RSS

“Teladan Daarussalaam” inilah jalannya!

24 Apr

Pernahkah anda mempunyai cita-cita? Insya-Allah pernah, apapun itu. Cita-cita ini dalam bahasa manajemen disebut visi : ‘sebuah kondisi yang diinginkan untuk dicapai’. Tanpa visi, segala sesuatu akan berjalan begitu saja, tanpa makna.

Namun, cita-cita –atau visi- akan tetap hanya cita-cita jika tidak ada usaha untuk mewujudkannya. Usaha dan hasil adalah grafik yang searah. Seperti kata rasulullaah SAW kepada Aisyah ra : “Ajruki ‘ala qadri nashabiki” (ganjaranmu tergantung kadar lelahmu)”.

Sebagaimana uraian di Bab terdahulu, Da’wah adalah usaha untuk mewujudkan cita-cita –visi- menjayakan kembali ummat Islam. Membawa ummat ini dari kegelapan kepada cahaya kebenaran.

Artinya, da’wah harus bergerak, merubah kondisi masyarakat menjadi lebih baik, mendekati kondisi ideal yang dicita-citakan. Da’wah lah yang seharusnya menjadi penentu arah perubahan masyarakat. Bukan sebaliknya : da’wah lah yang berubah karena pengaruh masyarakat. Bukan berarti da’wah kehilangan fleksibilitasnya, karena kaidah komunikasi : “Bicaralah sesuai kadar orang yang kau ajak bicara.” Namun, fleksibilitas itu adalah bagian dari strategi besar untuk mengarahkan perubahan masyarakat.

Selama ini, seringkali da’wah hanya berlangsung sebagai rutinitas. Para aktivis da’wah banyak yang bekerja ikhlas –semoga Allah menerima amal mereka- tak kenal lelah menggarap proyek-proyek da’wah. Sayangnya, tidak sedikit pula proyek da’wah itu yang kontribusinya minim pada kemajuan perkembangan objek da’wah. Parameter keberhasilan da’wah pun sulit diukur. Semua itu karena tidak adanya kejelasan arah da’wah. Bagaimana da’wah bisa menentukan arah masyarakat, kalau arah da’wah sendiri tidak jelas?

Teladan Daarussalaam : Menjemput Impian

Kondisi itu menyebabkan dibutuhkannya sebuah ‘skenario’ besar untuk mencapai tujuan da’wah. ‘Skenario’ inilah yang kemudian mengarahkan gerak da’wah menuju tujuan yang ingin dicapai, sehingga tidak ada kebingungan orientasi. Dengan ‘skenario’ ini, setiap aktivis maupun aktivitas da’wah bisa menempati perannya secara proporsional dan terarah.

Teladan Daarussalaam hadir untuk itu. Skenario inilah yang akan coba kita jalankan bersama sebagai sebuah sistem yang secara pasti mengubah kondisi masyarakat. < Teladan Daarussalam

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 24, 2008 in Kisah

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: