RSS

Berharga Karena Terbatas…..

02 Dec

ksai al uswahLPJ Essai KSAI Al Uswah (Sekjend) :

Tangis bocah berumur 6 tahun itu memecah suasana pagi itu. Sebut saja Ali namanya. Dia sedang berebut sarapan pagi dengan Abi kakaknya. Tapi sayang sang adik kalah kuat dengan sang kakak dan akhirnya menangis adalah usaha terakhirnya untuk mendapatkan secuil roti kesayangannya. Sebegitu berharganya secuil roti bagi Ali.

Ya… segala sesuatu akan sangat berharga jika kita sudah tahu batasnya. Betapa nyawa kita begitu berharga karena ada masa berlakunya. Betapa dakwah ini juga begitu berharga pelakunya juga sangat terbatas. Waktu yang kita punya untuk beraktivitas di dalamnya pun juga terbatas. Dengan keadaan seperti ini barulah kita tersadar bahwa betapa Maha Besarnya Allah dengan segala kekuasannya.

Dengan keterbatasan ini seharusnya kita bekerja lebih sungguh-sungguh lagi. KSAI Al-Uswah adalah anugerah yang Allah berikan kepada ku. Enam tahun sudah ana merasakan kehadirannya. Masih erat dalam memori ketika seragam abu-abu putih masih melekat di raga ini, para senior KSAI rajin ke sekolah hanya untuk sekedar menanyakan kabar kami atau bahkan mendengarkan keluhan kami karena nilai pas-pasan ulangan harian kami . Sekarang tiga tahun sudah seragam itu tidak kami kenakan lagi tapi semangat mereka masih bisa membakar jiwa ini untuk terus berkontribusi di jalan ini. Waktu memang benar-benar terbatas….

Hingga tiba saat itu tiba, amanah yang tak pernah terbersit di hati ini datang menghampiri. Bismillah…walau grogi tapi harus bisa berlari. Sebuah obsesi yang sangat dinanti yaitu “Teladan Darussalam”. Betapa bahagianya ketika bukan gurat kegelisahan yang sering kita lihat di wajah para penduduk Teladan. Kegelisahan akan tuntutan akademis, tuntutan untuk selalu menjadi nomer satu, tuntutan lulus UM/SPMB, dan masih banyak lagi daftar idealisme “Teladan”. Ingin sekali raut wajah penduduknya selalu diliputi senyum kebahagian. Kebahagian karena hari itu bisa mendirikan sholat berjama’ah, kebahagian karena telah menunaikan hak ukhuwah saudaranya, kebahagian karena ada satu siswi lagi yang berjilbab, kebahagiaan karena hidupnya kajian kelas, kebahagian berlomba-lomba dalam amal kebaikan, kebahagiaan karena bisa terus beramal dimasa muda dan masih banyak lagi kebahagian yang akan dirasakan para perindu syurga ini.

KSAI hanyalah salah satu cara untuk melukis pelangi dakwah di bumi teladan. Namun pelukisnya haruslah berpengalaman dan bertanggung jawab. Kuas untuk melukisnya berasal dari kuas kefahaman. Tinta yang dipakai adalah tinta keikhlasan. Kanvasnya adalah ukhuwah dan bingkainya adalah ketaatan kepada Allah dan RosulNya. Telah berlalunya masa kepengurusan KSAI periode 2004/2005 memang belum bisa menghasilkan lukisan yang sedap dipandang mata. Masih banyak hal yang masih perlu dibenahi. Baik dari segi sistem maupun SDM. Dari segi SDM kemampuan dilapangan sangatlah penting, namun kafaah tentang ilmu dinniyah juga jangan sampai dilupakan. Karena itulah essensi yang akan kita sebarluaskan kepada mad’u. SDM juga perlu dirawat. Kompetensi juga harus dimiliki, jangan sampai hanya modal semangat saja tapi stretegi juga belum terkuasai.

Teruntuk adik-adik 2004 dan 2005, tongkat estafet ini akan berpindah ke tangan antum. Teruslah berjuang! Jangan pernah takut untuk memulai. Mintalah RidhoNya setiap kali kan memulai. Jika Allah meridhoi pasti akan diberikan jalan bahkan kemudahan. Lihatlah para muwasis KSAI yang mungkin sekarang sedang tersenyum melihat “benih” yang mereka semai mulai bersemi. Jangan sampai senyum itu hilang karena kita yang tak segera bergegas menyambut dakwah ini. Teruslah pererat ukhuwah ini. Ukhuwah ini bukan produk instan, namun lahir dari karena ketaatan kepada Allah dan RosulNya. Jangan lupa bahwa orang-orang kafir pun sedang bekerja keras untuk menghancurkan kita!

Kepengurusan periode 2004/2005 telah usai. Saatnya kami memberikan pertanggungjawaban kepada antum semua. Hanya kata afwan….Afwan jika selama ini belum bisa memberikan yang terbaik bagi KSAI. Jazakumullah atas semuanya. Semoga kita nanti bisa bertetangga di jannahNya. Amin. Tapi sesungguhnya pertanggungjawaban ini akan di minta Allah di akhirat nanti. Innalilah..Hanya dengan ridho Allahlah dakwah ini menjadi berkah. Semoga kelelahan kita selama ini adalah kelelahan yang di dasari keikhlasan. Betapa meruginya kita ketika semua amalan kita hilang begitu saja hanya karena keterpaksaan dalam menjalankannya.

Handasari Mokodompit

Sekjend KSAI Al Uswah 2004-2005

LPJ KSA Al Uswah

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 2, 2008 in Al Uswah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: