RSS

Tatkala Uang Turut Bicara

01 Dec

lambang-ksai_standart1LPJ Essai KSAI Al Uswah (Bendahara) :

Eitt…, ini bukan kasus penyuapan. Ini bukan kasus penyogokan. Bukan pula kasus penyalahgunaan. Tapi ini tentang… kebendaharaan =)

Ya, tatkala uang turut bicara. Tatkala uang ikut mengambil peran dalam medan dakwah ini. Tentunya kita tidak bisa menutup mata, bahwa memang Jer Basuki Mawa Bea. Setiap cita-cita yang kita usahakan, mutlak ada harga yang harus kita bayar di sana. Sebuah pengorbanan. Waktu, tenaga, fikiran, perasaan, dan juga uang….

Maka jangan biarkan dakwah terhambat ”hanya” karena masalah finansial. Mencari rizki itu memang tidak mudah. Mengelolanya juga tidak lebih mudah. Semoga ALLAH senantiasa mencukupkan rizki untuk kita. ”Apa yang sedikit tetapi mencukupi lebih baik daripada banyak tetapi melalaikan.” (HR. Abu Daud). Semoga ALLAH senantiasa pula memberikan kekayaan kepada kita : kekayaan hati. ”Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa/hati.” (HR. Abu Yu’la). Aamiin.

Sahabat Ali pernah bertanya kepada muridnya, ”Kalau di tangan saya ada uang sepuluh dirham, lalu saya sedekahkan tiga dirham, berapa sisa uang saya?”. Muridnya menjawab, ”Masih tujuh dirham.” ”Salah!” sahut Ali. ”Yang benar uang saya masih tiga dirham, karena apa yang saya sedekahkan itulah yang sudah pasti tercatat sebagai amal shalih, sedangkan selebihnya belum pasti.” Subhanallah, sebuah kisah yang cukup menggelitik diri kita..

Maka ketika kemudian ada yang bertanya, ”Berapa kas KSAI saat ini ?”, yang menjadi jawabnya sesungguhnya bukanlah nominal uang yang ada di tangan bendahara maupun yang tersimpan di bank. Namun sejatinya adalah yang telah kita gunakan untuk berdakwah di jalan ALLAH. Itulah yang tercatat sebagai milik kita (insya ALLAH, asalkan kita landasi dengan ketulusan hati). Karena memang apa yang kita miliki adalah apa yang sudah kita belanjakan di jalan-NYA, bukan apa yang kita simpan.

Namun, bukan berarti kita lalu ”sibuk” apalagi jalan di tempat terhadap hal-hal yang telah kita lakukan. Ada banyak hal ke depan yang perlu kita atur dan rencanakan. ”Gemi, Nastiti, lan Ngati-ati” , sebuah istilah yang agaknya bisa dijadikan semboyan bagi mereka yang menjadi bendahara . Gemi, bukan lantas pelit lan medhit. Tetapi irit, efektif, dan efisien. Nastiti, berarti sethithi alias teliti. Teliti dan cermat dalam berakrab-akrab dengan angka dan nominal. Ngati-ati, berhati-hati dalam menjaga dan mengelola uang yang ada. Mudah-mudahan.

Pada akhirnya, piranti, fasilitas, sarana prasarana, juga finansial ”hanya” merupakan pendukung dakwah. Sesungguhnya motor penggeraknya terletak pada sumber daya manusia itu sendiri. Allahu a’lam.

Saya pribadi, Luke Harida Khasanna, menghaturkan maaf atas semua kesalahan saya. Atas hati yang pernah berprasangka, lisan yang tak terjaga, dan perbuatan yang ada unsur kerugiannnya. Terhadap semua kejahilan diri saya, janji yang terlupakan, amanah yang tidak tertunaikan, kepercayaan yang terabaikan, dan bentuk kelalaian lainnya. Astaghfirullah.. Afwan jiddan.. Mudahkan ajalku dengan maaf darimu, ya akhi wa ukhti…

Jazakumullah khoiran jaza’. Syukran atas semua kebaikan yang telah terciprat dan dicipratkan. Kerjasamanya, bantuannya, manfaatnya, do’anya, nasihatnya, teladannya, serta hal-hal positif lainnya. Semoga ALLAH kelak mengumpulkan kita semua di tempat yang lebih baik. Aamiin.

KSAI Al Uswah (periode 2004-2005) berlalu tinggalkan kita, moga terkenang dalam amalan… -ALLAHU AKBAR-

Luke Harida Khasanna,

Bendahara KSAI Al Uswah 2004-2005

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 1, 2008 in Al Uswah

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: