagi orang mukmin yang mengakui piagam ini, percaya pada Allah dan Hari Akhir, untuk membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman kepadanya. Siapa yang memberi bantuan atau menyediakan tempat tinggal bagi pelanggar itu, akan mendapat kutukan dan kemurkaan Allah di hari kiamat, dan tidak diterima daripadanya penyesalan dan tebusan.

Pasal 23: Apabila kamu berselisih tentang sesuatu, penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla dan (keputusan) Muhammad SAW.

Pasal 24: Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.

Pasal 25: Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya.

Pasal 26: Kaum Yahudi Banu Najjar diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 27: Kaum Yahudi Banu Hars diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 28: Kaum Yahudi Banu Sa’idah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 29: Kaum Yahudi Banu Jusyam diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 30: Kaum Yahudi Banu al-‘Aws diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 31: Kaum Yahudi Banu Sa’labah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf, kecuali orang zalim atau khianat. Hukumannya hanya menimpa diri dan keluarganya.

Pasal 32:
Suku Jafnah dari Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).

Pasal 33: Banu Syutaybah (diperlakukan) sama seperti Yahudi Banu ‘Awf. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu lain dari kejahatan (khianat).

Pasal 34: Sekutu-sekutu Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).

Pasal 35: Kerabat Yahudi (di luar kota Madinah) sama seperti mereka (Yahudi).

Pasal 36: Tidak seorang pun dibenarkan (untuk perang), kecuali seizin Muhammad SAW. Ia tidak boleh dihalangi (menuntut pembalasan) luka (yang dibuat orang lain). Siapa berbuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia teraniaya. Sesungguhnya Allah sangat membenarkan (ketentuan) ini.

Pasal 37: Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya, dan bagi kaum muslimin ada kewajiban biaya. Mereka (Yahudi dan muslimin) bantu-membantu dalam menghadapi musuh Piagam ini. Mereka saling memberi saran dan nasihat. Memenuhi janji lawan dari khianat. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada pihak yang teraniaya.

Pasal 38: Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.

Pasal 39: Sesungguhnya Yatsrib itu tanahnya “haram” (suci) bagi warga Piagam ini.

Pasal 40: Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, sepanjang tidak bertindak merugikan dan tidak khianat.

Pasal 41: Tidak boleh jaminan diberikan, kecuali seizin ahlinya.

Pasal 42: Bila terjadi suatu peristiwa atau perselisihan di antara pendukung Piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla, dan (keputusan) Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah paling memelihara dan memandang baik isi Piagam ini.

Pasal 43: Sungguh tidak ada perlindungan bagi Quraisy (Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka.

Pasal 44: Mereka (pendukung Piagam) bahu-membahu dalam menghadapi penyerang kota Yatsrib.

Pasal 45: Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian serta melaksanakan perdamaian itu, maka perdamaian itu harus dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai seperti itu, kaum mukminin wajib memenuhi ajakan dan melaksanakan perdamaian itu, kecuali terhadap orang yang menyerang agama. Setiap orang wajib melaksanakan (kewajiban) masing-masing sesuai tugasnya.

Pasal 46: Kaum yahudi al-‘Aws, sekutu dan diri mereka memiliki hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung Piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh dari semua pendukung Piagam ini. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu berbeda dari kejahatan (pengkhianatan). Setiap orang bwertanggungjawab atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah paling membenarkan dan memandang baik isi Piagam ini.

Pasal 47: Sesungguhnya Piagam ini tidak membela orang zalim dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman, dan orang berada di Madinah aman, kecuali orang yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang berbuat baik dan takwa. Dan Muhammad Rasulullah SAW.

Republika, Sabtu, 29 Juni 2002

Advertisements
 
35 Comments

Posted by on December 23, 2008 in Artikel

 

Tags: , , , ,

35 responses to “Teks Piagam Madinah

  1. regilait

    December 23, 2008 at 05:51

    A nice post, cuma tinggal sejarahnya aja sekarang.

    Like

     
  2. Onlineactivity

    December 23, 2008 at 06:08

    A nice post, cuma tinggal sejarahnya aja

    Like

     
  3. arif

    January 10, 2009 at 02:25

    pasti yahudi berkhianat. ya tho??

    Like

     
  4. bagus andikha aditya

    January 5, 2011 at 17:35

    sebuah bentuk pluralisme pertama yang di contohkan oleh kanjeng rosul,.kenapa umat nya banya yang menentang pluralisme….???

    Like

     
  5. agues

    January 5, 2011 at 23:11

    thank atas pasal2
    nya …

    Like

     
  6. angky

    January 27, 2011 at 19:48

    ijin copy-paste

    Like

     
  7. zainuri

    February 1, 2011 at 22:14

    silahkan… semoga bermanfaat

    Like

     
  8. maria

    February 10, 2011 at 17:20

    alhamdulillah….maklumat ni amat bermakna untuk sy…..

    Like

     
  9. maria

    February 10, 2011 at 17:23

    alhamdulillah….maklumat ni amat bermakna untuk sy…..:22::22:

    Like

     
  10. Andhika

    February 14, 2011 at 15:26

    ijin copy paste y…

    Like

     
  11. ichan

    February 16, 2011 at 00:11

    syukron, jazakumullah khairan katsiran, numpang copy om, tq

    Like

     
  12. eko hardiyanto

    February 24, 2011 at 11:42

    ini yang bisa menjadikan dasar bagi kita dalam hidup bertoleransi………….thnks pak ….sukses selalu :22::22::22:

    Like

     
  13. Agus

    March 7, 2011 at 09:50

    Sepertinya ada perbedaan.

    Pasal 14: Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran (membunuh) orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.

    Kalau di sana (http://www.constitution.org/cons/medina/macharter.htm) bunyinya begini Pak:
    A Believer will not kill another Believer, for the sake of an un-Believer. (i.e. even though the un-Believer is his close relative).
    Seorang mukmin tidak boleh membunuh mukminin lain untuk kepentingan orang kafir (walaupun orang kafir tersebut adalah kerabat dekatnya).

    Apakah teks di atas terjemahan langsung dari teks asli bahasa arab?

    Like

     
  14. zainuri

    March 7, 2011 at 11:59

    terima kasih pak atas masukannya…

    Dalam hal ini, saya memang mengambil rujukan dari Republika. dan Republika tentu punya pertimbangan tersendiri… Dan memang, beberapa versi di luar negeri berbeda. Dan apalah di luar negeri merujuk langsung pada teks asli Arab? saya kira juga belum jelas. jika punya asli arabnya bisa dikirimkan. jika memang ada yang lebih benar… nantinya siap dikoreksi. terima kasih.

    Like

     
  15. seh

    March 29, 2011 at 20:21

    bagus tuh piagam madinah

    Like

     
  16. andi

    April 1, 2011 at 08:37

    semoga piagam madinah bisa kita hayati dan kita terapkan. termasuk golongan munafik dan kafir yang mengaku muslim.

    Ahmadiyah perlu nih ditindak… sudah menusuk dari belakang…

    Like

     
  17. ahmad halawi

    April 8, 2011 at 10:13

    :18: TERIMA KASIH ATAS INFORASINYA, SMOGA BERMANFAAT BAGI UMMAT, TIMBUL SEMANGAT TUK MEWUJUDKAN NILAI-NILAI YANG BAIK BAGI MANUSIA .
    UMMAT MANUSIA HARI INI KIRANYA SANGAT PERLU MEMBACA, MENERJEMAHKAN, MENGARTIKAN, MENGHAYATI, MENGAMALKAN DAN MENELITI SERTA BERAMAL DENGAN IKHLAS AKAN NILAI-NILAI MORAL YANG BANYAK DIAJARKAN OLEH ISLAM.
    DAN UNTUK ITULAH KEBAIKAN AKAN TERSEBAR KESELURUH ALAM, NAMUN HARUS ADA IKTIKAD BAIK TERLEBIH DAHULU DAN KOMITMEN DALAM DIRI UNTUK MEMPERBAIKI DIRI BAIK DALAM HAL AQIDAH, IBADAH, MUAMALAH, MU’ASYAROH DAN AKHLAQ…….. SELAMAT MENCOBA DAN SMOGA SUKSES. ISLAM UNTUK DIAMALKAN BUKAN HANYA SEBAGAI WAWASAN ATAU WACANA, PERLU BUKTI, BUKTI, BUKTI DAN PENGAMALAN. USAHA 100%, DOO’A 100% HASIL SERAHKAN SAMA TUHAN YANG MAHA KUASA.
    MOHON IZIN MENGCOPY PASTE……………YAAAAAAAAA………

    Like

     
  18. Ibn Abd Muis

    April 8, 2011 at 15:00

    Subhanallah, seandainya bisa terealisasi di Indonesia…. :22:

    Like

     
  19. aagus

    April 30, 2011 at 08:46

    andai piagam madinah di cerna dengan hati, indonesia damai, belajarlah dari sejarah

    Like

     
  20. ah vachrurrozi

    May 3, 2011 at 09:12

    Assalaamu’Alaikum Bro………
    ada versi teks Arab-nya ga boleh dong di email ke saya. matur nuwun sanget…..

    Like

     
  21. navis

    May 12, 2011 at 22:22

    ijin copas ya pak

    Like

     
  22. imron fauzi

    May 18, 2011 at 17:02

    syukron atas teksx… memangx yang nulis pertama teks itu siapa???

    Like

     
  23. Jaka Lalana

    May 20, 2011 at 15:04

    Alhamdulillah, syukran, afwan saya mengcopi vaste, mohon kerelaannya.

    Like

     
  24. ivanthalib

    June 10, 2011 at 17:48

    Ass. Wr. Wb. great post .. paling suka pasal 47. izin share ya ..

    Like

     
  25. yusman 98

    June 11, 2011 at 17:31

    Subhanallah,,, Rosulullah sdh memberikan contoh untuk segenap manusia bagaimana cara hidup bernegara yang damai,aman, adil dan sejahtera.

    Like

     
  26. anggoro

    June 11, 2011 at 18:21

    Alhamdulillah, kalau “kita” berani membuka tabir ini dan memahami serta mengerti yang tersirat…..negara kita pasti jaya karena kebangkitan islam memang di bhumi Indonesia…sudah waktunya….salam

    Like

     
  27. murtiyoso

    August 11, 2011 at 14:37

    Coba perhatikan dari 47 pasal piagam madinah, Nabi Saw tidak sedikitpun mencantum ayat Al-Quran atau Hadits. Isinya menjaga kerukunan sesama penduduk Madinah, memelihara kota dari serangan orang luar dsb….pertanda sungguh mulia Nabi Saw. Pernah seorang ahli hukum PBB, Prof. DR. Charles Wiratmantri (seorang Katolik berkebangsaan Srilangka) ditanya kapan yang paling awal lahirnya “Hak asasi manusia”, dia menjawab; “Piagam Madinah”.

    Like

     
  28. vonny simbar

    August 17, 2011 at 01:25

    YESS, utk Piagam MADINAH..Saya sangat2 Mendukung & mengHormnati. bahwa stiap Manusia diDunia, Punya Kebebasan & Punya HakHak yg Sama. BEBAS & MERDEKA !! Bhineka Tunggal IKA

    Like

     
  29. Kang Darmo

    September 17, 2011 at 22:05

    Jazakumullah Khairon Katsiro. Ikut Copy Paste, termasuk tuk Implementasinya, Insya Allah.

    Like

     
  30. andani

    September 18, 2011 at 12:31

    piagam madinah yg berhubungn dengan toleransi ad ?

    Like

     
  31. kya

    October 1, 2011 at 19:56

    assalamu`alaikum,,alhamdulillah,sangat bermanfaat untuk pengetahuan saya.
    saya boleh minta tolong ga? ada yang punya data pidato hulafaurrosyidin ga??mohon share ya,,,,
    jazakumullohu khoiron katsiro

    Like

     
  32. frish

    October 2, 2011 at 04:52

    salam… inikah piagam madinah? saya baru baca..seperti itukah muslim ? benar begitu? saya non muslim..namun saya ikut mendukung apabila begini kenyataannya…. keadilan yang merata.. tapi muslim di indonesia saya tidak melihat ada yang merealisasikannya? padahal saya mengimani kebenaran hukum2 piagam tsb. sayang sekali kita tidak menerapkannya dalam rutinitas dan realitas…. mari kita saling menghargai hak hak kita di bumi ini…..jangan muhammad saja yang berbudi pekerti sempurna…seperti kisah yang saya baca….tidak hanya yesus saja yang menebar kasih…mari kita bersama mengikuti apa yang nabi2 kita amanatkan…. salam

    Like

     
  33. popy

    October 10, 2011 at 22:21

    ok terima kasih^^
    minta izin copaz

    Like

     
  34. muklaz

    October 21, 2011 at 19:37

    Subhanallah…… inilah Islam… mengajarkan dan mengatur toleransi dalam PLURALITASnya yg mmg sunatullah.
    inilah ajaran Islam yg tentu Sangat Jauhhh berbeda dg PLURALISME bikinan manusia.
    Mohon jg di-post teks arabnya; “…….Muhammad Rasulullah yg dganti dg ….Muhammad bin Abdullah…….dst

    Like

     
  35. Robi

    March 30, 2012 at 19:47

    alhamdulillah piagam madinah ini sangat bermakna

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: