RSS

Duh, Mahalnya Mau Sekolah

20 Jun

Sering, bahkan beberapa kali seorang bapak mengeluh kesulitan biaya sekolah, bahkan ada juga yang sampai meminta bantuan anggota dewan kota Jogja segala, juga (lagi-lagi) agar anaknya bisa sekolah. Padahal ketika menghadap untuk diadvokasi ke Dinas P&P terkait, sang bapak dengan entengnya berkeluh kesah sambil merokok. Memang anaknya sulit bayar sekolah, tapi itu karena bapaknya lebih mementingkan uangnya untuk merokok. Kalau sehari bisa habis 1 bungkus, setara dengan Rp 7 ribu, maka sebulan bisa mencapai Rp 210 ribu. Padahal SPP bulanan sang anak Rp 150 ribu rupiah. Toh sang bapak kukuh tetep meminta beasiswa. Menganggap pendidikan mahal sehingga perlu minta beasiswa, tapi malah merokok jalan terus? benar-benar aneh! 🙂

Memang secara umum pendidikan di Indonesia masih mahal, jauh dari rata-rata pendapatan keluarga pada umumnya. Tapi kadang beberapa keluarga salah menyikapi dengan menganggap pendidikan nomor sekian, tapi hal-hal lain yang sebenarnya tidak penting malah didahulukan, seperti merokok tadi (yang jelas bagi saya rokok sangat tidak penting bahkan harus dihapuskan dari muka bumi ini…hehehe :).

Wapres Jusuf Kalla dalam beberapa kesempatan sering geram akibat mendapatkan protes mengenai pendidikan. Khususnya mahalnya pendidikan. Oleh karena itu dalam beberapa forum sering beliau mengangkat masalah ini. Dalam seminar yang diselenggarakan oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Yusuf Kalla mewanti-wanti agar kualitas dokter Indonesia ditingkatkan, agar orang-orang berduit tidak membuang uangnya ke luar negeri (seperti Singapura). Wapres pun juga menyadari untuk meningkatkan kualitas itu butuh biaya. Nah, lazim diketahui public bahwa menjadi dokter itu biayanya sangat besar, apalagi ambil spesialisasi. Nah, kalo begini ujung pangkalnya memang berpangkal dari pemerintah. Bagaimana mensubsidi pendidikan agar terjangkau semua pihak, bahkan gratis kalau perlu. Yah, daripada habis dibakar untuk subsidi BBM dan menyuplai klub sepak bola yang hanya menghibur sesaat ^_^

 

Perubahan Dimulai dari Pendidikan Ibu

 

            Kemiskinan dan kebodohan adalah hal yang menurun, bahkan bisa dibilang diwariskan. Ibu yang kurang gizi saat hamil, janinnya mengalami perkembangan yang tidak optimal. Ketika bayi itu lahir dan tidak memperoleh nutrisi, vitamin, mineral dan imunisasi, maka perkembangan otaknya lamban dan bisa terserang berbagai penyakit. Nah, kalaupun itu semua tidak menjadi masalah, namun sang ibu bodoh, tidak mengerti dengan baik ilmu-ilmu dan berpengetahuan terbatas (ironis L ), maka dia tidak bisa mengajarkan banyak hal bermanfaat pada anaknya. Padahal waktu paling besar anak adalah bersama ibunya.

 

Yang Kuliah adalah Anak-anak PNS dan Berduit

 

            Suatu saat saya pernah ditanya seorang bapak-bapak, “Kuliah dimana mas?”. UGM pak, Teknologi Industri Pertanian, jawabku. “Wah bapaknya pasti PNS!”. Lho kok tahu pak? “Ya jelas, kalo bisa kuliah dan sekolah tinggi itu kan bapak atau ibunya pasti PNS atau orang tuanya berduit, alias pengusaha sukses atau sejenisnya”. Ehm, betul juga ya, walau tidak 100% begitu, memang teman-temanku mayoritas ortunya PNS atau pengusaha swasta sukses. Orang yang benar-benar tidak mampu sudah memikirkand ari awal menyekolahkan anaknya di SMK atau selepas SMA kerja, atau masuk ke sekolah yang ikatan dinas. Asal nggak masuk untuk digebuki saja… ^_^

            Beginilah memang kondisi bangsa ini. Semoga kelak pemimpin-pemimpin kita bisa dengan jernih mencurahkan perhatiannya pada dunia pendidikan. Karena dari sinilah kepahaman itu diperoleh. Dari sinilah kesadaran akan bernagai sektor pembangunan itu disenergiskan. Dari sini pula unsur ABG (Academy, Business and Government) dicetak dan digembleng. [] hnf

 

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2008 in Artikel

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: