RSS

Selalu Ada Harapan

07 Jun

 

Harapan, kata Rasulullah saw adalah rahmat Allah swt pada umatku. Jika bukan karena harapan, kata beliau lagi, niscaya takkan ada orang yang mau menanam pohon dan takkan ada ibu yang mau menyusui anaknya.

Harapan, adalah sebuah wilayah kecil dalam jiwa yang harus dijaga. Dengan harapan, manusia bisa tetap tegak. Di dalam harapan yang membuahkan optimisme, manusia bisa menyimpan energi jiwa.

Hal yang manusiawi tatkala keping harapan selalu muncul meski kita berada di saat paling genting. Di saat kematian begitu dekatnya, di saat kesulitan begitu terasa menghimpit jiwa.

Bangsa besar ini masih terseok-seok. Sudah 100 tahun kebangkitan didengungkan, masih saja belum nampak terwujud. Sudah 10 tahun reformasi bergulir, namun masih banyak koruptor berkeliaran. Reformasi pun seolah jalan di tempat. Saat ini, di tengah tingginya harga pangan, pemerintah menaikkan BBM yang implikasinya antara lain ikut naiknya harga kebutuhan hidup, daya beli masayarakat menurun, dan  meningkatnya biaya transportasi.

Kita adalah bangsa yang besar. Kita harus mempunyai jiwa dan pikiran yang besar. Sehingga harapan bangkit itu selalu ada. Rektor UGM dalam sambutannya saat wisuda awal tahun ini berkata bahwa, “Pengamat dan ahli ekonomi memperkirakan Indonesia akan masuk dalam 5 besar ekonomi dunia dalam waktu 40 tahun lagi. Itu adalah harapan! Namun, tentu tidak akan terwujud jika kita hanya berharap saja.”

Bangsa ini belum habis. Simak saja betapa ikatan cinta antara kita begitu kuat, ketulusan yang mengharukan tergambar dalam berbagai ujian maupun musibah yang diberikan Allah swt. Di balik tragedi yang menelan ratusan bahkan ribuan jiwa dalam gempa bumi, tsunami, kecelakaan, dll, Allah memberi kita pelajaran berharga, untuk kita yang masih hidup dengan bermacam-macam bentuknya.

Dr. Yusuf Al Qaradhawi, ulama besar dari dunia Arab ketika berkunjung keenam kalinya di Indonesia tahun 2007 yang lalu mendapati fakta bahwa kebangkitan dan semangat kembali ke Islam yang disaksikan di Indonesia selalu lebih baik dari sebelumnya yaitu ketika beliau datang sewaktu Presiden Habibie saat  reformasi 1998.

Harapan itu harus terpancar dari semua pihak, mulai dari pimpinan sampai rakyat kecil. Pemimpin yang melayani adalah harapan! Harapan itu juga memancar dari sikap optimis dalam mengatasi semua persoalan.  < Zh

 

Zainuri Hanif

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 7, 2008 in Artikel

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: