RSS

Setengah Abad Merawat Cinta

18 May

Akhirnya dapat juga setelah sepekan menanti dan mencari. Tarbawi terbaru ini berjudul Setengah Abad Merawat Cinta. Sebuah edisi khusus yang memuat kisah-kisah ketulusan yang semakin langka, belajar dari 50 tahun lebih usia pernikahan.

Nara sumber edisi khusus ini berasal dari berbagai latar belakang. Sehingga membantu kita memiliki perspektif maksimal dalam memahami soal-soal tersebut. Ada mantan Hakim Agung, ada Profesor, ada mantan aktivis Masyumi, ada juga kuli porter stasiun kereta, ada pegawai biasa, ada keluarga santri dan ada pedagang keturunan Arab.

Dalam pengantarnya, Pimred Tarbawi, Ahmad Zairofi AM sedikit menguraikan tokoh-tokoh edisi khusus ini. Mereka da yangd ari Klaten, Jogja, Semarang, Bandung dan Jambi. Ada Bismar Siregar yang romantis, punya banyak kemampuan ekspresi puitis untuk menyanjung istrinya. Satjipto yang Guru Besar punya penghayatan mendalam tentang betapa besar peranan istrinya. Tapi Hardjo, kuli angkut di Stasiun Klaten tidak banyak bicara. Barangkali, satu-satunya kalimat romantis yang ia katakan, adalah bahwa ia senang dengan istrinya karena istrinya dulu pandai berdandan. Itu sendiri tidak pernah ia ucapkan sejauh ini, kecuali ketika ditanya Tarbawi saat wawancara.

Ekpresi adalah pengetahuan yang kita pelajari, tapi tanggung jawab adalah mentalitas yang kita miliki. Pengetahuan ekspresi itu kita temukan, tapi mentalitas substansi itu kita ciptakan. Ekspresi kadang hanya soal seni dan ketrampilan. Tapi substansi adalah doal kesadaran. Kita patut mengasihani anak-anak muda yang ditumbuhkan dalam budaya pandai merayu, pintar mengumbar kata cinta, tapi BODOH dalam substansi. Mereka banyak yang tidak pernah mengerti arti tanggung jawab, komitmen, dan ikatan luhur laki-laki perempuan. Cinta hanya menjadi soal syahwat semata.

Dari sekian judul, yang paling menarik adalah yang mengupas pernikahan Bismar Siregar-Yunainen F. Damalik. “Dalam Mencari dan Memilih Pemimpin. Carilah Mereka yang Setia dalam Kehidupan Rumah Tangganya.” Seperti apa kisahnya, ehm, baca sendiri ya… J

Melihat sampulnya, saya merasa aneh, betul ini Tarbawi? lha nggak biasanya. Agak beda githu. Untuk ukuran edisi special, kualitas sampul Tarbawi kali ini jauh di bawah edisi khusus yang lain. Ternyata memang karena pengerjaannya yang mepet kurang dari sepekan dan juga di tengah kondisi kru yang banyak sakit. Namun begitu, isinya sangat menarik. Dijamin nggak untung kalo nggak baca! Hehehe… 3x. Buat yang nikahnya mau tetap langgeng, Tarbawi ini bisa menjadi referensi. Yang mau nikah juga bisa belajar memahami. Semoga kita semua semakin siap mengarungi bahtera rumah tangga. Alhamdulillah Tarbawi ini telah terbit. Terima kasih Tarbawi. [] Hnf

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 18, 2008 in Buku

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: